BENARKAH WANITA YANG KELEBIHAN ATAU KEKURANGAN BERAT BADAN SULIT HAMIL?

Ladies, berat badan dapat memengaruhi kesuburan seseorang. Berat badan berlebih atau terlalu kurus dapat memengaruhi peluang seorang wanita untuk bisa hamil. Selain itu, kelebihan berat badan maupun kekurangan berat badan juga dapat menyebabkan masalah selama kehamilan. Mendapatkan berat badan yang ideal bisa membantu meningkatkan peluang seorang wanita untuk hamil dan memiliki bayi yang sehat.

Lantas bagaimana kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan bisa memengaruhi peluang seseorang untuk hamil?

Kelebihan Berat Badan dan Kaitannya dengan Kesuburan

Jika kamu memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 25 kg/m2, kamu mungkin akan lebih sulit hamil dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan normal.

Ovarium memproduksi hormon estrogen yang berperan dalam mengatur siklus mestruasi. Namun, sel lemak juga memproduksi hormon estrogen. Ketika kamu mengalami kegemukan atau obesitas, Sel-sel lemak akan bertambah dan meningkatkan produksi estrogen. Kadar estrogen yang terlalu tinggi dapat membuat tubuhmu bereaksi seolah-olah kamu sedang hamil atau sedang menggunakan kontrasepsi hormonal dengan estrogen (seperti pil, suntikan, atau cincin vagina). Hal ini dapat mencegah ovulasi dan menghentikan siklus mestruasi.

Selain itu, obesitas juga bisa menjadi gejala dari kondisi yang disebut polycystic ovary syndrome (PCOS), yang mengganggu kesuburan seseorang. PCOS sendiri merupakan suatu masalah kesehatan yang disebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi. Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan masalah di ovarium. Ovarium memproduksi sel telur yang dilepaskan setiap bulan sebagai bagian dari siklus menstruasi yang normal. Orang dengan PCOS mungkin tidak memproduksi sel telur sebagai mana mestinya atau tidak melepaskan sel telur selama ovulasi, sehingga mengganggu siklus menstruasi. Siklus mestruasi yang tidak teratur ini dapat memengaruhi kesuburan dan menyebabkan perkembangan kista di ovarium.

Kekurangan Berat Badan dan Kaitannya dengan Kesuburan

Tak hanya kelebihan berat badan yang bisa memengaruhi kesuburan, nyatanya jika kamu kekurangan berat badan atau memiliki IMT < 18.5 kg/m2, kamu juga akan sulit hamil.

Jika pada orang yang kegemukan atau obesitas akan membuat hormon estrogen yang diproduksi berlebih. Maka sebaliknya, pada orang yang kekurangan berat badan, tubuhnya akan berhenti memproduksi estrogen. Tanpa estrogen, ovarium akan berhenti melepaskan sel telur dan mestruasi juga berhenti. Sementara kehamilan bisa terjadi apabila ovarium memproduksi dan melepaskan sel telur yang nantinya akan dibuahi oleh sel sperma pria.

Berat Badan Pasanganmu Juga Memengaruhi Peluangmu untuk Hamil

Tak hanya pada wanita saja, berat badan juga berpengaruh terhadap keseimbangan hormon reproduksi pria. Berat badan yang berlebih atau terlalu kurus pada pria dapat memperlambat produksi hormon testosteron yang berperan dalam produksi sel sperma. Hormon testosteron berperan dalam produksi sel sperma yang sehat dan motil. Apabila jumlahnya terlalu rendah, akan menyebabkan kualitas sperma menjadi lebih buruk dan penurunan kesuburan dibandingkan dengan pria dengan berat badan normal. Sementara, kelebihan kadar hormon testosteron juga bisa memengaruhi kesuburan seorang pria. Ketika kadarnya terlalu tinggi, otak akan menganggap kelebihan hormon testosteron berawal dari tempat produksinya, yakni pada testis. Selanjutnya otak akan menutup produksi LH (Luteinizing Hormone) yang berperan dalam produksi testosteron. Rendahnya kadar LH menyebabkan menurunnya produksi testosteron, yang kemudian menyebabkan kualitas sperma menjadi buruk.

Kualitas sperma dapat memengaruhi peluang untuk memperoleh kehamilan. Sperma yang sehat bergantung pada beberapa faktor, salah satunya ialah jumlah total sperma dan jumlah sperma motil. Normalnya dalam satu kali ejakulasi menghasilkan setidaknya 15 juta sperma per mililiter. Jumlah sperma yang terlalu sedikit mungkin membuat peluang hamil lebih sedikit, karena kandidat yang tersedia untuk membuahi sel telur lebih sedikit. Selain itu, untuk mencapai dan membuahi sel telur, sperma harus bergerak, menggeliat dan berenang melalui serviks, rahim, hingga ke saluran tuba falopi. Pergerakan ini disebut dengan istilah motilitas. Kemungkinan besar seorang pria subur jika setidaknya ada 40% sel sperma yang bergerak (sperma motil) dari total keseluruhan sperma yang dihasilkan saat ejakulasi.

Pada pria yang kegemukan dan obesitas, jumlah sperma total dan jumlah sperma motilnya masing-masing 3,9% dan 3,6% lebih rendah dibandingkan dengan pria yang memiliki berat badan normal. Sementara pada pria yang kekurangan berat badan, jumlah sperma total dan jumlah sperma motilnya masing-masing 7% lebih rendah dibandingkan pria dengan berat badan normal.

Nah ladies, apabila kamu ingin atau sedang mempersiapkan diri untuk kehamilan, penting bagi kamu untuk memperhatikan berat badanmu. Ada baiknya untuk mencapai berat badan idealmu dimana IMT-mu berada di kisaran 18,5 – 24,9 kg/m2. Memiliki berat badan normal bisa membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi. Tapi tak hanya kamu saja yaa, pasanganmu juga perlu memperhatikan berat badannya.

Jika kamu atau pasanganmu memiliki berat badan berlebih, ada baiknya untuk melakukan diet penurunan berat badan dengan mendefisitkan kalori. Sementara, jika kamu atau pasanganmu terlalu kurus, mungkin perlu meningkatkan asupan kalori. Baik defisit maupun peningkatan asupan kalori sebaiknya dilakukan secara bertahap sekitar 200-500 kkal.

Selain menjaga asupan kalori, penting juga untuk melakukan olahraga secara teratur untuk mendukungmu mencapai berat badan normal. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit dalam seminggu. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan air, minimal 8 gelas air sehari ya ladies.

Keep fighting and always stay healthy ladies!

Sumber:

Columbia Fertility Associates. (Tanpa Tahun). How Being underweight or Overweight Can Affect Your Fertility. [online] Tersedia di: <https://www.columbiafertility.com/blog/how-being-underweight-or-overweight-can-affect-your-fertility> [Diakses pada 1 September 2021].

Hellosehat.com. (2021). 4 Gangguan Kesehatan Akibat Kelebihan Hormon Testosteron. [online] Tersedia di: <https://hellosehat.com/pria/gangguan-hormon-pria/dampak-kelebihan-hormon-testosteron/> [Diakses pada 7 September 2021].

Katib A. Mechanisms linking obesity to male infertility. Cent European J Urol. 2015; 68: 79-85. [online] Tersedia di: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4408383/pdf/CEJU-68-00435.pdf> [Diakses pada 1 September 2021].

Mayoclinic.org. (2020). Getting Pregnant. [online] Tersedia di: <https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584> [Diakses pada 1 September 2021].

Reproductivepartners.com. (2019). Being Underweight May Impact Male Fertility. [online] Tersedia di: <https://www.reproductivepartners.com/blog/4212/being-underweight-may-impact-male-fertility.html> [Diakses pada 1 September 2021].

U.S. Departement of Health & Human Services. (2018). Weight, fertility, and pregnancy. [online] Tersedia di: <https://www.womenshealth.gov/healthy-weight/weight-fertility-and-pregnancy> [Diakses pada 1 September 2021].

U.S. Departement of Health & Human Services. (2019). Polycystic ovary syndrome. [online] Tersedia di: <https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrome> [Diakses pada 1 September 2021].

Artikel Lainnya