MANFAAT OLAHRAGA UNTUK OTAK DAN KESEHATAN MENTAL

Seperti yang telah diketahui bahwa olahraga teratur bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti memperkuat otot, tulang, jantung, paru-paru, dan juga membuatmu terhindar dari risiko penyakit tertentu. Tapi, bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik saja, olahraga juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental.

Dalam artikel ini kami akan membahas hubungan antara olahraga dan kesehatan mental. Yuk simak informasi lengkapnya!

Bagaimana Pengaruh Olahraga terhadap Otak?

Ketika berolahraga, di dalam tubuh kita terjadi aliran kimiawi yang kompleks. Nah, aliran kimiawi ini bertanggung jawab atas beberapa efek positif pada otak.

1. Pelepasan Neurotransmiter

Saat mulai berolahraga, sejumlah pembawa pesan kimia penting yang disebut neurotransmiter dilepaskan ke seluruh sistem saraf tubuh.

Beberapa neurotransmiter yang dilepaskan diantaranya sebagai berikut:

  • Endorfin dan Endocannabinoid

Bicara soal kaitannya dengan olahraga, endorfin mungkin merupakan neurotransmiter yang paling familiar. Namun, neurotransmiter lain yang kurang dikenal yaitu endocannabinoid juga memainkan peranan penting di otak saat kita berolahraga.

Endorfin memblokir rasa sakit dan meningkatkan sensasi senang atau rasa bahagia, dan olahraga bisa meningkatkan kadar endorfin kamu.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perasaan euphoria yang kamu dapatkan setelah berolahraga berat mungkin disebabkan oleh endorfin dan endocannabinoid yang bekerja bersama-sama. Endocannabinoid merupakan sekelompok neurotransmiter yang bertanggung jawab atas “runner’s high” atau perasaan euforia tenang yang terjadi setelah latihan berat.

  • Dopamin

Neurotransmiter lain yang dilepaskan saat berolahraga ialah dopamin. Dopamin juga dikenal sebagai hormon bahagia, dimana ia memainkan peran penting dalam meningkatkan sensasi atau perasaan senang. Dopamin juga bertanggung jawab untuk berbagai proses lain di dalam tubuh, seperti mengatur detak jantung, siklus tidur, suasana hati, fokus perhatian, motivasi, memori kerja, pembelajaran, dan pemrosesan rasa sakit.

2. Meningkatkan Neuroplastisitas

Neuroplastisitas adalah kemampuan otak dan sistem saraf untuk mengubah aktivitasnya sebagai respons terhadap rangsangan internal atau eksternal. Neuroplastisitas memungkinkan neuron untuk mengatur ulang atau membuat koneksi saraf yang baru. Pengaturan ulang ini dapat terjadi ketika seseorang mengalami hal baru dalam hidupnya atau mungkin karena ada perubahan yang dialami atau dirasakan oleh orang tersebut. Neuroplastisitas ini memungkinkan manusia bisa berubah dan beradaptasi dengan baik, mempelajari berbagai keterampilan baru, melakukan perbaikan untuk meningkatkan kesehatan otak, serta memperkuat area otak yang fungsinya menurun.

3. Meningkatkan Suplai Oksigen ke Otak

Ketika berolahraga, jantung memompa darah lebih cepat, yang mana hal ini akan meningkatkan suplai oksigen ke otak. Ini menghasilkan perubahan tertentu pada pembuluh darah otak, meningkatkan fungsi otak termasuk memori kerja, pemikiran fleksibel, dan pengendalian diri.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2021 pada 48 orang dewasa dengan gangguan kognitif ringan, para peneliti melihat dampak olahraga pada aliran darah ke otak besar. Ini merupakan bagian terbesar dari otak dan bertanggung jawab atas fungsi intelektual yang lebih tinggi, impuls sensorik dan aktivitas motorik. Peneliti menemukan bahwa program olahraga sedang hingga berat selama 1 tahun meningkatkan aliran darah otak dan mengurangi risiko penurunan kognitif lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga secara teratur dapat meningkatkan aliran darah ke bagian penting di otak, yang dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif otak seperti Alzheimer dan stroke.

Apa Saja Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Mental?

Olahraga secara teratur memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental, diantaranya sebagai berikut:

1. Membantu Mengurangi Stres

Tidak heran jika dikatakan olahraga bisa menjadi pereda stres yang cukup ampuh. Olahraga dapat membantu mengurangi stres dengan mengurangi kadar hormon yang berhubungan dengan stres seperti kortisol. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan, olahraga teratur juga terbukti dapat memberikan ketahanan terhadap berbagai pemicu stres. Penelitian lain di tahun 2015 pada pria muda menunjukkan bahwa mereka yang melakukan olahraga dengan intensitas sedang jauh lebih tahan terhadap stresor akut dibandingkan mereka yang tidak berolahraga. Dengan kata lain, olahraga bukan hanya membantu mengatasi stres tapi juga membantu mencegah stres.

2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Manfaat kesehatan mental lainnya yang bisa kamu dapatkan ialah peningkatan citra diri yang positif dan kepercayaan diri. Olahraga secara teratur juga diketahui dapat berkontribusi pada peningkatan citra tubuh positif. Oleh karena itu, aktif secara fisik dapat menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan self-esteem (harga diri) dan perasaan nyaman dan mencintai tubuh sendiri.

3. Meningkatkan Suasana Hati

Manfaat lain dari olaraga untuk kesehatan mental ialah efeknya pada suasana hati secara keseluruhan. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa olahraga memicu pelepasan sejumlah neurotransmiter seperti endorfin dan dopamin yang dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan efek senang. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan suasana hati yang lebih positif dan mengurangi pikiran-pikiran negatif. Jadi, apabila kamu sedang bersedih, cobalah berolahraga untuk meningkatkan suasana hatimu menjadi good mood.

4. Membantu Tidur Lebih Nyenyak dan Berkualitas

Salah satu faktor yang sering diabaikan dalam menjaga kesehatan mental ialah kualitas tidur. Kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satu yang sangat berpengaruh ialah aktivitas fisik. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga, apapun jenisnya itu, dapat meningkatkan efisiensi dan durasi tidur. Olahraga dapat meningkatkan latensi onset tidur, atau waktu yang kamu butuhkan untuk tertidur. Jika kamu mengalami kesulitan untuk mendapatkan kualitas tidur yang cukup, cobalah memulai olahraga secara teratur, dan tentunya hindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan kamu sulit tidur seperti konsumsi kafein menjelang tidur, makan berlebih menjelang tidur, bermain gadget atau menonton televisi, dan kebiasaan begadang lainnya.

5. Meningkatkan Daya Ingat dan Ketajaman Otak

Olahraga berdampak positif pada pemikiran dan ingatan. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kejernihan mental dan meningkatkan memori kerja dan rentang perhatian. Olahraga juga telah terbukti mengurangi penurunan fungsi kognitif.

Itulah beberapa manfaat olahraga bagi kesehatan mental. Selain sehat secara fisik, kamu juga bisa terhindar dari stres, lebih percaya diri, lebih happy mood, tidur lebih nyenyak, serta bisa lebih fokus dalam menjalani hari-harimu. S, jangan lupa untuk rutin berolahraga ya!

Sumber:

Basso, J. C., & Suzuki, W. A. (2017). The Effects of Acute Exercise on Mood, Cognition, Neurophysiology, and Neurochemical Pathways: A Review. Brain plasticity (Amsterdam, Netherlands)2(2), 127–152. https://doi.org/10.3233/BPL-160040

Irawan, A. (2021). Mengenal Neroplastisitas dan Cara Otak untuk Berubah secara Struktural. [online] Tersedia di: <https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-neuroplastisitas-dan-cara-otak-untuk-berubah-secara-struktural>

Jawabri KH, Sharma S. Physiology, Cerebral Cortex Functions. [Updated 2022 Apr 28]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538496/

Preiato, D. (2022). Exercise and the Brain: The Mental Health Benefits of Exercise. [online] Tersedia di: <https://www.healthline.com/health/depression/exercise#How-does-exercise-impact-the-brain?>

Tanner, M. K., Fallon, I. P., Baratta, M. V., & Greenwood, B. N. (2019). Voluntary exercise enables stress resistance in females. Behavioural brain research369, 111923. https://doi.org/10.1016/j.bbr.2019.111923

Tomoto, T., Liu, J., Tseng, B. Y., Pasha, E. P., Cardim, D., Tarumi, T., Hynan, L. S., Munro Cullum, C., & Zhang, R. (2021). One-Year Aerobic Exercise Reduced Carotid Arterial Stiffness and Increased Cerebral Blood Flow in Amnestic Mild Cognitive Impairment. Journal of Alzheimer’s disease : JAD80(2), 841–853. https://doi.org/10.3233/JAD-201456

Artikel Lainnya