FAKTA DIBALIK MAKANAN VIRAL DAECHANG, APAKAH BOLEH DIKONSUMSI SEBAGAI LAUK UTAMA?

Girls, saat ini tengah ramai makanan yang sering dicoba oleh banyak orang karena penasaran dengan rasanya. Mulai dari influencer, aktor/aktris, food blogger dan lain-lain. Tidak sedikit juga yang memberikan review bahwa rasanya enak, kenyal dan gurih. Nah, artikel kalo ini akan membahas seputar fakta dibalik makanan viral Daechang. Yuk simak fakta lengkapnya.

Berbahan dasar usus besar sapi

Kalau kamu pecinta drama Korea pasti tidak asing lagi dengan Daechang. Yap benar, Daechang adalah makanan khas yang berasal dari Korea yang ternyata berbahan dasar usus besar sapi. Melihat aktor dan aktris dalam drakor memakan dengan lahap Daechang membuat banyak orang ingin mencoba juga. Beberapa orang mengatakan bahwa rasanya gurih dan kenyal karena mengandung lemak yang banyak. Maka dari itu yuk kita cari tahu bersama.

Nah berikut adalah kandungan energi dan zat gizi pada 100 gram usus sapi menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

Kalori (Kal)Protein (gram)Lemak (gram)Karbohidrat (gram)
126147,21,5

Dari tabel di atas, bisa diambil simpulan walaupun memang usus sapi memiliki protein yang cukup tinggi, namun perlu diperhatikan juga jumlah lemaknya yang tidak kalah tinggi dalam 100 gram usus sapi.

Ternyata, sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia

Walaupun berasal dari Korea, tetapi ternyata Daechang sering loh dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Biasanya dijual pada rumah makan Padang, namun berbeda dengan Daechang khas Korea untuk usus besar sapi disini biasanya lemaknya dibuang sebagian lalu diisi kembali dengan tahu lalu direbus bersama kuah rempah-rempah. Sedangkan Daechang, tidak ditambahkan bahan lain apapun dan proses pengolahannya pun dibalik lalu dibaluri dengan bumbu khas Korea dan selanjutnya di goreng. Sehingga lemaknya berkumpul di dalam, dan itulah yang menyebabkan Daechang terasa sangat berlemak, kenyal dan gurih.

Tidak disarankan sebagai lauk utama

Kenapa ya tidak disarankan sebagai lauk utama? Girls tentunya sesuai dengan tabel kandungan gizi di atas bahwa dalam 100 gram mengandung 7,2 gram lemak. Sedangkan kebutuhan tubuh terhadap lemak jenuh sangat terbatas, sehingga mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh yang cukup banyak sebaiknya dibatasi.

Karena apabila tubuh kita terlalu banyak asupan lemak tak jenuh maka hal tersebut bisa menyebabkan timbulnya beberapa penyakit seperti hiperkolesterolemia, obesitas, stroke dan lain-lain. Girls juga perlu tahu nih bahwa, kebutuhan lemak dalam sehari adalah 20 – 25% dari total kebutuhan energi harian. Tetapi kamu tidak perlu khawatir nih Girls, apabila memang asupan lemak kamu sudah sesuai dengan kebutuhan, maka lemak bisa berfungsi sesuai dengan semestinya seperti sebagai pelarut vitamin, pemelihara suhu tubuh dan pelindung organ- organ tubuh. Konsumsilah lebih banyak sumber lemak dengan jenis lemak tidak jenuh dibandingkan lemak jenuh dan lemak trans.

Sumber:

Kemenkes, R. I. (2018). Tabel komposisi pangan indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tentang Pedoman Gizi Seimbang, 1–96.

Artikel Lainnya