NAFSU MAKAN NAIK TURUN SAAT BAD MOOD? INI DIA PENYEBABNYA!

Girls, siapa nih yang kerap mengalami perubahan nafsu makan saat bad mood?

Perubahan suasana hati seperti bad mood merupakan hal yang wajar dan siapa pun pasti pernah mengalaminya. Tapi, tahukah kamu bahwa mood bisa memengaruhi nafsu makan lho girls.

Ada orang yang ketika bad mood tidak mau makan, tapi ada juga orang yang justru makan lebih banyak. Kira-kira, apa penyebabnya ya?

Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut yuk!

Bagaimana mood memengaruhi nafsu makan?

Perlu diingat ya girls, bahwa nafsu makan berbeda dengan rasa lapar. Nafsu makan didefinisikan sebagai keinginan untuk makan, kadang-kadang karena sinyal lapar, tapi tidak selalu. Nafsu makan juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti, lingkungan, gaya hidup, Kesehatan fisik dan mental, dan yang sudah disebutkan juga yakni emosi (suasana hati).

Setiap orang memiliki respons yang berbeda dalam menghadapi stres atau pun perubahan suasana hati. Beberapa orang mungkin cenderung memiliki nafsu makan lebih rendah saat stres, tapi ada juga yang justru meningkat.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40% orang makan lebih banyak dan 40% makan lebih sedikit saat stres, sementara sekitar 20% asupan makannya tetap.

Saat mengalami stres, rangkaian reaksi terjadi di dalam tubuh. Dalam jangka pendek, stres bisa mengurangi nafsu makan. Hipotalamus di otak akan melepaskan corticotropin-releasing hormone (CRH) yang dapat menekan nafsu makan. Otak juga mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal di ginjal untuk melepaskan hormon epinefrin, yang membantu memicu tubuh untuk menunda makan.  Efek penekan nafsu makan sebagai respons stres akut secara fisiologis masuk akal, karena energi mungkin perlu dialihkan ke tugas yang lebih penting, seperti merespons situasi stres, daripada mencari makanan.

Akan tetapi, jika stres terus berlanjut atau bertahan, lain ceritanya. Kelenjar adrenal akan melepaskan hormon lainnya, yakni kortisol atau yang biasa dikenal sebagai hormon stres. Meningkatnya kadar kortisol dapat meningkatkan nafsu makan dan juga motivasi untuk makan. Kadar hormon kortisol yang tinggi diiringi kadar insulin yang tinggi juga bisa meningkatkan pelepasan hormon ghrelin atau hormon lapar. Peningkatan nafsu makan saat stres inilah salah satu pemicu emotional eating.

Pengaruh stres pada pemilihan makan dan perilaku makan

Saat kamu sedang merasa sedih, atau bad mood apakah kamu kerap mencari makanan tertentu yang bisa membuatmu merasa nyaman dan meningkatkan suasana hatimu? Ya, ketika sedang stres, seseorang akan cenderung mencari makanan yang enak dan nyaman. Biasanya makanan ini cenderung padat kalori, tinggi gula, lemak, atau asin.

Konsumsi makanan ini bisa memicu pelepasan neurotransmitter tertentu. Misalnya, konsumsi makanan manis, bisa memicu pelepasan dopamin dan serotonin di otak, yang dapat membantu meningkatkan suasana hati.

Girls, menjadikan makanan sebagai coping mechanism saat stres sebenarnya boleh-boleh saja, selama kamu bisa mengontrol porsinya tidak berlebihan. Sebab, kebiasaan makan saat stres bisa memicu perilaku binge eating atau makan berlebihan. Nah, bagi kamu yang ketika mengalami stres cenderung mengalami peningkatan nafsu makan, terlebih konsumsi makanan manis, berlemak dan tinggi kalori, sebaiknya hati-hati ya. Kontrol porsinya agar tidak berlebihan ya.

Bagaimana mengontrol nafsu makan saat bad mood

Salah satu cara mengontrol nafsu makan saat bad mood ialah dengan mengenali respons tubuh akan rasa lapar dan kenyang. Biasanya saat stres, nafsu makan bukan dipicu oleh rasa lapar, melainkan hasrat untuk memperoleh efek kesenangan dari makanan. Maka dari itu, tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu benar-benar lapar atau hanya sedang bad mood saja? Jika kamu lapar, pertimbangkan untuk memilih makanan yang padat gizi ya girls. Kenali juga sinyal kenyang, jangan sampai kamu makan berlebihan. Ini akan membantu mu mengontrol porsi makan dan mencegahmu dari perilaku binge eating.

Bagi kamu yang nafsu makannya menurun saat stres, sebaiknya tetap perhatikan asupan harianmu. Jangan sampai stres membuat kamu kekurangan asupan gizi. Ingat untuk menghadapi stres, kamu juga membutuhkan energi lho. Jadi, pastikan kamu tetap memenuhi kebutuhan energi harianmu ya. Cobalah untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dan camilan lebih sering sepanjang hari. Kamu juga bisa konsumsi comfort food untuk membantu meningkatkan suasana hatimu.

Alih-alih menjadikan makanan sebagai pelarian saat stres, cobalah untuk mengalihkan ke hal lainnya, seperti berolahraga, meditasi, atau kumpul bersama teman.

Girls, nafsu makan dan suasana hati saling berkaitan. Mood bisa memengaruhi nafsu makan, begitupun sebaliknya. Namun, perlu diingat kebiasaan makan saat stres bisa jadi membantumu mengembalikan mood menjadi lebih baik, tapi di sisi lain juga bisa jadi boomerang ketika kebiasaan makan itu berkembang jadi perilaku makan berlebihan.

Sumber:

Dietically Speaking. (2021). How Does Stres Affect Appetite?. [online] Tersedia di: https://dieteticallyspeaking.com/how-does-stres-affect-appetite/

ISSA. (2021). How Your Mood Affects What You Eat – And How Food Changes Mood. [online] Tersedia di: https://www.issaonline.com/blog/post/how-your-mood-affects-what-you-eat-and-how-food-changes-mood

Setiaji, R, B. R. (2021). Mengapa Stres Bisa Bikin Nafsu Makan Naik Turun?.  [online] Tersedia di: https://hellosehat.com/mental/stres/perubahan-nafsu-makan-akibat-stres/

Artikel Lainnya