ES KRIM DAN GELATO: MANA YANG LEBIH SEHAT DIKONSUMSI HARIAN?

Siapa nih yang suka konsumsi es krim dan gelato? tentunya Girls juga sudah tahu ya bahwa es krim dan gelato merupakan makanan penutup yang beku dan sangat populer di seluruh dunia. Keduanya sangat digemari karena rasa manis dan tekstur lembut yang menyegarkan. Namun, apa sih perbedaan antara es krim dan gelato dalam hal kandungan energi dan zat gizinya?. Dalam artikel ini, yuk kita cari tahu perbandingan keduanya dari segi kandungan energi dan zat gizi.

Fakta Es Krim

Es krim adalah makanan penutup beku yang terbuat dari campuran susu, gula, dan bahan-bahan lain seperti telur dan flavoring untuk memberikan rasa yang beragam. Kandungan gizi dan kalori dalam es krim dapat bervariasi tergantung pada bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Es krim biasanya memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi, sehingga memang harus dihindari bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau memiliki masalah kesehatan tertentu.

Bagaimana Dengan Gelato?

Gelato adalah makanan penutup beku dari Italia yang mirip dengan es krim, namun dibuat dengan susu, gula, dan sedikit krim, sehingga menghasilkan kandungan lemak yang lebih rendah daripada es krim. Selain itu, gelato cenderung memiliki tekstur yang lebih konsentrat (mengikat) karena tidak mengandung udara yang banyak, berbeda dengan es krim yang sering diaduk secara aktif saat proses pembuatannya.

Lalu, Mana yang Lebih Baik?

Dari data di bawah, terlihat bahwa 100 gram gelato memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih rendah dibandingkan 100 gram es krim. Ini menjadikan gelato sebagai pilihan alternatif bagi kamu yang ingin menikmati makanan penutup beku tanpa khawatir terlalu banyak kalori dan lemak. Selain itu, gelato juga mengandung sedikit lebih banyak protein daripada es krim.

 Kalori (kkal)Protein (g)Lemak (g)Karbohidrat (g)Kolestrol (mg)Gula   (g)
Es Krim2072,811245320
Gelato1603,65244520

Namun, perlu diingat bahwa angka di atas adalah perkiraan rata-rata, untuk kandungan gizinya tentu dapat bervariasi tergantung pada merek dan jenis es krim atau gelato yang kamu pilih Girls. Selalu periksa label informasi nilai gizi pada kemasan untuk mendapatkan data yang lebih akurat tentang kandungan gizi dan kalori dari produk yang kamu beli.

Apa Tips Anti Worry Saat Konsumsi Es Krim dan Gelato?

  • Pilih varian rendah lemak: Saat membeli es krim atau gelato, pilihlah varian rendah lemak atau tanpa lemak untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
  • Hindari rasa tambahan: Beberapa varian es krim atau gelato mengandung banyak rasa tambahan seperti karamel, cokelat, dan kacang-kacangan, yang bisa meningkatkan jumlah kalori dan gula. Lebih baik pilih varian yang sederhana, seperti rasa vanila atau buah-buahan segar.
  • Batasi porsi: Meskipun gelato memiliki kandungan kalori yang lebih rendah daripada es krim, tetap batasi porsi yang kamu makan untuk menghindari konsumsi kalori berlebihan.
  • Buat sendiri: Jika kamu ingin memiliki kendali penuh atas kandungan gizi dan kalori, pertimbangkan untuk membuat es krim atau gelato sendiri di rumah dengan bahan-bahan segar dan sehat.

Jadi, itulah Girls perbedaan es krim dan gelato dalam segi kandungan energi dan zat gizinya. Tetap perhatikan porsi dan batasan gula harian kamu, karena makanan atau minuman yang manis-manis cenderung akan mengandung gula yang tinggi.

Sumber

Gunnars, Kris. (2018). “Ice Cream: Good or Bad?” Healthline. Diakses dari: https://www.healthline.com/nutrition/ice-cream-good-or-bad

Gunnars, Kris. (2018). “Gelato vs. Ice Cream: Which Is Healthier?” Healthline. Diakses dari: https://www.healthline.com/nutrition/gelato-vs-ice-cream

USDA FoodData Central. Diakses dari: https://fdc.nal.usda.gov/

Rizzo, G., Masic, U., Harrold, J.A., Norton, J.E., Tandoh, M.A., Smith, S.R. & Horgan, G.W. (2017). “Effects of Reduced-Fat Products on Appetite-Related Responses in Individuals Adherent to Higher Fat Diets.” Foods, 6(4), 28.

Drewnowski, A., & Almiron-Roig, E. (2010). “Human perceptions and preferences for fat-rich foods.” In Montmayeur JP, le Coutre J. (Eds.), Fat Detection: Taste, Texture, and Post Ingestive Effects (pp. 265-298). CRC Press/Taylor & Francis.

Artikel Lainnya