OLAHRAGA TERATUR TUK TINGKATKAN KESUBURAN

Ladies, seperti yang kita tahu bahwa olahraga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Olahraga juga tak kalah penting untuk mendukung fertilitas atau kesuburan reproduksi lho ladies. Apalagi buat kamu yang sedang berjuang mendapatkan buah hati. Meskipun efek olahraga berbeda pada setiap wanita, tingkat aktivitas fisik teratur yang sehat bisa membantu meningkatkan peluang wanita untuk hamil.

Simak fakta lengkapnya yuk ladies.

Manfaat Olahraga untuk Kesuburan

Olahraga memiliki sejumlah manfaat kesehatan bagi banyak orang, terutama bagi wanita yang sedang berusaha untuk hamil. Olahraga dapat membantu menghilangkan, atau setidaknya mengatasi beberapa penyebab ketidaksuburan (infertilitas), seperti:

  • Mengurangi stres: Stres bukan hanya memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, tapi juga bisa memengaruhi kemampuanmu untuk hamil. Meskipun stres bukanlah penyebab langsung ketidaksuburan, tetapi stres busa mendorong perilaku tidak sehat yang berkontribusi pada infertilitas, seperti makan tidak sehat, minum alkohol, dan merokok. Melakukan olahraga secara teratur bisa membantu kita mengelola stres.
  • Membantu penurunan berat badan: Wanita dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kesulitan untuk hamil. Ini karena terjadi ketidakseimbangan hormon akibat banyaknya massa lemak tubuh. Semakin besar berat badan dan lemak tubuh, terutama lemak perut, semakin besar risiko infertilitas. Kelebihan berat badan dikaitkan dengan resistensi insulin, di mana tubuh memproduksi lebih banyak hormon insulin untuk menjaga kadar gula darah dan menurunkan kadar sex hormone-binding globulin (SHBG), protein yang mengatur hormon seks androgen dan estrogen. Akibatnya, siklus menstruasi pun menjadi tidak teratur, yang kemudian mengurangi kesuburan. Olahraga teratur yang diimbangi diet sehat bisa membantu kamu dalam menurunkan berat badan.
  • Meningkatkan kualitas tidur: Walaupun masalah tidur bukanlah penyebab langsung ketidaksuburan, namun kurang tidur berkaitan dengan risiko obesitas, yang dapat memengaruhi kesuburan. Kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon kortisol (hormon stres) dan hormon ghrelin (hormon lapar, serta menurunkan hormon leptin (hormon kenyang), yang bisa memengaruhi nafsu makan. Ini bisa meningkatkan keinginan kita untuk makan di malam hari, terutama makanan yang tinggi lemak dan gula, yang bisa berdampak pada kenaikan berat badan. Olahraga secara teratur bisa membantu kamu mendapatkan tidur yang lebih baik. Olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur dengan membantu kamu lebih cepat tertidur dan mengurangi jumlah waktu mereka terbangun di malam hari. Selain itu, aktivitas fisik juga membantu mengurangi rasa kantuk di siang hari, dan bagi sebagian orang bisa mengurangi kebutuhan akan obat tidur.

Itulah sejumlah manfaat yang bisa kamu rasakan dengan berolahraga untuk meningkatkan kesuburanmu.

Hati-Hati Olahraga Berlebihan Bisa Menurunkan Kesuburan

Meskipun olahraga bisa membantu kamu meningkatkan kesuburan, namun kamu tetap perlu memerhatikan intensitas dan durasinya. Sebab, The American College of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa olahraga berlebihan bisa mengurangi kesuburan.

Lalu, seperti apa olahraga yang termasuk berlebihan?

Ladies, rekomendasi umum untuk kita berolahraga setiap minggunya yaitu minimal 150 menit latihan kardio intensitas sedang dan setidaknya 2 kali latihan kekuatan. Kebutuhan ini dapat meningkat, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Tentu kamu bisa meningkatkan intensitas dan durasi olahraga kamu secara perlahan dan bertahap. Namun, tetap perhatikan batas kemampuan tubuhmu ya. Jika kamu berolahraga di luar batas kemampuan tubuhmu, itu berarti olahraga kamu berlebihan. Hal ini bisa ditandai dengan beberapa gejala seperti detak jantung meningkat, sulit tidur, nafsu makan menurun, dan stres. Ingat ladies, ketika berolahraga, otot tubuh akan mengalami stres. Untuk itu, tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan kondisinya kembali. Kamu bisa memberikan jeda istirahat di antara hari olahraga kamu untuk membiarkan tubuhmu pulih.

Olahraga yang berlebihan bisa menurunkan kesuburan. Pada wanita, olahraga berlebihan bisa menyebabkan menstruasi terhenti untuk sementara atau dikenal dengan istilah amenore. Apalagi jika asupan makananmu kurang. Ketika kita berolahraga secara berlebihan, tubuh akan mulai menghemat pengeluaran energi untuk fungsi tubuh yang dianggap tidak terlalu penting termasuk sistem reproduksi, pertumbuhan, pencernaan, pemulihan, dsb. Itulah mengapa wanita mungkin akan mengalami sejumlah gangguan termasuk menstruasi terhenti.

Sebuah penelitian dalam jurnal Sports Medicine, menunjukkan wanita yang melakukan olahraga intensitas berat lebih dari 1 jam per hari lebih berisiko mengalami anovulasi, kondisi di mana tubuh tidak dapat melakukan ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium).

Olahraga berlebihan akan menyebabkan timbulnya stres, yang kemudian menghambat fungsi kelenjar pituitari di otak yang mengatur mekanisme ovulasi. Bukannya memicu ovulasi, kelenjar ini justru merespons stres dengan mencegah ovulasi, sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap stres akibat aktivitas fisik berlebih. Akibatnya, kamu akan mengalami amenore yang ditandai dengan terhentinya menstruasi selama 3 bulan atau lebih.

Ladies, itulah fakta seputar olahraga dan kesuburan. Pengaruhnya terhadap kesuburan dipengaruhi oleh intensitas dan durasinya. Ketika kamu melakukan olahraga dengan intensitas dan durasi yang dianjurkan secara umum dan masih dalam batas kemampuan yang tubuhmu bisa lakukan, maka itu akan memberikan dampak positif dengan meningkatkan kesuburanmu. Sementara, ketika olahraga yang kamu lakukan berlebihan, itu justru akan mengurangi kesuburanmu. Ingat ladies, sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, termasuk juga olahraga.

Sumber:

Lekhi, J. (2022). Exercise Affects Fertility: A Detailed Guide. [online] Tersedia di: https://www.healthifyme.com/blog/exercise-affects-fertility/

Lestari, D. A. (2021). Benarkah Olahraga Berlebihan Bisa Membuat Anda Tidak Subur? [online] Tersedia di: https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/masalah-kesuburan/olahraga-berlebihan-mengurangi-kesuburan/

Papatriantafyllou, E., Efthymiou, D., Zoumbaneas, E., Popescu, C. A., & Vassilopoulou, E. (2022). Sleep Deprivation: Effects on Weight Loss and Weight Loss Maintenance. Nutrients14(8), 1549. https://doi.org/10.3390/nu14081549 

Sleep Foundation. (2022). Exercise and Sleep. [online] Tersedia di: https://www.sleepfoundation.org/physical-activity/exercise-and-sleep

Waehner, P. (2021). How Exercise Affects Fertility. [online] Tersedia di: https://www.verywellfit.com/how-exercise-can-help-or-hurt-fertility-1230911

Artikel Lainnya