JAGA KONSISTENSI OLAHRAGA, PERHATIKAN 3 HAL PENTING BERIKUT!

Ladies, banyak orang yang termotivasi untuk memulai olahraga, tapi banyak yang gagal melanjutkannya. Apakah kamu juga termasuk demikian?

Sekitar 50% individu yang memulai program aktivitas fisik reguler, berhenti setelah 6 bulan pertama. Mereka memiliki motivasi partisipasi latihan, tapi kekurangan motivasi kepatuhan latihan, yang merupakan komponen dalam konsistensi berolahraga.

Masalah terbesar yang kerap dihadapi kebanyakan orang dalam berolahraga ialah mempertahankan konsistensinya. Padahal konsistensi merupakan sesuatu hal paling mendasar yang memengaruhi keberhasilan kamu dalam berolahraga dan mencapai tujuanmu. Sebaik apapun program latihan yang kamu lakukan, tidak akan optimal jika kamu tidak konsisten menjalaninya.

Lantas, bagaimana caranya untuk menjaga konsistensi dalam berolahraga?

Untuk menjaga konsistensi dalam berolahraga, ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu realistis, menyenangkan dan fleksibel.

1. Realistis

Dalam memulai olahraga tentu kita harus realistis, termasuk dalam membuat jadwal latihan. Hal pertama yang perlu diperhatikan saat merencanakan pelatihan ialah jadwal dan waktu yang kita miliki. Kita perlu memikirkan jadwal kita dari minggu ke minggu dan hari ke hari, kapan kita memiliki waktu luang untuk berolahraga. Pastikan bahwa jadwal yang kita buat sesuai dengan waktu yang kita miliki.

Mungkin kamu menganggap latihan yang dilakukan setiap hari itu sempurna dan bisa memberikan hasil optimal, tapi jika kamu hanya punya 4 hari, maka latihan setiap hari bukanlah pilihan. Fokuslah pada apa yang bisa kamu lakukan dan sesuaikan dengan waktu yang kamu miliki. Sangat penting untuk memikirkan apa yang secara realistis dapat kita lakukan dalam jangka pajang. Ingat konsistensilah yang membuat kemajuan bukan kesempurnaan.

2. Menyenangkan

Ladies, bagaimana perasaanmu ketika kamu melakukan suatu kegiatan yang kamu sukai dan menyenangkan? Tentu kamu ingin melakukannya lagi bukan? Sama halnya dengan olahraga, ketika kamu menjalani olahraga yang kamu senangi dan bisa kamu nikmati, tentu kamu ingin melakukannya lagi dan lagi. Misalnya, ketika kamu menikmati olahraga badminton yang kamu lakukan bersama teman-temanmu, tentu kamu tidak sabar menantikan jadwal latihan berikutnya lagi bukan? Kesenangan yang kita dapatkan saat berolahraga bisa membantu menciptakan siklus kenikmatan yang positif, dengan mendorong pelatihan yang lebih baik dan menghasilkan kemajuan. Dengan adanya kemajuan akan membuat pelatihan lebih menyenangkan dan lebih terasa mudah untuk dilakukan.

Suatu penelitian membandingkan antara 2 kelompok, di mana kelompok “tujuan akhir” diinstruksikan untuk memotivasi diri sendiri dengan berfokus pada apa yang akhirnya mereka capai dengan melakukan latihan tertentu, sementara kelompok “berorientasi proses” diinstruksikan untuk fokus pada perasaan positif yang mereka miliki saat melakukan latihan. Hasil penelitian menunjukkan mereka yang hanya fokus pada tujuan akhir, bukan prosesnya, justru mencapai tujuan mereka dengan kurang konsisten. Dengan kata lain, menikmati proses akan membuat kita lebih konsisten dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Hal ini tentu akan lebih sustainable. Berhenti memikirkan latihan apa yang paling optimal untuk menurunkan berat badan, atau latihan apa yang paling optimal membentuk massa otot, dan lain sebagainya. Percuma jika kita tidak menyukainya, yang ada malah kita cenderung malas dan kurang maksimal dalam melakukannya.

3. Fleksibilitas

Fleksibilitas merupakan syarat dari dua syarat sebelumnya. Ini memungkinkan kamu untuk menikmati latihan dan membuatnya realistis. Adakalanya situasi berubah tak sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Misalkan seperti ketika ada begitu banyak tekanan di lingkungan pekerjaan yang membuat kamu harus lembur dan stres. Kondisi ini bisa mengganggu rencana latihan yang kamu buat sebelumnya. Tapi, bukan berarti kamu harus kaku mengikuti jadwal yang telah kamu buat, di sinilah fleksibilitas diperlukan.

Ketika kamu sudah mengatur jadwal latihan, ikuti sesuai rencana ketika kamu bisa melakukannya. Tapi, jika kamu memiliki hari di mana kamu merasa stres, lemah, lelah, dan kehabisan energi, maka kamu bisa sesuaikan jenis latihan yang kamu lakukan dan waktu yang kamu miliki. Katakanlah dalam rencana kamu sebelumnya, kamu harusnya melakukan 1 jam olahraga berupa HIIT dan latihan beban. Tapi, karena kamu harus lembur, sehingga kamu hanya memiliki waktu 30 menit dan merasa kekurangan energi, maka kamu bisa lakukan latihan dengan intensitas yang lebih ringan dengan durasi yang lebih singkat. Hal yang perlu diingat ladies, jangan jadikan fleksibilitas ini sebagai alasan kamu untuk melewatkan latihan. Karena kebanyakan orang kerap melewatkan jadwal latihan mereka ketika mereka sangat sibuk.

Ladies, itulah 3 hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam menjaga konsistensi berolahraga. Ingat dan pastikan bahwa program latihan yang kamu buat harus sesuai dengan keadaan kehidupan kamu sehari-hari, pertimbangkan preferensi kamu dalam memilih jenis latihan yang akan kamu lakukan, dan fleksibel untuk menghadapi kondisi atau situasi yang tak terduga yang bisa memengaruhi latihan kamu.

Sumber:

Helms, E., Valdez, A., & Morgan, A. (2018). THE MUSCLE & STRENGTH PYRAMID: TRAINING (2nd ed.).

Human Kinetics. (n.d). THE THREE COMPONENTS OF MOTIVATION AFFECT EXERCISE ADHERENCE. [online] Tersedia di: https://canada.humankinetics.com/blogs/excerpt/the-three-components-of-motivation-affect-exercise-adherence

Artikel Lainnya