Berapa Banyak Kolagen yang Dibutuhkan Setiap Hari?

Pernah bercermin di pagi hari dan menyadari kulit terasa lebih kering atau kurang kenyal dibandingkan sebelumnya? Kamu mungkin mulai mencari cara untuk merawat kulit dari dalam. Salah satu yang semakin populer adalah kolagen.

Kini, pilihan produk kolagen semakin beragam. Mulai dari suplemen, minuman kolagen, hingga susu rendah lemak yang diperkaya kolagen. Namun, di tengah banyaknya pilihan tersebut, muncul pertanyaan penting: berapa banyak kolagen yang sebenarnya perlu dikonsumsi setiap hari?

Jawabannya tidak sesederhana “semakin banyak kolagen, semakin baik hasilnya”, karena dosis yang tepat bergantung pada tujuan konsumsi, jenis kolagen, formulasi produk, serta bukti ilmiah yang tersedia.

Merawat diri seharusnya menjadi bagian menyenangkan dari keseharian. Kamu bisa tetap aktif, bebas bergerak, dan percaya diri tanpa harus mengikuti setiap tren kecantikan yang muncul.

Apa Itu Kolagen dan Mengapa Penting bagi Kulit?

Kolagen merupakan protein struktural yang terdapat pada kulit, tulang, tendon, ligamen, dan jaringan ikat lainnya. Pada kulit, kolagen membantu mempertahankan struktur dan mendukung kekencangan serta elastisitasnya.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami tubuh mengalami perubahan. Paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, dan faktor lingkungan juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Perubahan tersebut dapat terlihat melalui garis halus, berkurangnya elastisitas, dan kulit yang terasa lebih kering.

Kolagen yang dikonsumsi akan dicerna menjadi asam amino dan peptida yang lebih kecil. Sebagian peptida dapat diserap dan masuk ke sirkulasi darah. Namun, hal ini tidak berarti seluruh kolagen yang dikonsumsi langsung menuju kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa kolagen oral, khususnya kolagen terhidrolisis, berpotensi membantu meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit. Meski demikian, hasilnya bervariasi dan masih memerlukan penelitian berkualitas tinggi untuk memastikan besarnya manfaat (Choi et al., 2019).

Karena itu, kolagen dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung perawatan kulit, tetapi hasilnya tetap dipengaruhi pola makan, kualitas tidur, perlindungan terhadap sinar matahari, dan kebiasaan sehari-hari.

Berapa Dosis Kolagen yang Ideal per Hari?

Sejumlah penelitian pada manusia yang mengevaluasi manfaat kolagen oral untuk kulit menggunakan dosis sekitar 1-10 gram per hari. Dosis yang digunakan berbeda-beda bergantung pada formulasi, tujuan penelitian, dan durasi konsumsi.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis Danessa et al. (2025) mengevaluasi 10 uji klinis acak dengan total 646 peserta. Penelitian tersebut melaporkan potensi manfaat kolagen terhadap hidrasi dan elastisitas kulit.

Berikut gambaran dosis yang digunakan dalam penelitian:

  • 1-2,5 gram per hari: termasuk dosis yang digunakan dalam sejumlah penelitian kolagen oral.
  • Sekitar 3-5 gram per hari: mencakup dosis yang umum dijumpai dalam beberapa uji klinis.
  • Hingga 10 gram per hari: digunakan dalam sebagian penelitian, tetapi tidak berarti semua orang perlu mengonsumsi sebanyak ini.

Penting untuk dipahami bahwa angka tersebut merupakan gambaran dosis penelitian, bukan rekomendasi kebutuhan harian resmi untuk semua orang dewasa. Hingga kini, belum ada satu dosis optimal kolagen yang ditetapkan secara universal untuk tujuan kecantikan kulit.

Apakah semakin tinggi dosis kolagen akan memberikan hasil yang lebih baik? Belum tentu. Hasil penelitian belum cukup untuk memastikan bahwa dosis yang lebih tinggi selalu memberikan manfaat lebih besar.

Jadi, sebelum memilih suplemen atau susu rendah lemak dengan kolagen, perhatikan jumlah kolagen per sajian, informasi pada label, dan tujuan konsumsimu.

Apa Kata Penelitian tentang Manfaat Kolagen?

Bukti ilmiah mengenai kolagen oral cukup menjanjikan, tetapi hasilnya perlu dibaca secara menyeluruh.

Choi et al. (2019) menemukan bahwa suplementasi kolagen oral berpotensi memperbaiki hidrasi dan elastisitas kulit berdasarkan sejumlah penelitian klinis. Meta-analisis Danessa et al. (2025) juga melaporkan hasil yang mendukung potensi manfaat tersebut.

Namun, terdapat temuan yang perlu menjadi perhatian. Myung et al. (2025) melaporkan bahwa manfaat kolagen terhadap hidrasi, elastisitas, dan kerutan tidak terlihat signifikan pada kelompok penelitian tanpa pendanaan industri maupun pada penelitian berkualitas tinggi.

Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa bukti ilmiah masih berkembang. Sebagian penelitian menggunakan jumlah peserta yang terbatas, formulasi kolagen yang berbeda, serta durasi intervensi yang tidak sama.

Artinya, kolagen berpotensi menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit, tetapi belum dapat dianggap sebagai solusi tunggal untuk mengatasi penuaan kulit.

Tidak perlu terburu-buru mengejar hasil yang instan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap penting untuk mendukung kesehatan kulit dan membuatmu lebih percaya diri.

Bovine Collagen dan Hydrolyzed Collagen, Apa Bedanya?

Saat membaca label produk, kamu mungkin menemukan istilah bovine collagen dan hydrolyzed collagen. Keduanya memiliki arti berbeda.

Bovine collagen merupakan kolagen yang berasal dari sapi. Kolagen dari sumber ini umumnya mengandung tipe I dan tipe III, yang terdapat pada kulit dan berbagai jaringan ikat.

Sementara itu, hydrolyzed collagen adalah kolagen yang telah melalui proses hidrolisis sehingga terurai menjadi fragmen protein yang lebih kecil, yang sering disebut peptida kolagen. Proses ini membantu kolagen lebih mudah larut dalam berbagai formulasi minuman.

Walaupun karakteristik tersebut membuat kolagen terhidrolisis praktis digunakan dalam produk minuman, proses hidrolisis tidak otomatis menjamin manfaat tertentu. Hasilnya tetap bergantung pada karakteristik produk, dosis, dan bukti klinis yang tersedia.

Karena itu, pilih produk dengan informasi komposisi dan jumlah kolagen yang jelas. Pertimbangkan juga kandungan gizi lain yang dapat membantu melengkapi kebutuhan sehari-hari.

Kolagen Saja Tidak Cukup untuk Merawat Kulit

Perawatan kulit dari dalam tidak harus rumit. Ada beberapa kebiasaan yang dapat kamu lakukan untuk mendukung kesehatan tubuh sekaligus menjaga kulit tetap terawat.

  1. Penuhi kebutuhan protein harian.

Protein menyediakan asam amino yang diperlukan tubuh untuk membentuk dan memperbaiki jaringan. Kamu bisa mendapatkannya dari telur, ikan, daging tanpa lemak, susu, tahu, tempe, dan kedelai.

  1. Konsumsi makanan kaya vitamin C.

Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen normal. Jambu biji, jeruk, kiwi, brokoli, dan paprika merupakan beberapa pilihan makanan yang mengandung vitamin C.

  1. Lindungi kulit dari sinar matahari.

Gunakan tabir surya dengan perlindungan yang sesuai, pakaian pelindung, dan kebiasaan mencari tempat teduh untuk membantu mengurangi paparan sinar ultraviolet.

  1. Tidur cukup dan aktif bergerak.

Istirahat yang memadai dan aktivitas fisik teratur mendukung kesehatan secara keseluruhan. Dengan tubuh yang terjaga kesehatannya, kamu dapat menjalani berbagai kegiatan dengan lebih nyaman, bebas bergerak, dan percaya diri.

  1. Pilih makanan dan minuman sesuai kebutuhan.

Pola makan seimbang membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Jika ingin menjaga tubuh tetap ideal, kamu dapat memperhatikan porsi makan dan kandungan energi tanpa melakukan pembatasan yang berlebihan.

Susu rendah lemak bisa menjadi pilihan praktis untuk melengkapi asupan harian. Namun, tetap perhatikan kandungan energi, protein, gula, serat, dan zat gizi lainnya pada label produk.

WRP Low Fat Milk, Pilihan Praktis untuk Perempuan Aktif

Di tengah kesibukan kerja, kuliah, olahraga, dan aktivitas sosial, pilihan makanan serta minuman yang praktis dapat membantu menjaga rutinitas tetap teratur.

WRP Low Fat Milk Collagen adalah salah satu pilihan susu rendah lemak yang dapat melengkapi pola makan sehari-hari karena:

  • Rendah lemak, untuk pilihan minuman dengan kandungan lemak lebih rendah.
  • Sumber serat, untuk membantu melengkapi asupan serat harian.
  • Tinggi kalsium, yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • Mengandung protein, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein harian.
  • 12 vitamin dan 10 mineral, untuk membantu melengkapi asupan zat gizi.
  • Kemasan sachet praktis, yang mudah dibawa saat beraktivitas.

Mengenal Kolagen dalam WRP Low Fat Milk Collagen

Kalau Ladies yang tertarik coba susu rendah lemak dengan kolagen, WRP Low Fat Milk adalah jawabannya. Produk ini menggunakan bovine collagen terhidrolisis, yang satu sajian mengandung kolagen 200 mg.

Berapa Lama Kolagen Menunjukkan Hasil?

Wajar jika kamu ingin mengetahui kapan hasil konsumsi kolagen mulai terlihat. Dalam penelitian, intervensi kolagen oral umumnya berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sebagian studi mengevaluasi hasil setelah sekitar 8-12 minggu.

Namun, durasi tersebut tidak menjamin semua orang akan mendapatkan hasil yang sama. Kondisi awal kulit, usia, paparan matahari, asupan zat gizi, dan formulasi produk dapat memengaruhi hasil.

Karena itu, jangan terburu-buru menilai manfaat hanya dalam beberapa hari. Fokus pada kebiasaan yang dapat dipertahankan: makan beragam, tidur cukup, pakai tabir surya, aktif bergerak, dan memilih produk sesuai kebutuhan.

Kesimpulan: Rawat Diri, Tetap Aktif, dan Percaya Diri

Jadi, berapa banyak kolagen yang dibutuhkan setiap hari?

Sejumlah penelitian untuk kesehatan kulit menggunakan dosis sekitar 1-10 gram kolagen oral per hari. Namun, angka tersebut merupakan rentang dosis penelitian, bukan kebutuhan harian resmi untuk semua orang. Bukti ilmiah mengenai manfaat kolagen juga masih berkembang dan memerlukan penelitian berkualitas tinggi.

Jika Ladies mencari minuman praktis, susu rendah lemak dengan kolagen bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang. WRP Low Fat Milk mengandung 200 mg kolagen per sajian.

Merawat diri bukan sekadar mengejar kulit yang terlihat sempurna. Ini tentang memilih kebiasaan yang mendukung kesehatan, membuat tubuh terasa nyaman, dan membantumu menjalani aktivitas dengan percaya diri.

Kamu berhak menikmati kegiatan favorit, merasa nyaman dengan tubuhmu, dan tetap bebas bergerak mengejar hal-hal yang berarti bagimu.

Semua produk WRP lengkap dan aman dikonsumsi setiap hari. Kamu bisa dapatkan produk WRP di E-Commerce kesayangan kamu. So Ladies, let’s unlock your confidence!

 

 

 

Daftar Pustaka

Choi, F. D., Sung, C. T., Juhasz, M. L. W., & Mesinkovska, N. A. (2019). Oral collagen supplementation: A systematic review of dermatological applications. Journal of Drugs in Dermatology, 18(1), 9–16. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30681787/

Danessa, G., Notario, D., & Regina, R. (2025). Effects of collagen-based supplements on skin’s hydration and elasticity: A systematic review and meta-analysis. Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology, 91(6), 730–740. https://doi.org/10.25259/IJDVL_1165_2023

Myung, S.-K., et al. (2025). Effects of collagen supplements on skin aging: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40324552/

WRP. (n.d.). WRP Low Fat Milk Chocolate Hazelnut dengan Collagen. https://wrp.co.id/en/produk/wrp-low-fat-milk-chocolate-hazelnut/

 

Artikel Lainnya