Memasuki tahun 2026, tren kesehatan di kalangan Gen Z telah bergeser dari sekadar menjadi “kurus” menjadi memiliki tubuh yang strong, toned, dan fit. Fenomena menjamurnya running club di berbagai kota besar serta penuhnya studio Pilates menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya massa otot dan kekuatan fisik sedang berada di puncaknya.
Namun, latihan fisik yang intens tanpa didukung nutrisi yang presisi sering kali berujung pada rasa lelah berlebihan atau hasil yang tidak maksimal. Di sinilah peran susu protein menjadi sangat krusial. Tidak hanya soal membangun otot, penggunaan protein yang tepat sebelum dan sesudah olahraga adalah kunci untuk menjaga metabolisme tetap tinggi dan tubuh tetap kencang. Mari kita bedah rahasia nutrisi para atlet urban ini, terutama bagi kamu yang ingin tetap aktif selama bulan Ramadan.
Pre-Workout Proffee: Booster Energi dan Fokus Sebelum Sesi Pilates
Banyak dari kita yang merasa butuh “tendangan” energi sebelum memulai sesi Pilates yang membutuhkan konsentrasi tinggi pada core stability. Tren terbaru yang kini populer di media sosial adalah Proffee (Protein Coffee). Namun, bagi kamu yang ingin rasa lebih menyegarkan dan tidak terlalu berat bagi lambung, mencampurkan sumber protein dengan asupan yang tepat satu jam sebelum latihan adalah strategi jenius.
Mengkonsumsi susu protein sebelum olahraga berfungsi sebagai pre-workout booster. Protein menyediakan asam amino yang mencegah tubuh memecah jaringan otot sendiri untuk dijadikan energi selama latihan intens (Cintineo et al., 2018). Terlebih jika kamu sedang berpuasa, sesi olahraga satu jam setelah berbuka membutuhkan asupan yang bisa menjaga fokus tanpa membuat perut terasa penuh. Protein membantu menstabilkan kadar gula darah, sehingga kamu tidak mudah merasa pusing saat melakukan gerakan reformer atau mat Pilates yang menantang.
Golden Hour Recovery: Toning Otot Maksimal dan Anti-Pegal Setelah Running

Bagi para pelari di running club, tantangan terbesar adalah rasa pegal luar biasa pada hari berikutnya atau yang dikenal dengan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Rahasia untuk menghindari ini adalah dengan memanfaatkan Golden Hour—jendela waktu sekitar 30 hingga 60 menit setelah olahraga berakhir.
Pada masa ini, otot ibarat spons yang siap menyerap nutrisi dengan sangat cepat. Mengkonsumsi asupan tinggi protein setelah berlari sangat penting untuk proses muscle recovery atau pemulihan otot. Menurut penelitian oleh Jäger et al. (2017) dalam jurnal International Society of Sports Nutrition, pemberian protein segera setelah latihan secara signifikan mempercepat perbaikan sel otot yang rusak dan meningkatkan sintesis protein otot.
Hasilnya? Ototmu tidak hanya pulih lebih cepat, tapi juga terbentuk lebih kencang (toned). Inilah rahasia mengapa para pelari Gen Z tetap terlihat segar dan bertenaga meskipun memiliki jadwal latihan yang padat. Bagi wanita, asupan kalsium dalam susu protein juga menjadi nilai tambah untuk menjaga kepadatan tulang selama melakukan olahraga high-impact seperti lari.
Zero-Bloat Solution: Pilihan Protein Ringan Agar Perut Tetap Rata
Salah satu keluhan umum saat mengkonsumsi suplemen protein adalah rasa kembung atau bloating. Bagi wanita yang mengejar perut rata, kenyamanan pencernaan adalah prioritas. Kamu membutuhkan zero-bloat solution—asupan protein yang ringan, bebas lemak, dan mudah diserap oleh tubuh.
Memilih protein dengan jenis whey yang diformulasikan khusus untuk wanita sangat disarankan. Protein jenis ini memiliki struktur molekul yang lebih mudah dipecah, sehingga tidak mengendap lama di pencernaan. Selain itu, pastikan asupanmu juga mengandung fat burner alami seperti L-Carnitine. Zat ini membantu transportasi asam lemak ke dalam sel untuk diubah menjadi energi, sehingga membantu proses pembakaran lemak tubuh secara lebih efisien selama dan setelah kamu bergerak.
Tips Workout & Nutrisi Selama Bulan Ramadan
Ramadan 2026 segera tiba, dan ini bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Justru, dengan pengaturan strategi susu protein yang tepat, kamu bisa meraih hasil maksimal:
- Olahraga Sebelum Berbuka: Lakukan olahraga intensitas ringan hingga sedang (seperti jalan cepat atau Pilates) 60 menit sebelum waktu berbuka.
- Nutrisi Saat Sahur: Konsumsi protein satu jam setelah makan sahur atau sebagai penutup makan sahur untuk menjaga rasa kenyang lebih lama berkat kandungan protein kasein atau serat pendukung.
The New Formula is Coming!

Bicara soal asupan protein yang menyegarkan dan efektif, ada kabar gembira untuk kamu para pecinta Red Berries. WRP Body Shape Red Berries akan segera hadir dengan FORMULA BARU!
Minuman tinggi protein rasa beri merah ini dirancang khusus untuk membantu wanita menjaga tubuh ideal. Dalam formula baru nanti, rasanya akan jauh lebih enak dibandingkan formula sebelumnya, memberikan pengalaman minum yang lebih memuaskan namun tetap ringan di perut. Campuran rasa stroberi, kranberi, dan raspberinya memberikan sensasi segar yang luar biasa, cocok dijadikan reward setelah sesi latihan yang melelahkan.
WRP Body Shape Red Berries ini tidak hanya tinggi protein dan kalsium, tetapi juga tetap mempertahankan fitur unggulannya: tanpa kandungan lemak dan dilengkapi dengan L-carnitine sebagai fat burner. Selain itu, terdapat 12 Vitamin dan 10 Mineral yang siap membantu memenuhi kebutuhan gizi harianmu, bahkan saat sedang diet atau berpuasa.
Cara Konsumsi yang Praktis:
- Tuangkan 1 sachet ke dalam 200 ml air dingin.
- Aduk hingga larut atau gunakan shaker agar tekstur creamy-nya lebih keluar.
- Konsumsi 2 sachet per hari (1 jam sebelum dan 1 jam sesudah olahraga) untuk hasil optimal.
Kesimpulan: Konsistensi adalah Kunci
Mendapatkan badan kencang dan bugar bukan tentang diet ekstrem, melainkan tentang memahami kebutuhan tubuh akan nutrisi di waktu yang tepat. Dengan dukungan susu protein yang memiliki profil lengkap, kamu bisa tetap aktif di komunitas running atau studio Pilates favoritmu dengan penuh percaya diri.
Nantikan kehadiran formula baru dengan rasa lebih enak, WRP Body Shape Red Berries yang akan membawa rutinitas olahraga kamu ke level berikutnya. Ingat, Ladies, tubuh yang kuat adalah aset terbaikmu di masa depan. Stay active, Stay Healthy, Stay Gorgeous and Unlock Your Confidence!
Daftar Pustaka
Cintineo, H. P., Arent, M. A., Antonio, J., & Arent, S. M. (2018). Effects of Protein Supplementation on Performance and Recovery in Resistance and Endurance Training. Frontiers in Nutrition, 5, 83. doi:https://doi.org/10.3389/fnut.2018.00083
Jäger, R., Kerksick, C. M., Campbell, B. I., Cribb, P. J., Wells, S. D., Skwiat, T. M., … & Antonio, J. (2017). International Society of Sports Nutrition Position Stand: Protein and Exercise. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 14(1), 20. doi:https://doi.org/10.1186/s12970-017-0177-8
Kerksick, C. M., Arent, S., Schoenfeld, B. J., Stout, J. R., Campbell, B., Wilborn, C. D., … & Antonio, J. (2017). International Society of Sports Nutrition Position Stand: Nutrient Timing. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 14(1), 33. doi:https://doi.org/10.1186/s12970-017-0189-4
Westerterp, K. R. (2004). Diet Induced Thermogenesis. Nutrition & Metabolism, 1(1), 5. https://doi.org/10.1186/1743-7075-1-5
WRP Indonesia. (2026). Product Knowledge: WRP Body Shape Red Berries New Formula Specification. Jakarta: WRP Research & Development Division.

Anggita Nurmallasari, S.Gz., Dietisien merupakan lulusan gizi dari Universitas Negeri Semarang dan melanjutkan pendidikan profesi dietisien di IPB University. Memiliki pengalaman dietetik di beberapa level (komunitas, industri, olahraga, rumah sakit, dan catering) dan saat ini berperan aktif di WRP Indonesia dalam branding activity, pembuatan konten, dan penulisan artikel ilmiah.






