Olivia Rodrigo, nama itu sudah cukup untuk membuat jutaan orang berhenti scroll dan mulai membaca. Dari lagu drivers license yang menghancurkan hati siapa pun yang pernah patah cinta, sampai album GUTS yang meledak di seluruh penjuru dunia, Olivia Rodrigo membuktikan bahwa perempuan muda bisa memiliki segalanya. Suara yang memukau, karier yang meroket, dan tubuh yang sehat serta bebas bergerak ke mana pun ia mau. Tapi apa sebenarnya yang ada di balik piring makannya? Apa yang ia minum saat pagi hari sebelum naik panggung? dan yang paling penting, bagaimana kita, perempuan Indonesia, bisa mengambil pelajaran dari pola makannya untuk hidup lebih sehat dan tetap bebas bergerak aktif setiap hari? Artikel ini akan mengupas tuntas diet Olivia Rodrigo berdasarkan wawancara, konten yang ia bagikan di media sosial, serta didukung dengan temuan ilmiah dari jurnal internasional terpercaya. Siapkan dirimu, karena ini lebih dari sekadar gosip diet selebriti.
Siapa Olivia Rodrigo dan Mengapa Diet-nya Jadi Viral?
Olivia Isabel Rodrigo lahir pada 20 Februari 2003 di Temecula, California, Amerika Serikat. Ia memiliki latar belakang keturunan Filipina dari pihak ayahnya, sesuatu yang ia banggakan dengan mengonsumsi makanan khas Asia Tenggara secara rutin. Pada usia 20 tahun, ia sudah meraih Grammy Awards, menjual jutaan tiket konser, dan menjadi wajah generasi Z yang paling dibicarakan dunia. Menariknya, di tengah jadwal yang padat gila-gilaan, Olivia tetap terlihat segar, energetik, dan bebas bergerak di atas panggung selama berjam-jam. Di internet, tren ‘eating like Olivia Rodrigo‘ sudah ditonton lebih dari 14 juta kali di berbagai platform. Orang-orang penasaran, apakah diet seorang bintang pop dunia bisa ditiru oleh orang biasa? jawabannya, tentunya iya.
Filosofi Makan Olivia: Makan untuk Hidup, Hidup untuk Bebas Bergerak
Satu hal yang langsung terasa dari pola makan Olivia adalah ia makan untuk merasakan hidup, bukan untuk menyiksa dirinya sendiri. Ia percaya pada keseimbangan, makan makanan bergizi di sebagian besar waktu, lalu menikmati pizza, es krim, atau cokelat tanpa rasa bersalah di waktu yang lain. Bukan sekadar filosofi hidup yang terdengar bagus di podcast. Ini didukung oleh ilmu pengetahuan. Sebuah studi komprehensif yang diterbitkan di jurnal Foods pada tahun 2021 dan dapat diakses secara bebas di PubMed Central menunjukkan bahwa pola makan berbasis tanaman yang fleksibel, seperti yang dijalani Olivia, terbukti efektif dalam mengontrol berat badan sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin dan kesehatan usus. Penelitian ini menganalisis data dari PubMed, Web of Science, Scopus, dan Embase, menjadikannya salah satu review paling solid di bidang ini. Lebih mengesankan lagi, sebuah systematic review yang baru diterbitkan di jurnal Cureus pada Februari 2025 dan tersedia gratis di NIH menganalisis 32 studi longitudinal dan menemukan bahwa pola makan berbasis tanaman secara konsisten memberikan manfaat pada pengelolaan berat badan, kesehatan metabolik, dan komposisi mikrobiom usus. Artinya? Cara makan Olivia Rodrigo tidak hanya terlihat bagus di Instagram. Secara saintifik, ini terbukti bekerja.
Menu Harian Olivia Rodrigo: Dari Pagi hingga Malam
Sarapan: Avocado Toast yang Tidak Pernah Membosankan

Olivia memulai harinya dengan avocado toast di atas roti gandum utuh. Kedengarannya sederhana, tapi kandungan gizinya luar biasa. Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung, sementara roti gandum utuh menyediakan serat yang membuat rasa kenyang bertahan lama. Ia menambahkan tomat ceri yang dipotong dua, sedikit garam laut, dan sesekali tetesan balsamic glaze untuk memberikan rasa lebih kompleks. Sarapan seperti ini memberikan energi stabil untuk memulai hari dan menjaga tubuhnya tetap bebas bergerak tanpa rasa lemas di tengah hari.
Makan Siang: Quinoa Salad Penuh Warna
Untuk makan siang, Olivia dikenal menyukai quinoa salad yang kaya warna. Quinoa dipadukan dengan kacang hitam, jagung manis, paprika merah dan kuning, lalu disiram dengan saus lime vinaigrette yang segar. Menu ini adalah kombinasi sempurna antara protein nabati, serat kompleks, dan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah. Menariknya, quinoa adalah salah satu dari sangat sedikit sumber protein nabati yang mengandung sembilan asam amino esensial lengkap, menjadikannya pilihan cerdas bagi mereka yang menjalani pola makan vegetarian seperti Olivia.
Camilan Sore: Buah-buahan Segar
Olivia sangat menyukai stroberi dan semangka sebagai camilan sore. Kedua buah ini kaya vitamin C, antioksidan, dan kandungan air yang tinggi. Hidrasi yang cukup adalah salah satu kunci Olivia untuk tetap vokal dan bebas bergerak aktif di atas panggung.
Makan Malam: Sentuhan Filipina yang Menghangatkan Jiwa
Ini bagian yang paling menyentuh dari pola makan Olivia. Ia dengan bangga memasukkan masakan Filipina ke dalam rutinitas hariannya. Sinangag, nasi goreng bawang putih khas Filipina, sering hadir di meja makannya bersama tomat ceri dan salad hijau. Sesekali ia juga menikmati vegetable lumpia dengan tahu dan buncis. Pilihan ini bukan sekadar nostalgia budaya. Bawang putih yang menjadi bahan utama sinangag mengandung allicin, senyawa bioaktif yang terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Olivia dan Latihan Fisik: Bergerak dengan Gembira

Diet Olivia tidak akan sempurna tanpa aktivitas fisiknya. Ia dikenal sebagai penggemar Pilates, yang ia lakukan secara rutin untuk membangun kekuatan inti, memperbaiki postur, dan menjaga tubuhnya tetap lentur dan bebas bergerak tanpa cedera. Pilates adalah latihan yang sangat baik karena melatih hampir semua kelompok otot kecil yang sering diabaikan dalam latihan konvensional. Selain Pilates, Olivia melakukan joging ringan di sore hari. Meski ia pernah bercanda bahwa ia bukan pelari yang handal, ia tetap melakukannya karena manfaatnya untuk kesehatan jantung dan untuk menjernihkan pikiran yang penuh tekanan kerja. Tentu saja, perform di atas panggung selama berjam-jam adalah latihan kardio paling intens yang bisa dilakukan siapa pun. Bergerak mengikuti irama musik, menari, dan bernyanyi secara bersamaan membutuhkan stamina luar biasa yang hanya bisa dibangun dengan pola hidup yang konsisten.
Apa yang Bisa Kita Tiru? Susu Diet dan Gaya Hidup Bebas Bergerak untuk Perempuan Indonesia
Untuk perempuan Indonesia yang ingin memulai perjalanan diet dengan cara yang praktis dan tetap bebas bergerak aktif sepanjang hari, susu diet WRP bisa menjadi jembatan yang sangat relevan. Susu diet ini diformulasikan khusus dengan kandungan protein tinggi dan kalori terkontrol, sehingga mampu membantu menciptakan defisit kalori yang dibutuhkan untuk penurunan berat badan tanpa membuat tubuh lemas atau kehilangan massa otot. Susu diet WRP Meal Replacement dapat dikonsumsi sebagai pengganti sarapan atau makan malam. Dalam satu sajian, kamu mendapatkan kandungan gizi yang seimbang karena tingg protein untuk menjaga massa otot, tinggi kalsium untuk menutrisi tulang dan gigi, lalu tinggi serat agar kenyang lebih lama dan kesehatan pencernaan terjaga. Ini persis seperti filosofi makan Olivia, yaitu terpenuhi kebutuhan zat gizinya, terkontrol kalorinya, dan yang paling penting, tubuh tetap bebas bergerak tanpa rasa lelah yang menggerogoti semangat.

Sementara bagi kamu yang sudah aktif berolahraga dan ingin membentuk tubuh lebih kencang seperti rutinitas Pilates Olivia, WRP Active Body Shape hadir sebagai susu tinggi protein yang dirancang khusus untuk mendukung pembentukan otot sambil menjaga berat badan ideal. Kandungan L-Carnitin di dalamnya membantu meningkatkan metabolisme pembakaran lemak, sehingga setiap gerakan latihan yang kamu lakukan menjadi lebih efisien. Ladies bisa dapatkan produk WRP di E-Commerce terdekat dan let’s unlock your confidence Ladies!.
DAFTAR PUSTAKA
Almuntashiri, S. A., Alsubaie, F. F., & Alotaybi, M. (2025). Plant-based diets and their role in preventive medicine: A systematic review of evidence-based insights for reducing disease risk. Cureus, 17(2), e78629. https://doi.org/10.7759/cureus.78629
Attard, R. (2025, December 17). Olivia Rodrigo’s diet and workout routine. Rachael Attard. https://www.rachaelattard.com/olivia-rodrigo-diet-and-workout-routine/
Halodoc. (2025). Susu WRP untuk diet: Kurus tanpa ribet. https://www.halodoc.com/artikel/susu-wrp-untuk-diet-kurus-tanpa-ribet
Ivanova, S., Delattre, C., Karcheva-Bahchevanska, D., Benbasat, N., Nalbantova, V., & Ivanov, K. (2021). Plant-based diet as a strategy for weight control. Foods, 10(12), 3052. https://doi.org/10.3390/foods10123052
Radhakrishnan, A., & Haymart, M. R. (2024). A review of plant-based diets for obesity management. Endocrine Practice, 30(5), 476-478. https://doi.org/10.1016/j.eprac.2024.04.020
Style Upside. (2024, February 10). Olivia Rodrigo diet and workout plan. https://styleupside.com/workout-programs/olivia-rodrigo-diet-workout/
WRP Indonesia. (2025). Susu diet WRP: Sarapan sat-set yang bikin kenyang. https://wrp.co.id/en/susu-diet-wrp-sarapan-sat-set-yang-bikin-kenyang/
Wisniewska, K., Okrȩglicka, K. M., Paskudzka, M., Jagielska, A. M., Bober, J., Oczkowski, M., Ciepiela, O., & Nitsch-Osuch, A. (2025). The VEGPREV study: Effectiveness of four plant-based diets on weight loss, metabolic syndrome components and appetitive traits in overweight and obese individuals. Frontiers in Nutrition, 12, 1677496. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1677496

Citra Tanani, S.Gz adalah Ahli Gizi lulusan Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Institut Pertanian Bogor serta Ilmu Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia. Aktif sebagai konten kreator edukasi gizi dengan fokus pada pola makan seimbang dan gaya hidup sehat yang aplikatif.






