MENGENAL CAMELLIA SINENSIS EXTRACT, EKSTRAK DAUN TEH HIJAU YANG BERMANFAAT UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN

LadiesCamellia sinensis extract atau ekstrak daun teh menjadi populer karena manfaat kesehatannya, terutama teh hijau. Salah satu manfaatnya ialah bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini membuat banyak orang yang menjalani diet, mulai mengonsumsi teh hijau, atau produk yang mengandung ekstrak daun teh hijau.

Bagaimana ekstrak teh hijau bisa membantu menurunkan berat badan? Yuk cari tau jawabannya pada ulasan berikut!

Apa Saja Kandungan di Dalam Camellia sinensis Extract?

Camellia sinensis extract (ekstra daun teh hijau) kaya akan senyawa bioaktif yang bukan hanya bertanggung jawab atas aroma, rasa, dan warna teh, tetapi juga manfaat kesehatan. Berikut ini beberapa kandungan utama di dalam ektrak daun teh hijau.

Katekin

Katekin adalah salah satu senyawa aktif utama yang terdapat di tanaman Camellia sinensis. Katekin termasuk ke dalam flavonoid, yang merupakan salah satu jenis polifenol yang memiliki sifat antioksidan yang kuat. Antioksidan bermanfaat untuk menangkal radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif, sehingga mencegah terjadinya penyakit kronis, termasuk kanker.

Ada 4 jenis katekin yang terkandung di dalam Camellia sinensis extract, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG), epigallocatechin (EGC), epicatechin gallate (ECG), dan epicatechin (EC). Di antara semuanya, EGCG adalah yang paling kuat dan dominan, yang menyusun sekitar 50-80% katekin.

Kafein

Kafein merupakan senyawa stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kelelahan dan meningkatkan performa olahraga. Namun, mengonsumsinya berlebihan dapat menyebabkan efek kesehatan yang berpotensi berbahaya, seperti detak jantung yang tidak teratur. Tapi, ladies tenang saja, kandungan kafein dalam teh kecil, sekitar 3-6% dalam secangkir teh hijau.

L-theanine

L-theanine adalah asam amino non-protein yang berasal dari tanaman teh dan merupakan asam amino paling melimpah (sekitar 50%) dalam teh hijau. L-theanine berkontribusi pada rasa dan aroma khas yang dimiliki teh. L-theanine juga bertanggung jawab atas efek relaksasi teh, yang membantu meningkatkan konsentrasi dan kemampuan belajar. Selain itu, L-theanine juga memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan, yang dikaitkan dengan fungsi kekebalan tubuh.

Kandungan lainnya

Disamping ketiga komponen utama yang telah disebutkan sebelumnya, ekstrak daun teh hijau juga mengandung zat gizi seperti vitamin A, B, C, E, dan K, asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6, dan mineral termasuk magnesium, kalsium, zat besi, zink, dan selenium, untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian.

Camellia sinensis Extract dan Penurunan Berat Badan

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan katekin, terutama EGCG dalam Camellia sinensis extract bermanfaat untuk membantu penurunan berat badan, dengan menekan nafsu makan dan membantu mengurangi penyerapan lemak dan karbohidrat, serta meningkatkan pembakaran lemak dan karbohidrat menjadi energi. Selain itu, kandungan kafein di dalamnya juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme lemak. Kafein dikenal sebagai fat burner alami yang mampu meningkatkan pembakaran lemak tubuh menjadi energi, sehingga membantu penurunan berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek penurunan berat badan meningkat ketika seseorang mengonsumsi gabungan EGCG dan kafein, seperti yang terkandung dalam Camellia sinensis extract. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa konsumsi minuman yang mengandung katekin 625 mg per hari yang dikombinasikan dengan latihan intensitas sedang (min. 180 menit per minggu) dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

Manfaat Lain Camellia sinensis Extract

Selain bermanfaat dalam membantu penurunan berat badan, Camellia sinensis extract juga memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya:

1. Menjaga kesehatan kulit

Ekstrak daun teh hijau kaya akan antioksidan yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi ultraviolet, yang menyebabkan kulit terbakar dan dapat menyebaban penuaan kulit dini dan kanker kulit. Ekstrak daun teh hijau telah digunakan untuk meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit, ditambah lagi dapat meningkatkan aliran darah untuk melindungi lapisan luar kulit. Selain itu, ekstrak daun teh hijau ini juga bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan dapat mengurangi produksi sebum (minyak) berlebih di wajah.

2. Mencegah penyakit jantung

Kandungan katekin dan L-theanine di dalam ekstrak daun teh hijau bermanfaat untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Hal ini berkaitan dengan kemampuannya dalam mengurangi kadar kolesterol, terutama kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Kandungan katekin di dalamnya mampu mencegah pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah arteri. Selain itu, ekstrak daun teh hijau juga dapat memberikan efek relaksasi bagi pembuluh darah dan meningkatkan fungsi pembuluh darah, sehingga membantu menurunkan tekanan darah.

3. Mencegah kanker

Selain memiliki sifat anti obesitas, ekstrak daun teh hijau juga memiliki sifat anti kanker. Ini berkat kandungan katekin di dalamnya, terutama EGCG. EGCG meningkatkan aktivitas enzim antioksidan dalam tubuh, yang menetralisir radikal bebas. Sebab, paparan radikal bebas yang berlebihan dapat merusak DNA, dan berkontribusi pada perkembangan kanker.

4. Meningkatkan sistem imun

L-theanine dan EGCG berperan dalam meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. L-theanine berpotensi meningkatkan produksi sel T, sel darah putih yang berperan melawan penyakit. Selain itu, EGCG dapat mendukung respons kekebalan alami tubuh dalam menghadapi virus dan infeksi.

5. Mengurangi stres

Manfaat ini diperoleh dari L-theanine yang terdapat di dalam Camellia sinensis extract. L-theanine dapat memberikan efek relaksasi dan mengurangi kecemasan dengan meningkatkan kadar dopamine dan serotonin. Kedua hormon yang dapat memengaruhi suasana hati. L-theanine juga meningkatkan produksi gelombang alfa, yang digunakan para peneliti sebagai ukuran relaksasi.

Adakah Efek Sampingnya?

Camellia sinensis extract dianggap aman untuk kebanyakan orang, tetapi mungkin dapat memicu beberapa efek samping, seperti berikut:

  • Kegelisahan dan sakit kepala – kafein dalam ekstrak daun teh hijau dapat menyebabkan kegelisahan dan sakit kepala. Kita perlu membatasi asupan kafein per hari maksimal 400 mg. Namun, kandungan pada ekstrak daun teh hijau umumnya sangat kecil, contohnya pada 1 kapsul suplemen ekstrak teh hijau mengandung 200-210 katekin dengan 5-6 mg kafein.
  • Masalah pencernaan – penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak teh hijau dosis tinggi, dengan kandungan katekin >1300 mg (EGCG >800 mg) per hari, dapat menimbulkan efek samping seperti perut kembung hingga diare.
  • Kerusakan hati – dalam kasus yang sangat jarang, konsumsi ekstrak teh hijau dapat menyebabkan toksisitas hati. Efek toksik ini terjadi karena tingkat EGCG yang tinggi yang berinteraksi dengan obat-obatan atau kondisi tertentu yang terkait dengan metabolisme seseorang. Penelitian menunjukkan toksisitas hati dapat terjadi dengan asupan ekstrak teh hijau (EGCG) mulai dari 700 hingga 2.100 mg per hari, namun kerusakan hati dapat terjadi pada dosis yang lebih rendah dari 140 hingga 1.000 mg per hari. United States Pharmacopeia mensyaratkan pencantuman peringatan pada label bubuk ekstrak teh hijau sebagai berikut: “Jangan konsumsi dengan perut kosong. Jangan gunakan jika Anda memiliki masalah hati, dan hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala masalah hati, seperti sakit perut, urin berwarna gelap, atau penyakit kuning (kulit atau mata menguning)”.

Ladies, itulah seputar Camellia sinensis extract, yang ternyata memiliki banyak manfaat, mulai dari membantu menurunkan berat badan, mencegah penyakit jantung dan kanker, meningkatkan kesehatan kulit, hingga meredakan stres. Jika kamu tertarik mengonsumsi suplemen yang mengandung Camellia sinensis extract, jangan lupa untuk konsultasi dengan ahli gizi atau dokter terlebih dahulu ya.

Sumber:

Aboulwafa, Youssef, Gad, Altyar, Al-Azizi, & Ashour. (2019). A Comprehensive Insight on the Health Benefits and Phytoconstituents of Camellia sinensis and Recent Approaches for Its Quality Control. Antioxidants8(10), 455. https://doi.org/10.3390/antiox8100455

Beabot, L. (2021). 7 Science-Backed Benefits of Camellia sinensis leaf Extract. [online] Tersedia di: https://greatist.com/health/camellia-sinensis-leaf-extract

Dostal, A. M., Samavat, H., Bedell, S., Torkelson, C., Wang, R., Swenson, K., Le, C., Wu, A. H., Ursin, G., Yuan, J. M., & Kurzer, M. S. (2015). The safety of green tea extract supplementation in postmenopausal women at risk for breast cancer: results of the Minnesota Green Tea Trial. Food and chemical toxicology : an international journal published for the British Industrial Biological Research Association83, 26–35. https://doi.org/10.1016/j.fct.2015.05.019

Hodgson, A. B., Randell, R. K., & Jeukendrup, A. E. (2013). The effect of green tea extract on fat oxidation at rest and during exercise: evidence of efficacy and proposed mechanisms. Advances in nutrition (Bethesda, Md.)4(2), 129–140. https://doi.org/10.3945/an.112.003269

Kimberly A. Grove, Joshua D. Lambert, Laboratory, Epidemiological, and Human Intervention Studies Show That Tea (Camellia sinensis) May Be Useful in the Prevention of Obesity, The Journal of Nutrition, Volume 140, Issue 3, March 2010, Pages 446–453, https://doi.org/10.3945/jn.109.115972

Lang, A. (2021). Camellia sinensis Leaf Extract: Benefits, Uses, and Side Effects. [online] Tersedia di: https://www.healthline.com/nutrition/camellia-sinensis-leaf-extract

Mahlake, Steve & Mnisi, Caven Mguvane & Kumanda, Cebisa & Mthiyane, Doctor & Peter, Montso. (2022). Green Tea (Camellia sinensis) Products as Alternatives to Antibiotics in Poultry Nutrition: A Review. Antibiotics. 11. 565. 10.3390/antibiotics11050565.  https://www.researchgate.net/publication/360167062

Musial C, Kuban-Jankowska A, Gorska-Ponikowska M. Beneficial Properties of Green Tea Catechins. Int J Mol Sci. 2020 Mar 4;21(5):1744. doi: 10.3390/ijms21051744. PMID: 32143309; PMCID: PMC7084675.

Oketch-Rabah, H. A., Roe, A. L., Rider, C. V., Bonkovsky, H. L., Giancaspro, G. I., Navarro, V., Paine, M. F., Betz, J. M., Marles, R. J., Casper, S., Gurley, B., Jordan, S. A., He, K., Kapoor, M. P., Rao, T. P., Sherker, A. H., Fontana, R. J., Rossi, S., Vuppalanchi, R., Seeff, L. B., … Ko, R. (2020). United States Pharmacopeia (USP) comprehensive review of the hepatotoxicity of green tea extracts. Toxicology reports7, 386–402. https://doi.org/10.1016/j.toxrep.2020.02.008

Prasanth, M., Sivamaruthi, B., Chaiyasut, C., & Tencomnao, T. (2019). A Review of the Role of Green Tea (Camellia sinensis) in Antiphotoaging, Stress Resistance, Neuroprotection, and Autophagy. Nutrients11(2), 474. https://doi.org/10.3390/nu11020474

Samanta S. Potential Bioactive Components and Health Promotional Benefits of Tea (Camellia sinensis). J Am Nutr Assoc. 2022 Jan;41(1):65-93. doi: 10.1080/07315724.2020.1827082. Epub 2020 Nov 20. PMID: 33216711.

Artikel Lainnya