Kenali Neutropenic Diet atau Diet Rendah Bakteri

Kenali Neutropenic Diet atau Diet Rendah Bakteri

Ladies, pernahkah kamu mendengar neutropenic diet? Neutropenic diet atau yang dikenal juga sebagai diet rendah bakteri merupakan pola makan sehat bagi orang dengan sistem imun yang lemah. Tak hanya memperhatikan pemilihan jenis makanan, diet ini juga memperhatikan cara pengolahan makanan untuk menurunkan risiko foodborne illness (penyakit bawaan makanan). Seperti apakah neutropenic diet itu? Simak ulasan lengkap berikut ini yuk!

Apa itu Neutropenic Diet?

neutropenic diet atau diet rendah bakteri merupakan pola makan yang mengutamakan konsumsi makanan yang higienis. Prinsip dasar diet ini melibatkan praktik keamanan pangan yang tepat dan menghindari makanan yang berisiko membuatmu terpapar mikroba dan bakteri.

Diet ini diperuntukkan dalam membantu mencegah penyakit bawaan makanan pada seseorang dengan sistem imum yang lemah, di antaranya seperti:

  • Orang dengan neutropenia (jumlah neutrophil rendah ≤ 1000 sel/μL)
  • Orang dengan kanker atau yang menjalani kemoterapi dan terapi radiasi
  • Penerima transplantasi sel darah, sumsum, dan organ
  • Orang dengan masalah pada lapisan pelindung usus

Orang yang menjalani diet ini berada dibawah pengawasan ahli gizi dan dokter

Pedoman Neutropenic Diet

Bukan hanya pemilihan makanannya saja yang perlu diperhatikan, namun dalam diet ini, cara pengolahan dan penyimpanan makanan juga perlu diperhatikan untuk meminimalisir kontaminasi bakteri.

Baca :   Jumlah Menit Berolahraga Bagi Kamu Yang Sibuk

Pemilihan Makanan

Dalam neutropenic diet, pada dasarnya makanan sudah dicuci bersih dan dimasak hingga matang. Berikut ini makanan yang dianjurkan dan yang perlu dihindari

Bahan MakananDianjurkanDihindari
Olahan tepung dan biji-bijianroti-rotian tanpa isian atau olesan krim beras, oat, pasta, popcorn, kentangroti dengan biji-bijian atau kacang mentah sereal dengan biji-bijian atau kacang mentah oat mentah pasta yang belum dimasak salad pasta dengan sayuran mentah dan telur
Sayuransemua sayuran segar, kaleng, dan beku yang dimasak sayuran mentah dan rempah yang dicuci bersih jus sayuran yang dipasteurisasisayuran mentah atau rempah-rempah yang tidak dicuci kecambah mentah salad kentang dengan sayuran atau telur mentah jus sayuran yang tidak dipasteurisasi
Buah-buahanbuah dan jus kalengan atau beku (untuk buah kaleng perhatikan kandungan gulanya) jus dan sari buah yang dipasteurisasi buah segar yang dicuci bersih buah keringbuah yang tidak dicuci jus buah yang tidak dipasteurisasi
Susu dan produk susususu pasteurisasi keju kemasan (cheddar, mozzarella, parmesan, cottage) es krim kemasan yogurt kemasansusu dan yogurt yang tidak dipasteurisasi yogurt beku atau es krim yang disajikan dari mesin tanpa dikemas keju camembert dan brie keju berjamur seperti bleu, gorgonzola, roquefort, dan stilton
Sumber proteindaging, ikan, unggas, atau pengganti daging yang dimasak hingga matang produk yang dimasak, dikalengkan, atau dibekukan untuk satu porsi ayam atau ikan kaleng kacang-kacangan dan lentil yang dimasak telur matang sup kalengan atau buatan sendiri selai kacang kemasan kacang panggang kalengandaging, ikan, atau unggas dengan tingkat kematangan rare atau medium-rare tahu setengah matang acar ikan ikan asap dingin telur mentah atau setengah matang sup dingin produk tempe sup miso dan produk miso lainnya kacang kulit panggang kacang mentah
Minumankopi dan teh instan yang diseduh dengan air panas matang air mineral kemasan minuman kaleng, botol, dan bubuk, serta minuman olahragaair sumur teh yang diseduh dingin jus buah dan sayuran yang tidak dipasteurisasi
Camilankeripik kentang, tortilla kue, pai, cookies, donat puding, jelly es krim kemasan, sorbet, es buah, es loli cokelatproduk kue kering isi krim yang tidak didinginkan es krim lembut dan yogurt beku es krim disendok di restoran permen yang tidak dikemas
Bumbu dan lain-laingaram dan gula (batasi penggunaannya garam maks. 1 sdt, gula maks. 4 sdm sehari) jeli dan selai (dinginkan setelah dibuka) madu yang dipasteurisasi lada hitam, bumbbu, dan rempah-rempah yang dikemas kecap, mustard, saus (dinginkan setelah dibuka acar dan zaitun (dinginkan setelah dibuka) cuka minyak sayur margarin dan mentega yang didinginkan (batasi penggunaannya, lemak maks 5 sdm sehari) mayonnaise dan saus salad kemasan (pilih jenis light mayo, dinginkan setelah dibuka) kacang panggang kemasan kacang almond dan hazelnut yang dipasterurisasi selai kemasanmadu dan sarang madu mentah atau tidak dipasteurisasi rempah dan bumbu yang ditambahkan setelah makanan dimasak selai kacang yang baru digiling dan tidak dikemas suplemen makanan saus salad segar

Dalam diet ini tidak dijelaskan berapa jumlah makanan yang perlu dikonsumsi.

Baca :   Diet Mayo Clinic untuk Menurunkan Berat Badan, Efektifkah?

Persiapan dan Pengolahan Makanan

Dalam menyiapkan dan mengolah makanan kita perlu memperhatikan keamanan pangan guna mencegah pertumbuhan bakteri penyebab foodborne illness. Berikut beberapa tips dalam mempersiapkan dan mengolah makanan:

  • Cuci tangan dengan sabun di air mengalir yang bersih sebelum menyiapkan dan mengolah makanan
  • Cuci peralatan masak dengan sabun di air bersih yang mengalir
  • Cuci bersih bahan makanan di air mengalir
  • Buang bagian buah atau sayur yang kondisinya tidak bagus atau busuk
  • Pisahkan talenan dan pisau yang digunakan untuk memotong daging, ikan, dan unggas dengan talenan dan pisau untuk sayur dan buah
  • Gunakan wadah yang berbeda untuk setiap bahan mentah
  • Masak bahan makanan hingga matang
  • Lakukan food thawing pada daging, unggas, atau ikan beku sebelum dimasak, dengan memindahkannya dari freezer ke refrigerator 1 hari sebelum dimasak, atau direndam di air dingin dan dialiri air, atau di microwave, jangan langsung mencairkannya di dalam suhu ruang
  • Hindari menambahkan bumbu setelah makanan matang dan siap disajikan, karena bisa jadi bumbu tersebut tidak dalam keadaan yang higienis. Tambahkan bumbu saat proses pemasakan makanan, proses pemanasan memungkinkan bakteri mati.
Baca :   Mitos dan Fakta Seputar Diet yang Beredar

Penyimpanan Makanan

Bukan hanya dalam menyiapkan dan mengolah makanan saja, dalam menyimpan bahan makanan kita juga perlu memerhatikan keamanannya. Berikut beberapa tips untuk menyimpan bahan makanan yang aman:

  • Sebelum disimpan, pastikan bahan makanan sudah dicuci bersih
  • Simpan bahan makanan dalam wadah terpisah
  • Pastikan suhu kulkas ≤ 4,4°C dan suhu freezer berada pada -18°C untuk mencegah perkembangan bakteri
  • Simpan bahan makanan di dalam kulkas atau freezer segera setelah dibersihkan
  • Jangan biarkan makanan yang sudah matang disimpan di suhu ruang lebih dari 2 jam, segera simpan sisa makanan di kulkas
  • Sisa makanan harus dimakan dalam waktu 48 jam dan dipanaskan kembali hanya 1 kali
  • Hindari memasukkan makanan panas ke dalam lemari es, yang dapat menyebabkan suhu di dalam meningkat

Ladies, itulah panduan neutropenic diet atau diet rendah bakteri. Pada dasarnya diet ini mengutamakan keamanan makanan agar terhindar dari risiko foodborne illness, terutama pada orang dengan sistem imun yang lemah.

Meski demikian, nyatanya penelitian dalam American Journal of Clinical Oncology menunjukkan bahwa neutropenic diet tidak berkaitan dengan penurunan risiko infeksi pada pasien kanker neutropenic. Sehingga, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat diet ini secara pasti. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi terkait kondisimu dan diet yang sesuai untukmu ya ladies.

Sumber:

Ball, S., Brown, T., Das, A., Khera, R., Khanna, S., & Gupta, A. (2019). Effect of Neutropenic Diet on Infection Rates in Cancer Patients With Neutropenia. American Journal Of Clinical Oncology42(3), 270-274. doi: 10.1097/coc.0000000000000514.

Wulandari, L. R. (2022). Ingin Coba Diet Rendah Bakteri? Begini Panduan Lengkapnya. [online] Tersedia di: <https://hellosehat.com/nutrisi/diet/diet-rendah-bakteri/> [Diakses pada 15 Februari 2022].

Memorial Sloan Kattering Cancer Center. (n.d). Neutropenic Diet. [online] Tersedia di: <https://www.mskcc.org/experience/patient-support/nutrition-cancer/diet-plans-cancer/neutropenic-diet> [Diakses pada 16 Februari 2022].

CanHOPE. (n.d). Low Microbial Diet. [online] Tersedia di: <https://www.canhope.org/living-well/article/low-microbial-diet> [Diakses pada 16 Februari 2022].

Winchester Hospital. (n.d). Low-Bacteria Diet. [online] Tersedia di: <https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=196612> [Diakses pada 16 Februari 2022].

Agency for Clinical Innovation. (2017). General diet- low microbial. [online] Tersedia di: <https://aci.health.nsw.gov.au/projects/diet-specifications/adult/general/low-microbial> [Diakses pada 16 Februari 2022].

Artikel Lainnya