Intermittent Fasting: Antara Manfaat dan Risiko yang Perlu Kamu Tahu

Belakangan ini pola makan intermittent fasting jadi topik yang terus dibicarakan di kalangan wanita yang ingin menurunkan berat badan. Banyak yang penasaran apakah metode ini benar benar efektif atau justru menyimpan risiko tersembunyi bagi tubuh terutama untuk wanita. Yuk kita bahas tuntas berdasarkan bukti ilmiah terbaru supaya kamu bisa menjalani program diet dengan cara yang lengkap dan aman.

Apa Itu Intermittent Fasting

Intermittent fasting atau puasa berselang adalah pola makan yang membagi waktu menjadi periode makan dan periode puasa dalam durasi tertentu. Beberapa metode yang populer antara lain time restricted eating dengan jendela makan 16 jam puasa dan 8 jam makan alternate day fasting yang bergantian antara hari makan normal dan hari dengan asupan kalori sangat rendah serta whole day fasting yang membatasi makan pada hari hari tertentu dalam seminggu.

Metode ini menjadi favorit karena dianggap lebih fleksibel dibandingkan diet ketat konvensional. Banyak wanita merasa lebih bebas bergerak menjalani rutinitas harian karena tidak perlu menghitung setiap gram makanan sepanjang hari.

Manfaat Intermittent Fasting Berdasarkan Bukti Ilmiah

Sejumlah tinjauan sistematis dan meta analisis terbaru menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Sebuah tinjauan sistematis dan meta analisis jaringan yang membandingkan berbagai metode intermittent fasting dengan pola makan biasa menemukan bahwa berbagai modalitas intermittent fasting secara signifikan menurunkan berat badan, massa bebas lemak, lingkar pinggang, kadar LDL, tekanan darah, dan gula darah puasa dibandingkan diet biasa. Dari berbagai metode yang diteliti alternate day fasting yang dimodifikasi terbukti paling efektif menurunkan berat badan dengan rata rata penurunan sekitar 5,18 kilogram dibandingkan pola makan biasa.

Penelitian lain yang membandingkan intermittent fasting dengan pembatasan kalori kontinu menemukan bahwa alternate day fasting menjadi satu satunya strategi intermittent fasting yang menunjukkan perbaikan pada ukuran antropometri dan profil lipid dibandingkan pembatasan kalori yang berkelanjutan.

Tinjauan yang merangkum berbagai analisis pada tahun 2024 juga menyimpulkan bahwa intermittent fasting berpotensi memberikan efek baik pada sejumlah hasil kesehatan pada orang dewasa dengan berat badan berlebih atau obesitas dibandingkan pembatasan kalori kontinu. Kondisi ini penting mengingat menurut proyeksi global lebih dari 1,77 miliar orang dewasa diperkirakan mengalami berat badan berlebih pada tahun 2035 dengan 1,53 miliar di antaranya masuk kategori obesitas.

Bagi kamu yang aktif berolahraga kabar baiknya intermittent fasting yang dikombinasikan dengan latihan intensitas tinggi juga terbukti bermanfaat. Sebuah penelitian pada wanita aktif menemukan bahwa kombinasi latihan intensitas tinggi dan intermittent fasting menurunkan massa lemak serta meningkatkan tinggi lompatan countermovement yang artinya performa fisik tetap terjaga bahkan meningkat selama program penurunan berat badan.

Risiko yang Perlu Diwaspadai Terutama untuk Wanita

lapar

Di balik manfaatnya intermittent fasting juga membawa sejumlah catatan penting khususnya untuk kesehatan hormon wanita. Sebuah tinjauan literatur pada manusia menemukan bahwa intermittent fasting dapat menurunkan kadar testosteron dan indeks androgen bebas sekaligus meningkatkan kadar sex hormone binding globulin pada wanita usia subur dengan obesitas terutama ketika asupan makanan dipusatkan lebih awal di siang hari.

Sistem reproduksi wanita memang tergolong sensitif terhadap perubahan pola makan yang drastis. Jika otak mendeteksi pembatasan kalori yang terlalu ketat tubuh akan memprioritaskan fungsi bertahan hidup dibandingkan fungsi reproduksi sehingga hormon FSH dan LH yang berperan penting dalam ovulasi bisa terganggu. Risiko lain yang kerap muncul antara lain siklus menstruasi tidak teratur, gangguan suasana hati, gangguan tidur, hingga potensi kebiasaan makan yang tidak sehat jika dijalankan secara berlebihan dan tanpa perencanaan yang matang.

Selain itu penelitian pada wanita dengan obesitas yang menjalani intermittent fasting dikombinasikan dengan latihan intensitas tinggi mencatat bahwa intermittent fasting memang efektif menurunkan berat badan dan lemak tubuh namun cenderung tidak menjaga massa otot secara optimal. Ini artinya kualitas kandungan gizi yang dikonsumsi selama jendela makan menjadi faktor penentu supaya penurunan berat badan tidak diikuti kehilangan massa otot yang berlebihan.

Cara Menjalani Intermittent Fasting Secara Lengkap dan Aman

Melihat data manfaat dan risiko di atas kuncinya ada pada bagaimana kamu mengisi jendela makan dengan kandungan gizi yang seimbang dan cukup padat gizi. Inilah saatnya susu diet pengganti makan bisa jadi solusi praktis untuk kamu yang menjalani intermittent fasting namun tetap ingin memastikan asupan harian tetap lengkap dan aman.

WRP Meal Replacement misalnya, diformulasikan sebagai susu diet pengganti sarapan atau makan malam dengan kalori jauh lebih rendah dibandingkan porsi makanan biasa yaitu sekitar 210 kkal dibandingkan makanan biasa yang bisa mencapai 500-700 kkal per porsi. Kalori yang lebih terkontrol ini cocok mendukung jendela makan pada program intermittent fasting tanpa membuat kamu khawatir asupan berlebih.

Yang membuat WRP Meal Replacement ini berbeda adalah kombinasi protein whey dan kasein di dalamnya yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga risiko kehilangan massa otot akibat kekurangan protein selama periode puasa bisa ditekan. Kandungan kalsium yang tinggi juga membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi sementara serat yang tinggi melancarkan pencernaan dan memperpanjang rasa kenyang selama fase puasa berlangsung.

Tidak cuma itu saja, WRP Meal Replacement  ini juga mengandung omega 3 yang menjaga konsentrasi otak selama program diet berjalan serta omega 6 yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Ditambah lagi dengan 10 vitamin dan 9 mineral di dalamnya yang membantu memenuhi 80-90% kebutuhan vitamin dan mineral harian sehingga kamu tetap bisa bebas bergerak menjalani aktivitas sehari hari tanpa merasa lemas meski sedang membatasi jendela makan. Kemasan sachet yang praktis juga memudahkan kamu membawanya kemana saja termasuk saat harus tetap disiplin menjaga waktu makan di luar rumah.

Dengan kandungan gizi yang lengkap ini kamu bisa menjalani intermittent fasting sambil tetap percaya diri karena tubuh tetap mendapat asupan yang dibutuhkan alih alih sekadar mengurangi porsi makan tanpa memperhatikan kualitasnya.

Jadi Apakah Intermittent Fasting Cocok untuk Kamu

Berdasarkan bukti ilmiah yang ada intermittent fasting memang bisa memberi manfaat nyata untuk penurunan berat badan dan perbaikan profil metabolik namun tetap membawa risiko terutama untuk keseimbangan hormon wanita jika dijalankan sembarangan. Kuncinya ada pada perencanaan yang matang, kandungan gizi yang cukup selama jendela makan, serta konsistensi memantau respons tubuh terhadap pola makan ini.

Jika kamu ingin mencoba intermittent fasting dengan cara yang lebih terarah, memilih susu diet pengganti makan yang sudah teruji lengkap dan aman bisa jadi langkah cerdas supaya kamu tetap bebas bergerak dan percaya diri menjalani program diet tanpa mengorbankan kandungan gizi harian.

Semua produk WRP lengkap dan aman dikonsumsi setiap hari. Kamu bisa dapatkan produk WRP di E-Commerce kesayangan kamu. So Ladies, let’s unlock your confidence!

 

Daftar Pustaka

Ahmed, R., et al. (2024). The impact of intermittent fasting on body composition and cardiometabolic outcomes in overweight and obese adults: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Nutrition Journal, 24. https://doi.org/10.1186/s12937-025-01178-6

Cienfuegos, S., Corapi, S., Gabel, K., Ezpeleta, M., Kalam, F., Lin, S., Pavlou, V., & Varady, K. A. (2022). Effect of intermittent fasting on reproductive hormone levels in females and males: A review of human trials. Nutrients, 14(11), 2343. https://doi.org/10.3390/nu14112343

de Oliveira Maranhão Pureza, I. R., et al. (2021). Effect of high-intensity interval training and intermittent fasting on body composition and physical performance in active women. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(15), 7746.

Jiang, W., et al. (2025). Intermittent fasting for the prevention of cardiovascular disease risks: Systematic review and network meta-analysis. Current Nutrition Reports. https://doi.org/10.1007/s13668-025-00684-7

Silva, A. I., et al. (2022). Impact of intermittent fasting combined with high-intensity interval training on body composition, metabolic biomarkers, and physical fitness in women with obesity. Frontiers in Nutrition.

Sun, M., Wang, X., Guo, Y., Feng, L., Li, Z., Cai, Y., Zhang, Y., Wu, D., Guo, X., Sun, W., Peng, L., Wang, Y., Xie, Y., Zhang, Y., & Chen, S. (2024). Intermittent fasting and health outcomes: An umbrella review of systematic reviews and meta-analyses of randomised controlled trials. eClinicalMedicine, 70, 102519. https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2024.102519

Templeman, I., et al. (2024). Intermittent fasting strategies and their effects on body weight and other cardiometabolic risk factors: Systematic review and network meta-analysis of randomised clinical trials. BMJ. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12175170/

Article Lainnya