Bagi penggemar drama Korea dan K-Pop, nama Bae Suzy selalu membawa perasaan yang hangat dan menginspirasi. Sejak debut sebagai idol, perjalanan karir Suzy telah membuat jutaan orang bangga melihat bagaimana ia tumbuh menjadi sosok yang kuat, berbakat, dan tentu saja dengan bentuk tubuh yang banyak dipuji publik. Para penggemar sering penasaran tentang diet viral artis Korea seperti yang dijalani Suzy, terutama ketika ia melalui periode seleksi peran atau persiapan produksi besar.
Di artikel ini, kita akan mengurai strategi diet tersebut dengan bukti ilmiah yang kuat, membahas praktik yang dikonsumsi, implikasi dari pola waktu makan, serta apa yang sains global katakan tentang beberapa aspek diet ini.
Pola Makan yang Sederhana Bisa Turun 4 kg dalam 4 Hari
Diet viral suzy dikenal menerapkan pola makan yang relatif sederhana, tetapi disiplin. Dalam berbagai sumber media, pola makan harian Suzy disebut mengandung makanan yang kaya zat gizi berkualitas tinggi, protein, dan sumber energi yang stabil:
- Sarapan: sepotong dada ayam panggang atau kukus, satu porsi ubi, dan segelas susu diet rendah lemak.
- Makan siang: nasi merah atau nasi cokelat dengan sayuran salad yang kaya serat.
- Makan malam: pilihan sederhana seperti dua buah ubi manis sebelum pukul 18.00.
Menu ini terdengar sederhana, tetapi dibalik itu ada perasaan penuh perhatian terhadap keseimbangan zat gizi, energi, dan kepuasan makan. Suzy sendiri selalu menekankan bahwa makanan yang ia pilih senantiasa membuatnya merasa kenyang lebih lama dan tetap merasa segar, bukan sekadar lapar yang diatasi.
Konsumsi susu diet sebagai bagian dari sarapan membantu Suzy mendapatkan kalsium dan protein tanpa terlalu banyak lemak yang tidak diinginkan. Sementara ubi manis dan nasi cokelat menyediakan karbohidrat dengan pelepasan energi yang lebih lambat sehingga membuat tubuh merasa penuh lebih lama.
Produk WRP Meal Replacement dengan kandungan yang tinggi protein, kalsium dan serat bisa menjadikan WRP Meal Replacement sebagai salah satu pilihan susu diet yang bisa dikonsumsi jika ingin menjalani metode diet Suzy. Dapatkan WRP Meal Replacement atau produk lainnya dari WRP di E-Commerce kesayangan Ladies. Let’s Unlock Your Confidence, Ladies!
Prinsip Time Restricted Eating yang Disiplin

Salah satu hal yang membuat diet Suzy “viral” adalah penggunaan prinsip serupa dengan apa yang dalam ilmu diet disebut time-restricted eating yaitu sebuah pola makan yang menekankan kapan kita makan, bukan sekadar apa yang kita makan. Dalam kasus Suzy, ia berhenti makan setelah pukul 18.00 dan memusatkan asupan hariannya dalam rentang waktu yang lebih pendek.
Secara ilmiah, metode yang mirip dengan ini telah banyak diteliti sebagai bagian dari pendekatan intermittent fasting atau puasa berselang waktu. Kajian dalam jurnal ilmiah menunjukkan bahwa membatasi waktu makan dapat membantu mengurangi total asupan energi secara otomatis, yang berkontribusi terhadap penurunan berat badan dalam beberapa penelitian acak terkendali.
Misalnya, studi yang dipublikasikan dalam jurnal internasional menunjukkan bahwa time-restricted eating dapat menjadi strategi yang menjanjikan untuk mengurangi berat badan dan lemak tubuh ketika dibandingkan dengan pola makan biasa.
Namun, penting dicatat bahwa efek ini sering muncul karena total kalori yang dikonsumsi di dalam jendela makan menjadi lebih rendah dari biasanya, bukan karena waktu makan itu sendiri memiliki efek ajaib. Penelitian lain menyebutkan bahwa hasilnya serupa dengan diet defisit kalori tradisional.
Dalam realitas Suzy sehari-hari, ini berarti dia membiarkan tubuhnya memiliki masa panjang tanpa asupan makanan setelah waktu makan terakhir, yang mungkin terasa penuh perjuangan di awal, tetapi dapat membantu mengatur keinginan makan dan fokus energi pada kegiatan lainnya. Mentalnya pun terasa lebih ringan karena ada rutinitas dan struktur yang memberi rasa nyaman pada dirinya.
Kekuatan High Protein Diet dengan Rasa Kenyang
Sejak lama, diet yang tinggi protein sering kali dikaitkan dengan perasaan kenyang dan kontrol makan yang lebih baik. Di pola makan Suzy, protein dari dada ayam, lentil, ikan, atau produk susu seperti susu diet rendah lemak menyediakan efek kenyang yang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana saja.
Jurnal ilmiah telah menunjukkan bahwa diet yang lebih tinggi protein dapat mendukung penurunan berat badan karena protein membantu menjaga massa otot sambil mempercepat rasa kenyang. Beberapa penelitian juga mengemukakan bahwa diet tinggi protein dapat membantu mempertahankan massa bebas lemak saat berat badan turun.
Dalam kehidupan sehari-hari, memilih makanan yang kaya zat gizi dan protein tinggi bisa membuat seseorang merasa dia bebas bergerak dengan energi yang lebih stabil sepanjang hari. Ketika tubuh merasa puas lebih lama, keinginan makan berlebihan sering kali berkurang, dan hal ini memberi perasaan penuh kendali yang manusiawi dan kuat dalam proses diet.
Menggabungkan Aktivitas Fisik untuk Mendukung Energi dan Mood
Selain pola makan, Bae Suzy juga sangat tertarik pada tubuh yang bebas bergerak. Aktivitas fisik telah menjadi bagian rutin dalam hidupnya. Salah satu latihan yang sering disebutkan adalah latihan ringan yang dikenal sebagai penguin exercise, yang menurutnya membantu memperkuat otot lengan dan tubuh bagian atas.
Konsep bebas bergerak di sini tidak berarti olahraga ekstrem setiap jam, tetapi lebih kepada memberikan ruang bagi tubuh untuk bergerak dalam berbagai bentuk aktivitas yang membuatnya merasa energik dan bersemangat. Olahraga ringan seperti pilates, yoga, dan jalan pagi bisa meningkatkan suasana hati, menambah energi, dan membuat proses diet terasa lebih menyenangkan daripada sekadar rutinitas membosankan.
Ilmu pengetahuan mendukung gagasan bahwa menggabungkan aktivitas fisik dengan perubahan pola makan memberikan manfaat lebih besar dalam pencapaian tujuan berat badan dan kualitas hidup. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan komposisi tubuh dan metabolisme.
Probiotik dalam Kimchi dan Manfaatnya Untuk Pencernaan
Selain menu utama, Suzy juga senang mengonsumsi kimchi. Makanan fermentasi khas Korea yang kaya probiotik.
Probiotik, yang merupakan mikroorganisme hidup yang baik, telah terbukti dalam beberapa penelitian dapat berkontribusi pada kesehatan saluran cerna. Mikrobiota usus yang seimbang bisa membantu proses pencernaan, memengaruhi metabolisme, dan kemungkinan besar berpengaruh terhadap perasaan kenyang setelah makan.
Walau penelitian masih berkembang, konsumsi makanan fermentasi seperti kimchi adalah contoh bagaimana Suzy memilih makanan tradisional yang juga kaya zat gizi bergizi dan memberi perasaan puas di lidah.
Realitas dari Diet Viral ini

Walaupun diet Suzy sering disebut sebagai diet viral artis Korea, penting untuk melihatnya dalam konteks bahwa setiap tubuh berbeda dan tidak semua orang dapat mengikuti pola yang sama. Penelitian besar tentang intermittent fasting dan time restricted eating menunjukkan bahwa hasilnya bisa bervariasi antar individu, dan kadang perbedaan itu lebih terkait dengan jumlah kalori total atau kebiasaan makan, bukan semata aturan waktu makan.
Begitu pula diet tinggi protein yang Suzy praktikkan. Walau beberapa penelitian menyatakan bahwa diet tinggi protein bisa membantu penurunan berat badan, hasilnya sangat bergantung pada keseimbangan antara kebutuhan energi pribadi dan gaya hidup secara keseluruhan.
Sebelum mencoba pola yang serupa, pertimbangkanlah untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan yang dapat menyesuaikan rencana diet berdasarkan kebutuhan pribadi. Setiap langkah perubahan kesehatan sebaiknya dilandasi dengan pengetahuan, kasih sayang pada tubuh sendiri, dan rasa percaya yang positif.
Daftar Pustaka
Anton S. D. et al. 2018. Flipping the metabolic switch understanding and applying the health benefits of fasting. Obesity.
Hutchison A. T. et al. 2019. Time restricted feeding improves glucose tolerance in men at risk for type 2 diabetes. Journal of Nutrition.
Leidy H. J. et al. 2015. Higher protein intake preserves lean mass and satiety during weight loss. American Journal of Clinical Nutrition.
Phillips S. M. 2014. A brief review of higher protein diets in weight loss. Journal of Nutrition.
Johnston C. S. et al. 2014. Dietary protein and weight management. Nutrition and Metabolism.
Harvie M. N. et al. 2013. The effects of intermittent or continuous energy restriction on weight loss. International Journal of Obesity.
Kahleova H. et al. 2017. Plant based diets and gut microbiota. Frontiers in Nutrition.

Citra Tanani, S.Gz adalah Ahli Gizi lulusan Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Institut Pertanian Bogor serta Ilmu Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia. Aktif sebagai konten kreator edukasi gizi dengan fokus pada pola makan seimbang dan gaya hidup sehat yang aplikatif.






