Halo, Ladies! Memasuki bulan Ramadan 2026, semangat ibadah tentu menjadi prioritas utama. Namun, jujur saja, banyak dari kita yang juga memiliki misi sampingan: ingin tampil dengan tubuh lebih fit dan kencang saat hari raya nanti. Sayangnya, realita sering kali tidak seindah ekspektasi. Alih-alih turun berat badan, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan karena pola makan yang “balas dendam” saat berbuka.
Puasa seharusnya menjadi momen alami bagi tubuh untuk melakukan reset metabolisme. Namun, tanpa strategi nutrisi yang tepat, tubuh justru akan merasa lemas, kulit kusam, dan angka timbangan malah bergeser ke kanan. Kunci utama untuk tetap bugar dan meraih lean body goals di tahun 2026 ini adalah dengan mengoptimalkan asupan nutrisi cair, salah satunya melalui pemanfaatan susu rendah lemak. Mari kita bedah strategi lengkapnya!
Calorie Deficit Hack: Nutrisi Padat Rendah Lemak
Banyak orang terjebak dalam mitos bahwa puasa sama saja dengan melakukan diet. Padahal, jika saat berbuka kamu langsung menyantap dua mangkuk kolak bersantan dan tiga gelas es sirup manis, total kalori harianmu bisa jadi lebih tinggi dibanding hari biasa. Inilah penyebab utama gagal diet saat Ramadan.
Strategi paling cerdas untuk tetap berada dalam koridor calorie deficit adalah dengan melakukan retas (hack) pada jenis minumanmu. Mengganti minuman bersantan atau minuman manis berlebih dengan susu rendah lemak adalah cara efektif memangkas ratusan kalori tanpa kehilangan nutrisi esensial.
Susu tetap memberikan asupan Vitamin D dan Vitamin B12 yang sangat krusial untuk menjaga energi kamu tetap stabil. Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf, sehingga kamu tidak akan merasa “brain fog” atau linglung saat harus bekerja di siang hari meski sedang berpuasa. Dengan memilih versi rendah lemak, kamu mendapatkan semua kebaikan protein susu tanpa tambahan lemak jenuh yang bisa menghambat perjalanan slim-down kamu.
Hunger Control Ritual: Rahasia Kenyang Hingga Magrib
Pernahkah kamu merasa sangat lemas dan cranky (mudah marah) saat jam menunjukkan pukul 3 sore? Itu adalah tanda bahwa cadangan energi tubuhmu sudah menipis dan hormon lapar sedang bergejolak. Kunci untuk meredam drama ini adalah ritual nutrisi saat sahur yang mengutamakan Protein dan Kalsium.
Protein dalam susu rendah lemak, terutama jenis kasein (casein), memiliki sifat unik yaitu dicerna lebih lambat oleh tubuh dibandingkan karbohidrat sederhana. Saat kamu meminumnya di waktu sahur, protein ini akan membentuk tekstur seperti gel di dalam perut yang memberikan efek “delayed satiety” atau kenyang tertunda.
Secara biologis, asupan protein yang cukup saat sahur membantu menekan produksi hormon ghrelin (hormon pemicu rasa lapar) sepanjang hari (Longland et al., 2016). Selain itu, kalsium tinggi dalam susu juga membantu menjaga kepadatan tulang dan fungsi otot, sehingga aktivitas harianmu tetap bisa berjalan maksimal tanpa rasa pegal yang berlebihan.
Meal Prep Sahur: Versi Sehat & Anti Ribet

Kita semua tahu perjuangan bangun sahur di tengah rasa kantuk yang luar biasa. Memasak makanan berat sering kali terasa sangat melelahkan. Solusinya? Gunakan teknik meal prep yang sedang tren di kalangan wellness enthusiast 2026: Overnight Oats.
Gunakan susu rendah lemak sebagai bahan dasar (base) untuk menu sahur yang bisa kamu siapkan sejak malam sebelumnya. Menu ini kita beri nama: “The Power Sahur Jar“.
Bahan-bahan:
- Base: 5-6 sdm rolled oats + 2sdm WRP Low Fat Milk yang sudah diseduh dengan 150ml air
- Protein Boost: 1 sdm chia seeds (untuk tambahan serat dan Omega-3).
- Flavor: Sejumput bubuk kayu manis atau sedikit madu alami.
- Fiber: Potongan buah pisang atau beri segar.
Cara Membuat: Campur semua bahan di dalam sebuah jar atau wadah tertutup, aduk rata, lalu diamkan di dalam kulkas. Saat sahur tiba, kamu tinggal mengambilnya dan menyantapnya secara langsung dalam kondisi dingin yang menyegarkan. Teksturnya yang padat dan kaya serat menjamin kamu tidak akan merasa keroncongan di jam 10 pagi. Ini adalah pilihan paling logis untuk tetap fit tanpa harus repot di dapur saat dini hari.
Strategi Buka Puasa: Takjil “Cheating” Tapi Logis
Mari kita jujur, Ladies: godaan gorengan, bakwan hangat, dan es campur saat berbuka itu sangat nyata. Menghilangkannya 100% dari daftar menu mungkin hanya akan membuatmu stres dan akhirnya melakukan binge eating di akhir pekan. Kamu tetap boleh menikmati takjil manis atau gorengan, tapi gunakan aturan emas: “One-Piece Only“.
Langkah-Langkah Buka Puasa yang Benar:
- Step 1: Batalkan puasa dengan air putih suhu ruang dan 1-3 butir kurma. Kurma mengandung serat dan gula alami yang secara perlahan mengembalikan kadar glukosa darah tanpa memicu lonjakan insulin yang ekstrem.
- Step 2: Pilih satu jenis takjil favoritmu. Jika kamu sangat ingin bakwan, ambil satu saja. Jika ingin es buah, ambil mangkuk kecil. Jangan semuanya diletakkan di piringmu secara bersamaan.
Main Course Seimbang: Rumus 2:1:1
Setelah melaksanakan salat Magrib, saatnya masuk ke menu makan besar. Jangan kalap! Agar metabolisme tetap terjaga dan pembakaran lemak tetap berjalan di malam hari, gunakan rumus piring seimbang 2:1:1 yang sudah direkomendasikan oleh banyak ahli nutrisi dunia.
Pembagian Piring Kamu:
- 1/2 Piring – Serat: Isi setengah piringmu dengan sayuran hijau, tumis brokoli, salad, atau sayur bayam. Serat berfungsi untuk memperlambat penyerapan lemak dan gula dari makanan lain.
- 1/4 Piring – Protein: Pilih protein berkualitas seperti ayam bakar tanpa kulit, ikan, telur rebus, tempe, atau tahu. Protein sangat penting untuk memperbaiki sel-sel tubuh setelah seharian berpuasa.
- 1/4 Piring – Karbohidrat Kompleks: Gunakan nasi merah, ubi jalar, kentang rebus dengan kulitnya, atau quinoa. Karbohidrat kompleks memberikan energi yang lebih tahan lama dibandingkan nasi putih biasa.
Kesimpulan: Konsistensi Adalah Kunci Glow Up Lebaran
Ramadan 2026 adalah momentum emas bagi kamu untuk melakukan transformasi diri. Dengan mengandalkan susu rendah lemak sebagai pilar nutrisi harian, menjaga asupan kalori secara cerdas, dan disiplin pada rumus makan seimbang, kamu tidak hanya akan mendapatkan tubuh yang lebih langsing, tapi juga kulit yang lebih bersih dan energi yang lebih stabil.
Jangan biarkan satu bulan penuh berkah ini lewat begitu saja tanpa perubahan positif pada gaya hidupmu. Ingat, ladies, menjadi sehat adalah bentuk rasa syukur kita atas tubuh yang diberikan. Stay fit, stay gorgeous, and let’s Unlock Your Confidence
Daftar Pustaka
Longland, T. M., Oikawa, S. Y., Mitchell, C. J., Devries, M. C., & Phillips, S. M. (2016). Higher Compared with Lower Dietary Protein during an Energy Deficit Combined with Intense Exercise Promotes Greater Lean Mass Gain and Fat Mass Loss: A Randomized Trial. The American Journal of Clinical Nutrition, 103(3), 738-746. doi:https://doi.org/10.3945/ajcn.115.119339
Patterson, R. E., & Sears, D. D. (2017). Metabolic Effects of Intermittent Fasting and Time-Restricted Feeding. Annual Review of Nutrition, 37, 371-393. doi:https://doi.org/10.1146/annurev-nutr-071816-064634
Slavin, J. (2013). Fiber and Prebiotics: Mechanisms and Health Benefits. Nutrients, 5(4), 1417-1435. doi:https://doi.org/10.3390/nu5041417

Anggita Nurmallasari, S.Gz., Dietisien merupakan lulusan gizi dari Universitas Negeri Semarang dan melanjutkan pendidikan profesi dietisien di IPB University. Memiliki pengalaman dietetik di beberapa level (komunitas, industri, olahraga, rumah sakit, dan catering) dan saat ini berperan aktif di WRP Indonesia dalam branding activity, pembuatan konten, dan penulisan artikel ilmiah.






