Waspada Tubuhmu Overtraining! Ini Dia Tanda-tandanya!

Latihan atau olahraga merupakan salah satu bentuk stressor fisik, oleh sebab itu latihan yang tidak mematuhi prinsip-prinsip dasar dari latihan sangat beresiko untuk terjadinya cidera. Olahraga memang merupakan salah satu aktivitas penting yang wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski baik bagi kesehatan dan tubuh, Kamu tidak boleh berolahraga secara berlebihan. Berolahraga tanpa mengenal waktu dapat berpotensi memicu masalah serius yang disebut sindrom overtraining. Sindrom overtraining adalah kondisi yang terjadi ketika Kamu berolahraga secara berlebihan dan tidak memberi cukup waktu untuk tubuh beristirahat. Pada titik tertentu, kondisi ini dapat berbahaya bagi kesehatan Kamu. Selain mengakibatkan kelelahan dan penurunan tingkat kebugaran, sindrom overtraining juga berpotensi menyebabkan cedera.

Saat mengalami overtraining, ada sejumlah gejala overtraining yang mungkin akan Kamu rasakan. Tanda-tanda sindrom overtraining pun beragam, pada beberapa orang, berikut ini beberapa tanda yang bisa kamu jadikan acuan lho:

1. Penurutan berat badan yang berlebihan dalam waktu singkat.

2. Kehilangan lemak tubuh secara drastis

3. Peningkatan denyut jantung istirahat

4. Penurunan kekuatan otot

5. Penurunan performa

6. Diare

7. Tidak menstruasi atau siklus menstruasi menjadi kacau

8. Gangguan tidur

9. Mudah terserang infeksi

Perlu diperhatikan, gejala atau ciri-ciri sindrom overtraining yang dialami masing-masing orang bisa berbeda satu sama lain. Jika gejala tak kunjung membaik dalam beberapa hari, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Setiap orang mempunyai stamina yang berbeda, jadi tidak ada waktu pasti yang bisa kamu jadikan patokan untuk beristirahat. Namun, untuk menghindari risiko yang bisa ditimbulkan akibat berolahraga secara berlebihan, segera beristirahat saat kamu merasa lelah atau merasakan adanya kejanggalan pada tubuh.

Jika terlanjur mengalami cedera, beristirahatlah dalam waktu yang cukup hingga tubuh benar-benar pulih, jangan terlalu memaksakan tubuhmu. Selama proses pemulihan, hindari jenis olahraga berdampak tinggi karena dapat memperburuk keadaan. Berilah waktu bagi diri kamu untuk pulih sepenuhnya sebelum memulai kembali latihan. Tidak lupa juga untuk tetap perhatikan asupan sebelum dan setelah olahraga ya. Salah satu faktor terjadinya overtraining adalah pola makan lho. Mau tahu faktor lainnya? Simak di artikel kita minggu depan ya!

Sumber:

Mark Jenkins, Overtraining Syndrome (http://www.rice.edu/~jenky/sports/overtraining.html)

Wilmore and Costill, 2008. Physiology of Sport and Exercise. USA

Share:

Copyright © 2020 Swift | ICUBE Inc.