{"id":7880,"date":"2026-09-14T18:00:02","date_gmt":"2026-09-14T11:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=7880"},"modified":"2026-09-14T17:42:45","modified_gmt":"2026-09-14T10:42:45","slug":"11-alasan-kenapa-kelebihan-gula-bisa-merugikan-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/11-alasan-kenapa-kelebihan-gula-bisa-merugikan-kesehatan\/","title":{"rendered":"11 Alasan Kenapa Kelebihan Gula Bisa Merugikan Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa manis memang sulit ditolak, dari secangkir kopi kekinian sampai camilan favorit setelah makan siang, gula selalu berhasil menyelinap ke dalam menu harian kita tanpa disadari. Tapi di balik rasa yang menggoda itu, ada dampak besar yang perlu kamu ketahui. Berbagai penelitian dari lembaga kesehatan dunia sampai jurnal kedokteran ternama menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan bisa memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari jantung, otak, kulit, sampai suasana hati. Padahal tubuh yang sehat adalah kunci supaya kamu tetap <\/span><b>bebas bergerak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menjalani aktivitas harian, tetap <\/span><b>percaya diri<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> tampil setiap saat, dan mendapat asupan yang<\/span><b> lengkap dan aman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk jangka panjang. Yuk simak sebelas alasan kenapa kamu perlu mulai mengurangi gula mulai sekarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah penelitian besar dari Harvard yang mengikuti ribuan orang dewasa Amerika selama lima belas tahun menemukan bahwa orang yang mendapat dua puluh lima persen atau lebih kalori hariannya dari gula tambahan memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih dari dua kali lipat dibanding mereka yang asupan gula tambahannya di bawah sepuluh persen. Gula tambahan yang berlebihan diketahui dapat memicu peradangan pembuluh darah dan menaikkan tekanan darah, dua hal yang menjadi cikal bakal <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/mengenal-pola-makan-ala-masyarakat-mediterania-untuk-cegah-penyakit-jantung-hingga-menurunkan-berat-badan\/\">gangguan jantung<\/a> di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Memicu Kenaikan Berat Badan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman dan makanan tinggi gula cenderung padat kalori tapi rendah rasa kenyang. Konsumsi fruktosa berlebih diketahui dapat mengganggu kerja leptin, hormon yang bertugas memberi sinyal kenyang ke otak. Akibatnya tubuh terus merasa lapar meski sudah makan banyak, dan berat badan pun perlahan naik tanpa disadari. Di sinilah pilihan kandungan gizi dari sumber pangan yang tepat menjadi penting, misalnya dengan memilih minuman tinggi serat pangan yang membantu memberi rasa kenyang lebih lama dan mengontrol asupan makan agar tidak berlebihan, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/cari-minuman-fiber-untuk-diet-wrp-fibby-aja\/\"><b>WRP Fibby <\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">yang terbuat dari delapan ekstrak buah dan sayur yaitu apel, jambu, markisa, jeruk, wortel, asparagus, bayam, dan brokoli, serta membantu memenuhi dua puluh satu persen kebutuhan serat harian.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe Dua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi gula tambahan yang terus menerus dapat memicu resistensi insulin, kondisi ketika sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik sehingga kadar gula darah tetap tinggi. Kondisi ini menjadi jalan utama menuju <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/diabetes-penyebab-gejala-dan-penanganannya\/\">diabetes tipe dua<\/a> di kemudian hari. Sebagai gantinya kamu bisa memilih produk yang bebas gula namun tetap menyegarkan dan tidak enek, <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/7Ab4MJQxGO\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP Fibby<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> misalnya menggunakan stevia yang tidak menimbulkan lonjakan gula darah sehingga aman dikonsumsi termasuk untuk penderita diabetes serta membantu mengurangi asupan gula harian.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Merusak Kesehatan Gigi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan bahwa menjaga asupan gula bebas di bawah sepuluh persen dari total energi harian terbukti menurunkan risiko kerusakan gigi atau karies. Bakteri di dalam mulut memakan sisa gula dan menghasilkan asam yang lambat laun mengikis lapisan email gigi hingga menimbulkan lubang.<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Membebani Kerja Hati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fruktosa yang berasal dari gula tambahan diproses langsung oleh organ hati. Ketika jumlahnya berlebihan, hati mengubah kelebihan fruktosa menjadi lemak, yang lama kelamaan dapat memicu perlemakan hati non alkohol. Organ hati yang bekerja terlalu berat tentu akan memengaruhi kemampuan tubuh untuk tetap <\/span><b>bebas bergerak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan beraktivitas secara optimal setiap hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Mempercepat Penuaan Kulit<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7882\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-300x169.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-768x432.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-18x10.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-1320x742.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-750x422.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/antiaging-beauty-treatment-1140x641.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan gula dalam darah dapat memicu proses glikasi, yaitu ikatan antara molekul gula dan protein kolagen yang membuat kulit kehilangan elastisitasnya lebih cepat. Kondisi ini bisa membuat <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/benarkah-gula-pemicu-inflamasi-ini-faktanya\/\">kulit tampak kusam<\/a> dan garis halus muncul lebih awal, tentu hal seperti ini bisa memengaruhi rasa <\/span><b>percaya diri<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kamu saat tampil setiap hari. Vitamin C berperan penting dalam mendukung produksi kolagen alami tubuh dan berfungsi sebagai antioksidan, kandungan gizi seperti ini bisa kamu penuhi lewat pilihan minuman yang tepat, seperti <\/span><b>WRP Fibby<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memenuhi seratus persen kebutuhan vitamin C harian.<\/span><\/p>\n<h2><b>7. Berkaitan dengan Risiko Depresi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian jangka panjang Whitehall II menemukan bahwa asupan tinggi gula dari makanan dan minuman manis berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati dan depresi pada orang dewasa. Fluktuasi gula darah yang tajam diduga turut memengaruhi kestabilan emosi dari waktu ke waktu.<\/span><\/p>\n<h2><b>8. Menyebabkan Energi Naik Turun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan manis biasanya diikuti penurunan tajam tidak lama kemudian, kondisi yang sering disebut energy crash. Efeknya tubuh terasa lemas dan sulit berkonsentrasi, jauh dari kondisi ideal untuk tetap <\/span><b>bebas bergerak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menjalani hari yang padat. Serat pangan justru bekerja sebaliknya, memperlambat penyerapan gula ke darah sehingga energi lebih stabil sepanjang hari, seperti kandungan psyllium husk pada <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/7Ab4MJQxGO\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP Fibby<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berkontribusi menurunkan kenaikan kadar gula darah setelah makan, dilengkapi pula dengan serat larut inulin dari chicory yang membantu memelihara fungsi saluran pencernaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>9. Meningkatkan Risiko Asam Urat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fruktosa dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, kondisi yang berisiko memicu peradangan sendi atau gout. Studi ini menunjukkan hubungan antara minuman tinggi fruktosa dan meningkatnya kejadian gout, terutama pada perempuan.<\/span><\/p>\n<h2><b>10. Menurunkan Fungsi Kognitif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dapat memicu peradangan dan resistensi insulin di otak, dua faktor yang berpotensi mengganggu daya ingat dan kemampuan berpikir dalam jangka panjang. Otak yang sehat tentu menjadi modal penting supaya kamu tetap <\/span><b>percaya diri<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam berpikir dan mengambil keputusan setiap hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>11. Memicu Kecanduan Rasa Manis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gula diketahui dapat mengaktifkan jalur penghargaan di otak dengan melepaskan dopamin, mekanisme yang mirip dengan yang terjadi pada zat adiktif lain. Semakin sering mengonsumsi gula, semakin tinggi pula ambang rasa manis yang dibutuhkan otak agar merasa puas, sehingga muncul siklus keinginan mengonsumsi gula yang sulit dihentikan begitu saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Saatnya Lebih Bijak Memilih Asupan Harian<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7826\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"437\" height=\"437\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-150x150.jpg 150w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-768x768.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-12x12.jpg 12w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-75x75.jpg 75w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1-750x750.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/1x-Slide-1.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 437px) 100vw, 437px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelas hal di atas menunjukkan bahwa dampak gula berlebihan pada tubuh benar benar luas, mulai dari jantung, hati, kulit, sampai suasana hati semuanya bisa terpengaruh dalam jangka panjang. Kabar baiknya kamu tidak perlu menghilangkan rasa manis sepenuhnya dari hidup, cukup pilih sumber kandungan gizi yang tepat agar tubuh tetap mendapat asupan yang<\/span><b> lengkap dan aman <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">setiap hari. Dengan pola makan yang lebih terjaga, kamu bisa tetap<\/span><b> bebas bergerak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menjalani rutinitas padat, tampil percaya diri kapan saja, dan menjaga kesehatan jangka panjang tanpa harus khawatir dengan efek gula berlebihan pada tubuh. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua produk <\/span><b>WRP<\/b> <b>lengkap dan aman <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dikonsumsi setiap hari. Kamu bisa dapatkan produk <\/span><b>WRP<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> di <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/8phT1kNLLy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>E-Commerce<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kesayangan kamu. So, Ladies let&#8217;s unlock your confidence!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Daftar Pustaka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beilharz, J. E., Maniam, J., &amp; Morris, M. J. (2016). Diet-induced cognitive deficits: The role of fat and sugar, potential mechanisms and nutritional interventions. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nutrients, 8<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(12), 767. https:\/\/doi.org\/10.3390\/nu8120767<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Choi, H. K., Willett, W., &amp; Curhan, G. (2010). Fructose-rich beverages and risk of gout in women. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">JAMA, 304<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(20), 2270\u20132278. https:\/\/doi.org\/10.1001\/jama.2010.1638<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Danby, F. W. (2010). Nutrition and aging skin: Sugar and glycation. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Clinics in Dermatology, 28<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(4), 409\u2013411. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.clindermatol.2010.03.018<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DiNicolantonio, J. J., O&#8217;Keefe, J. H., &amp; Lucan, S. C. (2015). Added fructose: A principal driver of type 2 diabetes mellitus and its consequences. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic Proceedings, 90<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(3), 372\u2013381. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.mayocp.2014.12.019<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DiNicolantonio, J. J., O&#8217;Keefe, J. H., &amp; Wilson, W. L. (2018). Sugar addiction: Is it real? A narrative review. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">British Journal of Sports Medicine, 52<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(14), 910\u2013913. https:\/\/doi.org\/10.1136\/bjsports-2017-097971<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kn\u00fcppel, A., Shipley, M. J., Llewellyn, C. H., &amp; Brunner, E. J. (2017). Sugar intake from sweet food and beverages, common mental disorder and depression: Prospective findings from the Whitehall II study. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Scientific Reports, 7<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 6287. https:\/\/doi.org\/10.1038\/s41598-017-05649-7<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malik, V. S., Popkin, B. M., Bray, G. A., Despr\u00e9s, J. P., &amp; Hu, F. B. (2010). Sugar-sweetened beverages, obesity, type 2 diabetes mellitus, and cardiovascular disease risk. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Circulation, 121<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(11), 1356\u20131364. https:\/\/doi.org\/10.1161\/CIRCULATIONAHA.109.876185<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Softic, S., Cohen, D. E., &amp; Kahn, C. R. (2016). Role of dietary fructose and hepatic de novo lipogenesis in fatty liver disease. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Digestive Diseases and Sciences, 61<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(5), 1282\u20131293. https:\/\/doi.org\/10.1007\/s10620-016-4054-0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">World Health Organization. (2015). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Guideline: Sugars intake for adults and children.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> WHO Press.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang, Q., Zhang, Z., Gregg, E. W., Flanders, W. D., Merritt, R., &amp; Hu, F. B. (2014). Added sugar intake and cardiovascular diseases mortality among US adults. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">JAMA Internal Medicine, 174<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(4), 516\u2013524. https:\/\/doi.org\/10.1001\/jamainternmed.2013.13563<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasa manis memang sulit ditolak, dari secangkir kopi kekinian sampai camilan favorit setelah makan siang, gula selalu berhasil menyelinap ke dalam menu harian kita tanpa disadari. Tapi di balik rasa yang menggoda itu, ada dampak besar yang perlu kamu ketahui. Berbagai penelitian dari lembaga kesehatan dunia sampai jurnal kedokteran ternama menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan &#8230; <a title=\"11 Alasan Kenapa Kelebihan Gula Bisa Merugikan Kesehatan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/11-alasan-kenapa-kelebihan-gula-bisa-merugikan-kesehatan\/\" aria-label=\"Read more about 11 Alasan Kenapa Kelebihan Gula Bisa Merugikan Kesehatan\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":7881,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-7880","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-active"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-09-21 19:00:52","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7880"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7883,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7880\/revisions\/7883"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}