{"id":7876,"date":"2026-09-08T18:00:12","date_gmt":"2026-09-08T11:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=7876"},"modified":"2026-09-08T13:21:46","modified_gmt":"2026-09-08T06:21:46","slug":"rahasia-diet-viral-nia-ramadhani-ini-fakta-ilmiahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/rahasia-diet-viral-nia-ramadhani-ini-fakta-ilmiahnya\/","title":{"rendered":"Rahasia Diet Viral Nia Ramadhani, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya dan Cara Lebih Amannya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media sosial kembali dihebohkan dengan kisah transformasi tubuh Nia Ramadhani yang berhasil menurunkan berat badan hingga 28 kg dalam waktu enam bulan pasca melahirkan. Dilansir dari <\/span><a href=\"http:\/\/detik.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">detik.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><a href=\"http:\/\/liputan6.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">liputan6.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Ia mengaku hanya makan tiga kali sehari tanpa camilan sama sekali di sela-selanya, mulai dari dua butir telur di pagi hari, ayam dan nasi saat siang, hingga alpukat di sore hari. Cerita ini langsung menyebar luas dan memicu rasa penasaran banyak wanita yang punya tujuan serupa yaitu tubuh lebih ramping, langkah lebih ringan, dan rasa percaya diri yang kembali utuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar rasanya kalau tren semacam ini menarik perhatian. Namun penting untuk melihatnya lebih dalam, bukan sekadar mengikuti tanpa memahami logika di baliknya. Sebab pola makan yang terlihat sederhana di layar ponsel, kalau ditiru mentah-mentah, bisa berisiko bagi tubuh yang tidak terbiasa dengan pembatasan ketat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa yang Sebenarnya Terjadi Secara Ilmiah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dilihat dari sisi keilmuan, pola makan Nia Ramadhani sebenarnya menunjukkan satu prinsip dasar penurunan berat badan yaitu <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/kenapa-bisa-lapar-saat-defisit-kalori-apa-yang-dilakukan\/\">defisit kalori<\/a>. Dengan hanya makan tiga kali sehari tanpa camilan, otomatis asupan kalori hariannya menjadi jauh lebih rendah dibanding kebiasaan makan pada umumnya. Prinsip ini memang terbukti secara ilmiah bisa menurunkan berat badan, tetapi caranya yang terlalu ketat justru membawa risiko tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7872\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting-300x175.webp\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"175\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting-300x175.webp 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting-1024x597.webp 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting-768x448.webp 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting-18x12.webp 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting-750x438.webp 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting-1140x665.webp 1140w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Intermittent-Fasting.webp 1200w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika seseorang membiarkan jeda waktu makan terlalu panjang tanpa asupan apapun, tubuh cenderung kehilangan kandungan gizi penting seperti protein, kalsium, serat, dan asam lemak esensial yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga massa otot, kepadatan tulang, serta fungsi otak selama masa penurunan berat badan berlangsung. Studi yang dimuat di jurnal<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Obesity Reviews<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> justru menegaskan bahwa program penurunan berat badan yang menyertakan susu diet atau meal replacement terbukti memberikan hasil penurunan berat badan yang lebih baik dalam jangka satu tahun dibandingkan diet berbasis makanan biasa tanpa pengganti makan yang terukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, keberhasilan menurunkan berat badan tidak harus dicapai dengan menahan lapar seharian atau melewatkan waktu makan tanpa perhitungan. Ada cara yang lebih terukur, lebih aman, dan tetap didukung bukti ilmiah kuat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapa Susu Diet Bisa Jadi Solusi yang Lebih Terukur<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7857\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1-169x300.png\" alt=\"\" width=\"286\" height=\"508\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1-169x300.png 169w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1-576x1024.png 576w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1-768x1365.png 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1-864x1536.png 864w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1-7x12.png 7w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1-750x1333.png 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/2608-EP-IGS-2-Aug-WRP-Official-Informative-1.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 286px) 100vw, 286px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep <\/span><b>meal replacement <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">atau susu diet sebenarnya sudah lama diteliti secara global. Meta-analisis yang dipublikasikan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menemukan bahwa penurunan berat badan paling optimal terjadi ketika susu diet menggantikan sekitar 60% atau lebih dari total energi harian dalam program pembatasan kalori. Penelitian lain yang dimuat di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obesity Reviews<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tahun 2024 turut memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa penggunaan susu diet secara konsisten memberi dampak positif terhadap penurunan berat badan sekaligus perbaikan sejumlah indikator kesehatan metabolik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah letak keunggulan susu diet seperti <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/2g7Dg2nMlt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP Meal Replacement<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Produk ini dirancang khusus sebagai pengganti makan untuk sarapan maupun makan malam bagi wanita yang ingin menurunkan berat badan dengan kalori jauh lebih rendah dibanding porsi makanan biasa. Satu sachet <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/2g7Dg2nMlt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP Meal Replacement<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya mengandung sekitar 210 kkal, sedangkan porsi makan biasa bisa mencapai 500-700 kkal. Perbedaan ini membuat defisit kalori tercapai secara alami tanpa harus menahan lapar berjam-jam seperti pola makan yang sedang viral belakangan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang membedakan susu diet dari sekadar melewatkan waktu makan adalah kelengkapan kandungan gizinya. <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/2g7Dg2nMlt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP Meal Replacement<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tetap memenuhi kebutuhan protein, kalsium, <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/serat-vs-protein-mana-yang-lebih-penting-untuk-tubuhmu\/\">serat<\/a>, hingga vitamin dan mineral harian sehingga tubuh tetap mendapat asupan yang lengkap dan aman selama menjalani program penurunan berat badan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Protein yang Tinggi untuk Rasa Kenyang Lebih Lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu keunggulan utama susu diet terletak pada kandungan proteinnya yang tinggi, hasil kombinasi whey protein dan kasein. Kombinasi dua jenis protein ini bukan tanpa alasan. Penelitian yang dimuat di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">European Journal of Clinical Nutrition <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menunjukkan bahwa whey protein memberikan efek kenyang yang lebih cepat dirasakan dibanding kasein maupun karbohidrat biasa. Sementara itu, tinjauan ilmiah lain yang dipublikasikan di jurnal Nutrients menjelaskan bahwa whey unggul dalam menahan rasa lapar dalam jangka pendek, sedangkan kasein lebih efektif menjaga rasa kenyang dalam jangka panjang karena proses pencernaannya yang lebih lambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi keduanya di dalam susu diet inilah yang membuat wanita yang sedang diet tidak mudah tergoda ngemil di sela waktu makan, sebuah tantangan yang justru diakui sendiri oleh Nia Ramadhani sebagai bagian tersulit selama proses dietnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalsium, Serat, dan Omega yang Menjaga Tubuh Tetap Bebas Bergerak<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_7672\" aria-describedby=\"caption-attachment-7672\" style=\"width: 290px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7672\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-300x201.jpg\" alt=\"bebas bergerak\" width=\"300\" height=\"201\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-300x201.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-1024x685.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-768x514.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-1536x1027.jpg 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-2048x1370.jpg 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-1320x883.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-750x502.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/full-shot-woman-taking-pilates-reformer-class-1140x762.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7672\" class=\"wp-caption-text\">bebas bergerak<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain protein, susu diet juga tinggi kalsium yang berperan penting menjaga kepadatan tulang dan gigi selama masa penurunan berat badan. Ini penting karena pembatasan kalori yang tidak terencana kerap membuat asupan kalsium ikut menurun drastis, padahal tulang yang kuat adalah kunci agar tubuh tetap bebas bergerak dalam menjalani aktivitas harian, entah itu berolahraga, bekerja, atau sekadar mengejar anak-anak di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan serat yang tinggi turut membantu melancarkan pencernaan sekaligus memperpanjang rasa kenyang. Tinjauan sistematis yang dimuat di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">European Journal of Clinical Nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mencatat bahwa serat dari jenis tertentu seperti beta-glukan dan serat larut lainnya terbukti berperan dalam mengatur sinyal kenyang di dalam tubuh. Ditambah kandungan omega-3 yang berkontribusi menjaga fungsi otak dan konsentrasi, sesuatu yang tak kalah penting agar tetap fokus menjalani rutinitas meski sedang membatasi kalori. Sebuah meta-analisis dosis-respons yang dipublikasikan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Scientific Reports<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bahkan menunjukkan bahwa suplementasi omega-3 berkaitan dengan perbaikan sejumlah aspek fungsi kognitif termasuk daya ingat dan kecepatan berpikir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susu diet ini juga mengandung omega-6 yang telah diteliti secara luas dalam kaitannya dengan kadar kolesterol. Studi yang dimuat di jurnal Circulation menunjukkan bahwa mengganti sebagian lemak jenuh dengan asam linoleat dari kelompok omega-6 dapat menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat secara signifikan. Lengkap dengan 10 vitamin dan 9 mineral yang membantu memenuhi sekitar 80-90% kebutuhan harian, susu diet benar-benar dirancang lengkap dan aman untuk dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari gaya hidup sehat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Belajar dari Nia Ramadhani, Tapi dengan Cara yang Lebih Bijak<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7878\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/susu-diet-300x233.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"233\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/susu-diet-300x233.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/susu-diet-1024x795.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/susu-diet-768x596.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/susu-diet-15x12.jpg 15w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/susu-diet-750x582.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/susu-diet.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semangat Nia Ramadhani untuk kembali sehat dan percaya diri setelah melahirkan tentu patut diapresiasi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ada cara yang jauh lebih baik daripada tidak makan atau tidak nyemil dselama berjam-jam, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu dengan konsumsi susu diet sebagai pengganti makan yang tetap memenuhi kebutuhan harian tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kemasan sachet yang praktis, susu diet bisa dibawa ke mana saja, mendukung wanita aktif yang ingin tetap bebas bergerak menjalani rutinitas padat tanpa harus repot menyiapkan menu diet yang rumit. Cukup satu sachet menggantikan sarapan atau makan malam, defisit kalori tercapai secara alami, kandungan gizi tetap terjaga, dan rasa percaya diri perlahan tumbuh kembali seiring berat badan yang mulai turun secara konsisten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurunkan berat badan memang membutuhkan komitmen, tetapi bukan berarti harus menyiksa diri. Pilih cara yang didukung bukti ilmiah, terukur, dan tetap memberi ruang bagi tubuh untuk tetap bebas bergerak setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua produk WRP lengkap dan aman dikonsumsi setiap hari. Kamu bisa dapatkan produk WRP di <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/8phT1kNLLy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">E-Commerce<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kesayangan kamu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">So Ladies, let\u2019s unlock your confidence!<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Daftar Pustaka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Astbury, N. M., Piernas, C., Hartmann-Boyce, J., Lapworth, S., Aveyard, P., &amp; Jebb, S. A. (2019). A systematic review and meta-analysis of the effectiveness of meal replacements for weight loss. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obesity Reviews<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 20(4), 569\u2013587. https:\/\/doi.org\/10.1111\/obr.12816<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bendtsen, L. Q., Lorenzen, J. K., Bendsen, N. T., Rasmussen, C., &amp; Astrup, A. (2013). Effect of dairy proteins on appetite, energy expenditure, body weight, and composition: A review of the evidence from controlled clinical trials. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Advances in Nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 4(4), 418\u2013438. https:\/\/doi.org\/10.3945\/an.113.003723<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Clark, M. J., &amp; Slavin, J. L. (2013). The effect of fiber on satiety and food intake: A systematic review. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Journal of the American College of Nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 32(3), 200\u2013211. https:\/\/doi.org\/10.1080\/07315724.2013.791194<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Detik. (2024, Januari 16). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nia Ramadhani turun 28 kg dalam 6 bulan, ini yang dikonsumsinya selama diet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. detikHealth. https:\/\/health.detik.com\/diet\/d-7143997<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jakubowicz, D., &amp; Froy, O. (2013). Biochemical and metabolic mechanisms by which dietary whey protein may combat obesity and Type 2 diabetes. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Journal of Nutritional Biochemistry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 24(1), 1\u20135. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jnutbio.2012.07.008<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kim, J. Y., Sung, D. K., &amp; Lee, S. K. (2021). The effect of meal replacement on weight loss according to calorie-restriction type and proportion of energy intake: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 121(8), 1551\u20131568. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jand.2021.03.013<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Liputan6. (2024, Januari 13). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tips diet Nia Ramadhani yang bikin turun 28 kg, tantangan terberat bukan membatasi makan nasi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Liputan6.com. https:\/\/www.liputan6.com\/lifestyle\/read\/5503100<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Marklund, M., Wu, J. H. Y., Imamura, F., Del Gobbo, L. C., Fretts, A., de Goede, J., &#8230; Mozaffarian, D. (2019). Biomarkers of dietary omega-6 fatty acids and incident cardiovascular disease and mortality. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Circulation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 139(21), 2422\u20132436. https:\/\/doi.org\/10.1161\/CIRCULATIONAHA.118.038908<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Noronha, J. C., Nishi, S. K., Ahmed, A., Bernstein, A. M., Franz, M., Kris-Etherton, P. M., &#8230; Sievenpiper, J. L. (2024). Weight management using meal replacements and cardiometabolic risk reduction in individuals with pre-diabetes and features of metabolic syndrome: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obesity Reviews<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 25(7), e13751. https:\/\/doi.org\/10.1111\/obr.13751<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zhang, Y., Chen, H., &amp; Li, W. (2025). A systematic review and dose response meta analysis of Omega 3 supplementation on cognitive function. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Scientific Reports<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 15, Article 16129. https:\/\/doi.org\/10.1038\/s41598-025-16129-8<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Media sosial kembali dihebohkan dengan kisah transformasi tubuh Nia Ramadhani yang berhasil menurunkan berat badan hingga 28 kg dalam waktu enam bulan pasca melahirkan. Dilansir dari detik.com dan liputan6.com Ia mengaku hanya makan tiga kali sehari tanpa camilan sama sekali di sela-selanya, mulai dari dua butir telur di pagi hari, ayam dan nasi saat siang, &#8230; <a title=\"Rahasia Diet Viral Nia Ramadhani, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya dan Cara Lebih Amannya!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/rahasia-diet-viral-nia-ramadhani-ini-fakta-ilmiahnya\/\" aria-label=\"Read more about Rahasia Diet Viral Nia Ramadhani, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya dan Cara Lebih Amannya!\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":7877,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lose-weight"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-09-16 05:46:43","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7876"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7879,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7876\/revisions\/7879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}