{"id":7802,"date":"2026-07-30T18:41:12","date_gmt":"2026-07-30T11:41:12","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=7802"},"modified":"2026-07-30T11:18:43","modified_gmt":"2026-07-30T04:18:43","slug":"kenapa-bisa-lapar-saat-defisit-kalori-apa-yang-dilakukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/kenapa-bisa-lapar-saat-defisit-kalori-apa-yang-dilakukan\/","title":{"rendered":"Kenapa Bisa Selalu Lapar Saat Defisit Kalori dan Apa yang Bisa Dilakukan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah nggak sih Ladies udah niat banget makan lebih sedikit demi turun berat badan, tapi baru jam sepuluh pagi perut sudah bunyi kayak lagi demo. Terus muncul rasa bersalah karena mikir &#8220;kok aku lemah banget ya&#8221; padahal sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan lemah atau nggaknya kemauan kamu. Banyak Ladies memiliki keluhan yang sama. Mereka udah disiplin, udah nurunin porsi, tapi rasa lapar itu nggak kunjung reda. Nah di artikel ini akan dijelasin dari sisi ilmiah kenapa hal ini terjadi dan apa yang sebenarnya bisa Ladies lakukan supaya proses diet terasa lebih ringan tanpa harus berperang setiap hari melawan perut sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tubuh Kamu Memang Didesain untuk Melawan Defisit Kalori<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu asupan kalori dikurangi, tubuh nggak diam saja. Ada dua hormon utama yang ikut bermain yaitu leptin dan ghrelin. Leptin adalah hormon yang bikin kamu merasa kenyang, sementara ghrelin adalah hormon yang memicu rasa lapar. Penelitian jangka panjang yang dipublikasikan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">New England Journal of Medicine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menemukan bahwa setelah seseorang berhasil turun berat badan, kadar leptin turun drastis dan kadar ghrelin justru meningkat, dan perubahan ini masih terlihat bahkan satu tahun kemudian dengan peningkatan rasa lapar yang tetap signifikan dibanding kondisi awal. Artinya tubuh kamu secara aktif berusaha mengembalikan energi yang hilang lewat sinyal lapar yang lebih kuat. Sebuah meta analisis terbaru di I<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nternational Journal of Obesity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga mengonfirmasi bahwa pembatasan kalori secara konsisten meningkatkan kadar ghrelin sekaligus menurunkan hormon rasa kenyang seperti PYY dan GLP-1. Jadi kalau kamu ngerasa lapar terus selama diet, itu tidak berarti kamu gagal. Itu respons biologis yang memang sudah tertulis dalam sistem tubuh manusia sejak dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Faktor Lain yang Memperparah Rasa Lapar<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7803\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-300x200.jpg\" alt=\"lapar\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-300x200.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-768x512.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-1320x880.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-750x500.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/portrait-miserable-girl-with-cupcake-sad-without-sweets-cant-eat-pastry-being-diet-white-backg-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain hormon, ada beberapa hal lainnya yang sering luput dari perhatian kita padahal pengaruhnya besar. Kurang tidur misalnya terbukti meningkatkan ghrelin dan menurunkan leptin sehingga rasa lapar jadi lebih intens keesokan harinya. Stres juga berperan karena mengganggu jalur komunikasi antara usus dan otak sehingga muncul keinginan kuat terhadap makanan tinggi kalori seperti yang dijelaskan oleh peneliti dari Tufts University. Kalau kamu lagi diet sambil begadang dan pikiran penuh tekanan kerja, wajar banget kalau rasa lapar terasa jauh lebih sulit dikendalikan dibanding biasanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Protein Adalah Kunci Utama Menekan Rasa Lapar<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7805\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-300x200.jpg\" alt=\"lapar\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-300x200.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-768x512.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-1320x880.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-750x500.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/young-pretty-girl-eating-pizza-white-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar baiknya, ada cara mengelola sinyal <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/diet-viral-dewi-hughes-kunci-turun-berat-badan\/\">lapar<\/a> ini lewat pilihan makanan yang tepat. Protein terbukti punya efek kenyang paling kuat dibanding karbohidrat maupun lemak. Review yang dipublikasikan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">American Journal of Clinical Nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelaskan bahwa protein memiliki sifat kenyang non spesifik yang lebih kuat dibanding lemak atau karbohidrat sehingga dapat menurunkan asupan energi harian, dan efek ini paling optimal ketika satu waktu makan mengandung sekitar dua puluh lima sampai tiga puluh gram protein. Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi protein secara akut dapat menurunkan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang secara signifikan disertai penurunan hormon ghrelin. Ini sebabnya kombinasi protein whey dan kasein sering direkomendasikan dalam program penurunan berat badan karena keduanya dicerna dengan kecepatan berbeda sehingga rasa kenyang bisa bertahan lebih lama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Serat Bikin Rasa Kenyang Bertahan Lebih Lama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain protein, serat juga punya peran penting. <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/serat-vs-protein-mana-yang-lebih-penting-untuk-tubuhmu\/\">Serat larut<\/a> memperlambat pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di saluran cerna. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sistematis yang dimuat di jurnal Foods menjelaskan bahwa serat larut memperlambat pengosongan lambung dan berperan besar dalam regulasi rasa lapar. Selain itu proses fermentasi serat di usus besar menghasilkan asam lemak rantai pendek yang ikut memicu pelepasan hormon rasa kenyang seperti GLP-1 dan PYY. Jadi kalau menu diet kamu rendah serat kemungkinan besar rasa lapar akan datang lebih cepat meski jumlah kalorinya sudah dihitung dengan teliti.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kapan Susu Diet Bisa Membantu<\/b><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-7798 size-large\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle-576x1024.png\" alt=\"\" width=\"576\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle-576x1024.png 576w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle-169x300.png 169w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle-768x1365.png 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle-864x1536.png 864w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle-7x12.png 7w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle-750x1333.png 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2607-EP-IGS-10-Juli-WRP-Lifestyle.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah di sinilah susu diet pengganti makan bisa jadi solusi praktis buat kamu yang sering kewalahan menghitung porsi tapi tetap butuh asupan yang lengkap dan rendah kalori. Meta analisis dari Universitas Oxford yang dimuat di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obesity Reviews<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menemukan bahwa program penurunan berat badan yang menyertakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meal replacement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menghasilkan penurunan berat badan rata rata lebih besar dibanding diet konvensional tanpa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meal replacement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam jangka waktu satu tahun. Ini artinya mengganti satu atau dua waktu makan dengan susu diet lebih dari sekadar tren karena memang punya dasar ilmiah yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh satu sachet <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/1gHPewc1mw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP Meal Replacement<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya mengandung sekitar 210 kkal dibanding makanan biasa yang bisa mencapai 500-700 kkal untuk satu porsi. Kandungan gizinya juga dirancang lengkap yaitu kombinasi protein whey dan kasein untuk menjaga rasa kenyang lebih lama, tinggi kalsium untuk mendukung kepadatan tulang dan gigi, tinggi serat untuk melancarkan pencernaan, omega-3 untuk memberi asupan zat gizi bagi otak dan menjaga konsentrasi selama menjalani program diet, serta omega-6 yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Ditambah 10 vitamin dan 9 mineral yang bisa memenuhi 80-90% kebutuhan zat gizi mikro harian. Jadi kamu tetap bisa menjalani defisit kalori tanpa was was kekurangan zat gizi penting lainnya. <\/span><b><i>Ladies<\/i><\/b><b> bisa dapatkan produk <a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/8phT1kNLLy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WRP di<\/a><\/b><b><i> E-Commerce<\/i><\/b><b> kesayangan kamu.<\/b><\/p>\n<h2><b>Menjaga Rasa Percaya Diri Sambil Tetap Bebas Bergerak<\/b><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7807\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-200x300.jpg\" alt=\"susu diet\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-200x300.jpg 200w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-683x1024.jpg 683w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-768x1152.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-8x12.jpg 8w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-1320x1980.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-750x1125.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-1140x1710.jpg 1140w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/TYS00364-scaled.jpg 1707w\" sizes=\"(max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diet yang baik itu tidak seharusnya bikin kamu lemas dan takut beraktivitas, tapi tetap membuat kamu bebas bergerak menjalani rutinitas harian mulai dari kerja, olahraga, sampai kumpul bareng teman. Kalau asupan protein dan zat gizi terpenuhi, energi tubuh lebih stabil sehingga kamu tetap percaya diri menjalani hari tanpa terus terganggu rasa lapar yang mengintervensi mood. Selain<\/span><b> lengkap dan aman,<\/b> <a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/AUsoBFFMff\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP Meal Replacement<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga praktis sehingga memudahkan kamu membawanya kemana saja, entah itu ke kantor atau liburan keluarga. Kamu bisa tetap berkomitmen diet tanpa harus repot menyiapkan makanan setiap saat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa lapar yang muncul saat defisit kalori adalah respons biologis yang wajar dan bisa dijelaskan lewat perubahan hormon leptin dan ghrelin. Bukan berarti kamu gagal, hanya saja tubuh butuh strategi yang lebih cerdas. Perbanyak protein, cukupi serat, jaga tidur, kelola stres, dan kalau perlu manfaatkan susu diet sebagai pengganti makan di waktu yang paling menantang seperti sarapan atau makan malam. Dengan begitu proses menurunkan berat badan bisa berjalan lebih realistis, kamu tetap bebas bergerak, dan yang paling penting rasa percaya diri kamu tetap terjaga sepanjang perjalanan diet ini. <\/span><b><i>So Ladies, let\u2019s unlock your confidence!.<\/i><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Daftar Pustaka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Astbury, N. M., Piernas, C., Hartmann-Boyce, J., Lapworth, S., Aveyard, P., &amp; Jebb, S. A. (2019). A systematic review and meta-analysis of the effectiveness of meal replacements for weight loss. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obesity Reviews, 20<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(4), 569\u2013587. https:\/\/doi.org\/10.1111\/obr.12816<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dote-Montero, M., et al. (2025). Fasting appetite-related gut hormone responses after weight loss induced by calorie restriction, exercise, or both in people with overweight or obesity: a meta-analysis. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Journal of Obesity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. https:\/\/doi.org\/10.1038\/s41366-025-01726-4<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fromentin, G., Darcel, N., Chaumontet, C., Marsset-Baglieri, A., Nadkarni, N., &amp; Tom\u00e9, D. (2012). Dietary protein &#8211; its role in satiety, energetics, weight loss and health. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">British Journal of Nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/23107521\/<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Leidy, H. J., Clifton, P. M., Astrup, A., Buckley, J. D., Turnbull, W. H., Ortinau, L. C., Stern, J. S., Hill, J. O., &amp; Mattes, R. D. (2015). The role of protein in weight loss and maintenance. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The American Journal of Clinical Nutrition, 101<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(6), 1320S\u20131329S. https:\/\/doi.org\/10.3945\/ajcn.114.084038<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salleh, S. N., Fairus, A. A. H., Zahary, M. N., Bhaskar Raj, N., &amp; Mhd Jalil, A. M. (2019). Unravelling the effects of soluble dietary fibre supplementation on energy intake and perceived satiety in healthy adults: Evidence from systematic review and meta-analysis of randomised-controlled trials. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Foods, 8<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1), 15. https:\/\/doi.org\/10.3390\/foods8010015<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumithran, P., Prendergast, L. A., Delbridge, E., Purcell, K., Shulkes, A., Kriketos, A., &amp; Proietto, J. (2011). Long-term persistence of hormonal adaptations to weight loss. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">New England Journal of Medicine, 365<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(17), 1597\u20131604. https:\/\/doi.org\/10.1056\/NEJMoa1105816<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tufts University. (2026, June 25). The hormones that control your appetite. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tufts Now<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. https:\/\/now.tufts.edu\/2026\/06\/25\/hormones-control-your-appetite<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah nggak sih Ladies udah niat banget makan lebih sedikit demi turun berat badan, tapi baru jam sepuluh pagi perut sudah bunyi kayak lagi demo. Terus muncul rasa bersalah karena mikir &#8220;kok aku lemah banget ya&#8221; padahal sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan lemah atau nggaknya kemauan kamu. Banyak Ladies memiliki keluhan yang sama. Mereka &#8230; <a title=\"Kenapa Bisa Selalu Lapar Saat Defisit Kalori dan Apa yang Bisa Dilakukan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/kenapa-bisa-lapar-saat-defisit-kalori-apa-yang-dilakukan\/\" aria-label=\"Read more about Kenapa Bisa Selalu Lapar Saat Defisit Kalori dan Apa yang Bisa Dilakukan\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":7804,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lose-weight"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-08-07 01:35:05","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7802"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7808,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7802\/revisions\/7808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}