{"id":7773,"date":"2026-07-10T18:04:31","date_gmt":"2026-07-10T11:04:31","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=7773"},"modified":"2026-07-10T14:06:10","modified_gmt":"2026-07-10T07:06:10","slug":"kenapa-kita-ingin-makan-terus-saat-lagi-stres","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/kenapa-kita-ingin-makan-terus-saat-lagi-stres\/","title":{"rendered":"Kenapa Kita Ingin Makan Terus Saat Lagi Stres?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah tidak <em>Ladies<\/em> tiba-tiba buka kulkas jam 11 malam padahal perut sebenarnya tidak lapar cuma pikiran emang lagi penuh banget. Jawabannya ternyata karena ada mekanisme biologis yang bekerja di balik layar tubuh kita, simak selengkapnya pada artikel ini ya <em>Ladies<\/em>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Otak dan Hormon yang Berperan<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7778\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-300x206.jpg\" alt=\"stress\" width=\"300\" height=\"206\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-300x206.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-1024x705.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-768x528.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-1536x1057.jpg 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-2048x1409.jpg 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-1320x908.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-750x516.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/qegs_nr8p_221201-1140x784.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat stres tubuh melepaskan hormon kortisol. Penelitian dari UCSF yang dipimpin Norman Pecoraro dan Mary Dallman menemukan bahwa kortisol mendorong perilaku mencari kesenangan termasuk makan makanan tinggi energi. Contohnya seperti gula dan lemak karena glukokortikoid mendorong perilaku mencari kesenangan termasuk makan makanan tinggi energi. Menariknya makanan tersebut justru memberi sinyal ke otak bahwa tubuh sudah aman dan bisa berhenti waspada, tubuh mengirim pesan ke otak bahwa semuanya baik-baik saja karena sudah terisi energi yang tinggi. Jadi kalau kamu ngerasa lega setelah makan camilan manis saat lagi banyak pikiran itu memang respons tubuh yang sudah terprogram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kortisol ada juga peran serotonin. Ketika kadar kortisol naik aktivitas serotonin justru menurun dan bikin <em>mood<\/em> ikut turun, lonjakan kortisol menyebabkan penurunan aktivitas serotonin yang berujung pada suasana hati yang memburuk. Sebagai kompensasi otak jadi mengidam makanan tinggi karbohidrat dan gula karena bisa mendongkrak serotonin, sementara otak mengidam makanan tinggi karbohidrat dan gula yang bisa meningkatkan serotonin secara sementara dan memberi rasa lega sesaat. Di sinilah alasan kenapa saat capek atau tertekan yang keinget malah cokelat atau gorengan bukan sayur rebus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Efek Jangka Panjang Kalau Dibiarkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya kalau stres ini terjadi terus menerus dan tidak cuma sesekali efeknya bisa merembet ke berat badan. Riset yang dimuat di jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ScienceDirect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menunjukkan kadar kortisol tinggi berkaitan dengan pola makan yang kurang sehat. Terutama makanan berlemak camilan dan makanan manis kadar kortisol tinggi berkaitan dengan pola makan yang kurang sehat terutama makanan berlemak camilan dan terutama makanan manis. Stres kronis juga bisa memicu perubahan fisiologis dan perilaku yang berujung pada kenaikan berat badan mulai dari perubahan hormon makan emosional, aktivitas fisik yang menurun sampai gangguan tidur stres kronis dapat memicu perubahan fisiologis dan perilaku yang berujung pada kenaikan berat badan meliputi perubahan hormon makan emosional penurunan aktivitas fisik dan gangguan tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kortisol juga berperan langsung dalam penyimpanan lemak terutama di area perut. Kortisol dapat meningkatkan simpanan lemak di berbagai bagian tubuh terutama di area perut. Studi lain yang membandingkan orang dengan berat badan berlebih dan berat badan sehat, menemukan bahwa reaktivitas kortisol menjadi penanda kuat perilaku makan akibat stres yang berdampak pada indeks massa tubuh. Reaktivitas kortisol menjadi penanda kuat bahwa perilaku makan akibat stres yang memengaruhi indeks massa tubuh. Jadi lingkaran: <em>stres-makan-lega-stres lagi<\/em> ini kalau dibiarkan bisa jadi kebiasaan yang susah diputus.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7775\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Cookies-Keju-Sachet-117x300.png\" alt=\"\" width=\"117\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Cookies-Keju-Sachet-117x300.png 117w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Cookies-Keju-Sachet-401x1024.png 401w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Cookies-Keju-Sachet-601x1536.png 601w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Cookies-Keju-Sachet-5x12.png 5w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Cookies-Keju-Sachet.png 700w\" sizes=\"(max-width: 117px) 100vw, 117px\" \/> <img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7776\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-300x111.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"111\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-300x111.png 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-1024x381.png 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-768x285.png 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-1536x571.png 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-2048x761.png 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-18x7.png 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-1320x491.png 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-750x279.png 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/New-Sachet-Choco-Cookies-30gr-2-1140x424.png 1140w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah di titik inilah memilih camilan jadi penting. Bukan berarti <em>Ladies<\/em> harus menahan total dari rasa \u2018nyaman\u2019 yang selama ini dirasakan tubuh. Tapi dialihkan ke pilihan yang tetap bisa memanjakan lidah namun tekontrol untuk tubuh. Contohnya seperti <\/span><b><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/4qDvUYPiSn\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WRP Chocolate Cookies<\/a> dan <a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/8fQe3cfvhq\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WRP Edam Cheese Cookies<\/a><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain bebas gula, <\/span><a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/4qDvUYPiSn\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>WRP\u00a0 Chocolate Cookies<\/b><\/a> <b>dan<a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/8fQe3cfvhq\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> WRP Edam Cheese Cookies <\/a><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">juga tinggi serat sehingga bisa bikin kenyang lebih lama. Produk WRP lengkap dan aman, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang negatif. Bisa dikonsumsi setiap hari sesuai takaran saji.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bebas Bergerak Meski Pikiran Lagi Ramai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu dampak stres yang sering kelewat adalah menurunnya aktivitas fisik. Stres kronis dapat menyebabkan penurunan motivasi untuk aktivitas fisik dan olahraga yang berujung pada gaya hidup yang lebih pasif. Padahal tubuh yang tetap bergerak justru membantu meredakan stres itu sendiri. Jadi kalau lagi banyak pikiran coba tetap jaga badan supaya bebas bergerak entah itu yoga di kamar, jalan kaki sebentar keliling komplek atau sekedar naik turun tangga di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan <em>Ladies<\/em> melakukan <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/rahasia-transformasi-toned-body-perbaikan-otot-susu-protein\/\">olahraga<\/a> selama minimal 25 menit dalam satu kali kegiatan. Karena menurut penelitian di menit ke 20 tubuh melepaskan hormon dopamin dan endorfin. Sehingga jika <em>Ladies<\/em> minimal melakukan olahraga 20-25 menit maka <em>Ladies<\/em> bisa menikmati manfaat dari adanya hormon dopamin dan endorfin yaitu <em>Ladies<\/em> akan merasa lebih <em>happy<\/em>, nyaman dan tingkat stress menurun. Ketika tingkat stress sudah turun, maka kita tidak mudah untuk tiba-tiba makan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain kali kalau tiba-tiba pengen buka kulkas padahal tidak lapar coba sadari dulu ini lapar beneran atau cuma tubuh yang lagi cari rasa aman dari stres. Pilih camilan yang tetap kasih rasa nyaman tapi tidak bikin khawatir terkait kalori dan tetap usahakan badan bebas bergerak supaya rasa percaya diri tetap terjaga meski hari sedang berat. <\/span><b><em>Ladies<\/em> bisa dapatkan produk WRP di <a href=\"https:\/\/s.shopee.co.id\/8phT1kNLLy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>E-Commerce<\/em><\/a> kesayangan kamu ya. <em>So Ladies, let\u2019s unlock your confidence!<\/em><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Daftar Pustaka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Chao, A., Grilo, C. M., White, M. A., &amp; Sinha, R. (2014). Food cravings mediate the relationship between chronic stress and body mass index. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Journal of Health Psychology, 20<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(6), 721\u2013729.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dallman, M. F., Pecoraro, N. C., &amp; la Fleur, S. E. (2005). Chronic stress and comfort foods: Self-medication and abdominal obesity. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Brain, Behavior, and Immunity, 19<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(4), 275\u2013280. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.bbi.2004.11.004<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Michels, N., Sioen, I., Braet, C., Eiben, G., Hebestreit, A., Huybrechts, I., Vanaelst, B., Vyncke, K., &amp; De Henauw, S. (2013). Stress, emotional eating behaviour and dietary patterns in children. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Appetite, 62<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 156\u2013164. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.appet.2012.10.026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pecoraro, N., Reyes, F., Gomez, F., Bhargava, A., &amp; Dallman, M. F. (2004). Chronic stress promotes palatable feeding, which reduces signs of stress: Feedforward and feedback effects of chronic stress. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Endocrinology, 145<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(8), 3754\u20133762. https:\/\/doi.org\/10.1210\/en.2004-0305<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rutters, F., Nieuwenhuizen, A. G., Lemmens, S. G., Born, J. M., &amp; Westerterp-Plantenga, M. S. (2009). Acute stress-related changes in eating in the absence of hunger. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obesity, 17<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1), 72\u201377. https:\/\/doi.org\/10.1038\/oby.2008.493<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah tidak Ladies tiba-tiba buka kulkas jam 11 malam padahal perut sebenarnya tidak lapar cuma pikiran emang lagi penuh banget. Jawabannya ternyata karena ada mekanisme biologis yang bekerja di balik layar tubuh kita, simak selengkapnya pada artikel ini ya Ladies. Otak dan Hormon yang Berperan Saat stres tubuh melepaskan hormon kortisol. Penelitian dari UCSF yang &#8230; <a title=\"Kenapa Kita Ingin Makan Terus Saat Lagi Stres?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/kenapa-kita-ingin-makan-terus-saat-lagi-stres\/\" aria-label=\"Read more about Kenapa Kita Ingin Makan Terus Saat Lagi Stres?\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":7774,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-7773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-everyday"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-07-18 04:19:20","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7773"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7780,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7773\/revisions\/7780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}