{"id":7057,"date":"2025-07-31T17:28:05","date_gmt":"2025-07-31T10:28:05","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=7057"},"modified":"2025-07-31T17:28:05","modified_gmt":"2025-07-31T10:28:05","slug":"susu-rendah-lemak-solusi-kulit-sehat-tanpa-jerawat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/susu-rendah-lemak-solusi-kulit-sehat-tanpa-jerawat\/","title":{"rendered":"Susu Rendah Lemak: Solusi Terbaik Kulit Sehat Tanpa Jerawat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit sehat b<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">agi perempuan memiliki arti salah satunya adalah kulit bersih tanpa jerawat. Menjaga kesehatan kulit adalah bagian penting dari rutinitas kecantikan dan kepercayaan diri. Namun, masalah kulit seperti jerawat masih menjadi musuh utama, tidak hanya bagi remaja, tetapi juga perempuan dewasa. Salah satu penyebab tersembunyi yang sering luput dari perhatian adalah konsumsi susu tinggi lemak. Meski susu dikenal kaya nutrisi, ternyata tidak semua jenis susu cocok untuk semua jenis kulit, terutama bagi mereka yang rentan berjerawat.<\/span><\/p>\n<h1><strong>Penyebab Munculnya Jerawat\u00a0<\/strong><\/h1>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7063 size-epic-750x536\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/confident-young-woman-with-acne-close-up-750x536.jpg\" alt=\"Susu Rendah Lemak: Solusi Terbaik Kulit Sehat Tanpa Jerawat\" width=\"750\" height=\"536\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/confident-young-woman-with-acne-close-up-750x536.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/confident-young-woman-with-acne-close-up-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/confident-young-woman-with-acne-close-up-120x86.jpg 120w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/confident-young-woman-with-acne-close-up-350x250.jpg 350w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/confident-young-woman-with-acne-close-up-1140x815.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/mitos-dan-fakta-terkait-makanan-penyebab-jerawat\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jerawat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kondisi kulit yang terjadi saat pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Namun, tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap jerawat. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan Hormon<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita sering mengalami fluktuasi hormon saat menstruasi, kehamilan, atau menopause. Lonjakan hormon androgen dapat merangsang kelenjar sebum di kulit untuk memproduksi minyak berlebih, yang pada akhirnya menyumbat pori-pori.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Genetik<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat memiliki kulit yang berjerawat maka kemungkinan kamu juga akan mengalaminya lebih besar.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis Kulit\u00a0<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit secara alami memproduksi minyak, namun kulit yang terlalu berminyak cenderung lebih mudah berjerawat, terutama bila tidak dirawat dengan tepat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gaya Hidup &amp; Diet<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gaya hidup yang buruk seperti stres akut, kurang tidur, dan kebiasaan konsumsi makanan atau minuman tinggi gula dan lemak dapat memperburuk kondisi kulit. Susu tinggi lemak adalah salah satu pemicu yang sering tidak disadari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Hubungan Susu Tinggi Lemak dan Munculnya Jerawat<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu aspek dari pola makan yang memicu jerawat adalah konsumsi lemak, khususnya lemak jenuh yang banyak ditemukan dalam produk hewani, termasuk susu tinggi lemak.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Lemak Meningkatkan Produksi Sebum<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asupan lemak berlebih bisa meningkatkan kadar kolesterol dan memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk produksi sebum (minyak alami kulit).<\/span><a href=\"https:\/\/www.maybelline.co.id\/makeup-tips\/face-makeup-tutorial\/apa-itu-sebum-ini-penjelasan-dan-tips-menghilangkannya-dengan-makeup\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Sebum<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berlebihan dapat menyumbat pori-pori, memicu peradangan, yang akhirnya menjadi jerawat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Peradangan dalam Tubuh<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lemak jenuh diketahui dapat memicu peradangan di dalam tubuh. Peradangan ini bisa memengaruhi kondisi kulit dan menyebabkan timbulnya jerawat yang lebih merah dan menyakitkan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Indeks Glikemik dan Lemak<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Studi dari <a href=\"https:\/\/jamanetwork.com\/journals\/jamadermatology\/fullarticle\/2767075\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">JAMA Dermatology<\/a>, menunjukkan bahwa makanan atau minuman dengan kandungan lemak dan gula yang tinggi (termasuk susu manis tinggi lemak) bisa meningkatkan indeks glikemik makanan sehingga gula darah meningkat cepat, merangsang hormon insulin, dan pada akhirnya memicu hormon yang memperburuk jerawat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Hormon dalam Susu Sapi yang Memicu Jerawat<\/strong><\/h1>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7066 size-epic-750x536\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photorealistic-view-cow-grazing-outdoors-750x536.jpg\" alt=\"Susu Rendah Lemak: Solusi Terbaik Kulit Sehat Tanpa Jerawat\" width=\"750\" height=\"536\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photorealistic-view-cow-grazing-outdoors-750x536.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photorealistic-view-cow-grazing-outdoors-16x12.jpg 16w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photorealistic-view-cow-grazing-outdoors-120x86.jpg 120w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photorealistic-view-cow-grazing-outdoors-350x250.jpg 350w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/photorealistic-view-cow-grazing-outdoors-1140x815.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susu sapi, meskipun kaya kalsium dan protein, ternyata memiliki sisi lain yang kurang ramah bagi kulit.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan Hormon Sapi<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sapi yang sedang dalam masa menyusui menghasilkan susu dengan kandungan hormon, seperti <em>insulin-like growth factor<\/em> 1 (IGF-1) dan estrogen. Hormon ini tetap ada meski susu telah mengalami proses pasteurisasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit Sehat berkaitan dengan Hormon IGF-1<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip penelitian <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.2147\/CCID.S69135\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i>Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology<\/i><\/a>, Hormon IGF-1 memicu produksi sebum yang berlebih sehingga kulit lebih mudah tersumbat dan menjadi cikal bakal jerawat\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Susu Mempengaruhi Insulin<\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi susu tinggi lemak dan gula dapat memicu peningkatan kadar insulin dalam darah. Kadar insulin tinggi dapat meningkatkan hormon androgen dalam tubuh yang memicu produksi minyak berlebih di kulit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Mengapa Wanita Harus Lebih Hati-Hati?<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita cenderung lebih sensitif terhadap fluktuasi hormon. Ketika hormon dari makanan (seperti susu sapi) masuk ke tubuh, ini bisa memperparah kondisi hormonal dalam tubuh. Selain itu, perempuan yang mengonsumsi produk susu tinggi lemak secara rutin bisa lebih sering mengalami kulit berjerawat, terutama menjelang menstruasi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Solusi: Beralih ke Susu Rendah Lemak (<i>Low fat milk<\/i>)<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar baiknya,\u00a0<em>ladies<\/em> tidak perlu berhenti minum susu sepenuhnya! Alternatif yang lebih sehat dan ramah untuk kulit adalah susu rendah lemak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Low fat milk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Susu Rendah Lemak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Low fat milk)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Apakah Lebih Aman?<\/span><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kandungan Lemak Jenuh Lebih Rendah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengurangi jumlah lemak jenuh, risiko produksi sebum berlebih dan peradangan dalam tubuh juga berkurang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kalori Lebih Terkontrol<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Susu rendah lemak umumnya mengandung kalori lebih sedikit, cocok untuk kamu yang sedang menjaga berat badan atau sedang dalam program diet.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kandungan Gizi Lengkap<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Meski rendah lemak, kandungan kalsium, vitamin D, dan protein dalam susu rendah lemak tetap tinggi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ramah terhadap Pencernaan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian perempuan yang memiliki intoleransi ringan terhadap laktosa, susu rendah lemak cenderung lebih mudah dicerna.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu bingung untuk memilih susu rendah lemak yang cocok untuk kamu, salah satu pilihan terbaiknya adalah WRP <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Low fat milk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang hadir dalam varian rasa vanilla dan coklat. Dengan kalori terkontrol hanya 110 kkal per saji, kandungan gizi WRP <i>Low fat milk<\/i> cukup lengkap dan disertai kalsium yang tinggi untuk membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi. Kandungan seratnya mendukung sistem pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Dilengkapi pula dengan 12 vitamin dan 10 mineral esensial, susu ini membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7067\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1-300x300.jpg\" alt=\"Susu Rendah Lemak: Solusi Terbaik Kulit Sehat Tanpa Jerawat\" width=\"671\" height=\"671\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1-150x150.jpg 150w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1-768x768.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1-12x12.jpg 12w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1-75x75.jpg 75w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1-750x750.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/LFM-mix-2-1.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 671px) 100vw, 671px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Susu Rendah Lemak (<em>Low Fat Milk)<\/em> varian chocolate dan vanilla. Klik disini untuk membeli WRP <em>Low Fat Milk\u00a0<\/em>varian <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/product\/61609382\/1002619756\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cokelat<\/a> dan <a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/product\/61609382\/1002619757\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">vanilla\u00a0<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan protein juga berperan dalam menjaga rasa kenyang lebih lama, cocok untuk yang sedang menjalani pola makan sehat. Disajikan dalam kemasan praktis, takaran penyajiannya adalah 1 sachet (30 g), dengan ukuran pillow sachet (60 g) berisi 2 sachet.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menikmati, cukup larutkan 1 sachet ke dalam 150 ml air hangat atau dingin dan aduk hingga merata. Disarankan untuk dikonsumsi 1 hingga 2 sachet per hari, dan dapat dinikmati kapan saja sesuai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Kesimpulan: Sayangi Kulit dengan Pilihan yang Lebih Sehat<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jerawat bisa disebabkan oleh berbagai faktor, dan susu tinggi lemak menjadi salah satu pemicu yang sering terabaikan. Bagi kamu yang rentan terhadap jerawat, terutama karena pengaruh hormon dan pola makan, sangat disarankan untuk mulai memerhatikan jenis susu yang dikonsumsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beralih ke susu rendah lemak bukan hanya lebih baik untuk kulit, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat secara keseluruhan. Dengan pilihan yang tepat, kamu tetap bisa menikmati manfaat susu tanpa harus mengorbankan kondisi kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan biarkan jerawat menghalangi rasa percaya dirimu. Ingin kulit lebih sehat? Mulai beralih ke susu rendah lemak hari ini. Temukan produk terbaik untukmu!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sumber :\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aghasi, M., Golzarand, M., Shab-Bidar, S., Aminianfar, A., Omidian, M., &amp; Taheri, F. (2019). Dairy intake and acne development: A meta-analysis of observational studies.. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Clinical nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 38 3, 1067-1075 . <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.clnu.2018.04.015\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.clnu.2018.04.015<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harisma., Bambang, W., Stefania, W. (2022). Hubungan Kebiasaan Konsumsi Susu Sapi dengan Kejadian Akne Vulgaris. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.28932\/jmh.v4i2.4025\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.28932\/jmh.v4i2.4025<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melnik, B. (2015). Linking diet to acne metabolomics, inflammation, and comedogenesis: an update.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 8, 371 &#8211; 388. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.2147\/CCID.S69135\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.2147\/CCID.S69135<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maybelline. N.d. Apa Itu Sebum? Ini Penjelasan dan Tips Menghilangkannya dengan Makeup <\/span><a href=\"https:\/\/www.maybelline.co.id\/makeup-tips\/face-makeup-tutorial\/apa-itu-sebum-ini-penjelasan-dan-tips-menghilangkannya-dengan-makeup\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.maybelline.co.id\/makeup-tips\/face-makeup-tutorial\/apa-itu-sebum-ini-penjelasan-dan-tips-menghilangkannya-dengan-makeup<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penso, L., Touvier, M., Deschasaux, M., De Edelenyi, S., Hercberg, S., Ezzedine, K., &amp; Sbidian, E. (2020). Association Between Adult Acne and Dietary Behaviors: Findings From the NutriNet-Sant\u00e9 Prospective Cohort Study..\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">JAMA dermatology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1001\/jamadermatol.2020.1602\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.1001\/jamadermatol.2020.1602<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulit sehat bagi perempuan memiliki arti salah satunya adalah kulit bersih tanpa jerawat. Menjaga kesehatan kulit adalah bagian penting dari rutinitas kecantikan dan kepercayaan diri. Namun, masalah kulit seperti jerawat masih menjadi musuh utama, tidak hanya bagi remaja, tetapi juga perempuan dewasa. Salah satu penyebab tersembunyi yang sering luput dari perhatian adalah konsumsi susu tinggi &#8230; <a title=\"Susu Rendah Lemak: Solusi Terbaik Kulit Sehat Tanpa Jerawat\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/susu-rendah-lemak-solusi-kulit-sehat-tanpa-jerawat\/\" aria-label=\"Read more about Susu Rendah Lemak: Solusi Terbaik Kulit Sehat Tanpa Jerawat\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":9,"featured_media":7062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[1391,1393,1392,1394,1396,1390,1028,1389,1395],"class_list":["post-7057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-everyday","tag-alternatif-susu-untuk-kulit-berjerawat","tag-kandungan-hormon-dalam-susu-sapi","tag-makanan-yang-memicu-jerawat","tag-pengaruh-susu-terhadap-kesehatan-kulit","tag-pengganti-susu-untuk-kulit-sensitif","tag-penyebab-jerawat-pada-perempuan","tag-susu-rendah-lemak","tag-susu-rendah-lemak-atasi-jerawat","tag-susu-rendah-lemak-wujudkan-kulit-bersih"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-05-09 16:55:48","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7057"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7071,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions\/7071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}