{"id":6943,"date":"2025-06-19T14:52:56","date_gmt":"2025-06-19T07:52:56","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=6943"},"modified":"2025-06-19T14:52:56","modified_gmt":"2025-06-19T07:52:56","slug":"dampak-konsumsi-gula-dan-kecantikan-kulit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/dampak-konsumsi-gula-dan-kecantikan-kulit\/","title":{"rendered":"Konsumsi Gula vs Kecantikan Kulit: Dampak Gula Berlebih"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ladies<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pasti banyak diantara kamu yang rela mengeluarkan banyak biaya untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skincare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, perawatan wajah, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">makeup <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">demi kulit yang sehat dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">glowing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi, tahukah kamu bahwa faktor penting yang sering diabaikan justru ada di piring makanmu? Ya, asupan gula yang kamu konsumsi berlebihan bisa menjadi musuh diam-diam yang akan merusak kesehatan kulit kamu dari dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel di bawah ini akan membahas secara lengkap hubungan antara konsumsi gula berlebih dengan kesehatan kulit kamu. Selain itu, artikel ini juga akan membahas batas harian gula yang aman, serta tips efektif untuk kamu yang tetap ingin mengonsumsi gula tanpa harus mengorbankan kulit cantikmu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ladies<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<h1><strong>Apa Hubungan Konsumsi Gula Berlebih bagi Kulit ?<\/strong><\/h1>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6944 size-epic-featured-750\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-750x500.jpg\" alt=\"Konsumsi Gula vs Kecantikan Kulit: Dampak Gula Berlebih\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-750x500.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-300x200.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-768x512.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-1320x880.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/person-dealing-with-rosacea-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan manis memang menyenangkan, apalagi saat sedang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">badmood<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, konsumsi gula yang berlebih tidak hanya berdampak buruk pada berat badan dan metabolisme, tapi juga merusak kesehatan kulit secara perlahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini dia beberapa dampak yang bisa kamu dapati ketika mengonsumsi gula secara berlebihan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Memicu Jerawat dan Peradangan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu efek paling nyata dari konsumsi gula berlebih adalah meningkatnya risiko <\/span><a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/mitos-dan-fakta-terkait-makanan-penyebab-jerawat\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">jerawat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Gula menyebabkan lonjakan insulin dalam darah, yang kemudian memicu produksi minyak berlebih (sebum) pada kulit. Minyak berlebih inilah yang sering menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat. Tak hanya itu, kadar gula tinggi juga memicu peradangan di dalam tubuh yang memperparah kondisi kulit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mempercepat Penuaan Dini (Glikasi)<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penuaan adalah proses alami, namun konsumsi gula bisa mempercepatnya. Mengutip dari penelitian <\/span><a href=\"https:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/doi\/10.1111\/exd.15065\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Experimental Dermatology<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, konsumsi gula yang berlebihan mempercepat proses glikasi di kulit. Proses ini merusak kolagen, mengakibatkan berkurangnya elastisitas kulit, meningkatnya kerutan, dan tanda-tanda penuaan kulit lainnya yang terlihat. Glikasi juga memicu peradangan dan stres oksidatif, yang selanjutnya membahayakan kesehatan kulit.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit Kusam dan Tidak Bercahaya<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gula berlebih juga bisa menyebabkan kulit terlihat kusam dan tidak bercahaya. Hal ini disebabkan oleh menurunnya aliran darah sehat ke permukaan kulit serta rusaknya struktur kulit akibat stres oksidatif. Jadi, jika kamu merasa kulit tampak lelah meski sudah memakai skincare mahal, bisa jadi penyebabnya adalah pola makan tinggi gula.<\/span><\/p>\n<h1><strong>Batas Konsumsi Gula Harian yang Aman<\/strong><\/h1>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6952 size-full\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-scaled.jpg\" alt=\"Konsumsi Gula vs Kecantikan Kulit: Dampak Gula Berlebih\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-scaled.jpg 2560w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-300x200.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-768x512.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-1320x880.jpg 1320w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-750x500.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/background-sugar-cubes-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.heart.org\/en\/healthy-living\/healthy-eating\/eat-smart\/sugar\/added-sugars\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">American Heart Association<\/span><\/i><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">(AHA), anjuran konsumsi gula per hari harus dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh dan kulit.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Laki-laki:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> maksimal 36 gram (sekitar 9 sendok teh) per hari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Perempuan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> maksimal 25 gram (sekitar 6 sendok teh) per hari\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gula tambahan bukan hanya dari makanan manis seperti kue atau permen. Banyak produk yang tampak &#8220;sehat&#8221; ternyata mengandung gula tersembunyi, seperti yoghurt rasa buah, sereal sarapan, saus botolan, hingga roti kemasan.<\/span><\/p>\n<h1><strong>Tips Konsumsi Gula tapi Tetap Menjaga Kulit Cantik<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasti untuk kebanyakan dari kamu, menghindari makanan manis bukan hal yang mudah. Tapi kamu bisa mengontrolnya tanpa harus tersiksa. Berikut beberapa tips mengontrol rasa ingin kamu terhadap gula yang bisa kamu terapkan:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">1. Ganti dengan Makanan Manis Alami<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ingin makan manis, pilih makanan alami seperti buah-buahan. Pisang, kurma, apel, atau mangga bisa memuaskan keinginanmu sekaligus memberikan vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk kulit.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">2. Perbanyak Protein dan Serat<\/span><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Craving something sweet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sering muncul karena kadar gula darah tidak stabil. Konsumsi makanan tinggi protein (seperti telur, kacang-kacangan, atau yogurt tanpa gula) dan tinggi serat (seperti sayuran hijau dan oats) dapat membantu menstabilkan gula darah, membuatmu kenyang lebih lama, dan mengurangi keinginan ngemil manis.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">3. Minum Air Saat Ingin Makan Manis<\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6951 size-epic-750x536\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/young-woman-with-glass-water-front-laptop-morning-750x536.jpg\" alt=\"Konsumsi Gula vs Kecantikan Kulit: Dampak Gula Berlebih\" width=\"750\" height=\"536\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/young-woman-with-glass-water-front-laptop-morning-750x536.jpg 750w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/young-woman-with-glass-water-front-laptop-morning-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/young-woman-with-glass-water-front-laptop-morning-120x86.jpg 120w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/young-woman-with-glass-water-front-laptop-morning-350x250.jpg 350w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/young-woman-with-glass-water-front-laptop-morning-1140x815.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang tubuh keliru mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar atau keinginan makan manis. Coba minum satu gelas air putih atau teh herbal hangat sebelum memutuskan makan cemilan manis.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">4. Tidur yang Cukup<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (pemicu rasa lapar) dan menurunkan leptin (pengontrol rasa kenyang), yang membuat kamu lebih rentan terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">craving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> gula keesokan harinya. Tidur cukup 7-8 jam per malam bisa membantu menjaga nafsu makan tetap seimbang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">5. Kelola Stres dengan Baik<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stres bisa memicu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">emotional eating<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak. Cobalah aktivitas seperti yoga, journaling, jalan santai, atau sekadar berbicara dengan teman dekat untuk mengelola stres.<\/span><\/p>\n<h1><strong>Perawatan Kulit Cantik yang Optimal Dimulai dari Dalam<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki kulit sehat dan glowing tidak hanya tentang skincare luar, tapi juga perawatan dari dalam yang berkelanjutan. Mengurangi gula bukan berarti kamu harus hidup tanpa rasa manis, melainkan bijak memilih sumber manis yang tidak merusak kesehatan kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu ingin kulit bebas jerawat, lebih cerah, dan tetap awet muda, mengontrol asupan gula adalah langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Perubahan pola makan memang butuh waktu dan niat, tapi hasilnya akan sangat terasa, tidak hanya di kulit, tapi juga pada energi, mood, dan kesehatan secara menyeluruh.<\/span><\/p>\n<h1><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gula memang memberi rasa manis yang menyenangkan, namun jika dikonsumsi secara berlebihan, dampaknya bisa sangat merugikan, terutama bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Mulai dari jerawat yang membandel, kulit kusam yang sulit diatasi, hingga munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan dan garis halus, semuanya bisa dipicu oleh tingginya kadar gula dalam tubuh. Hal ini terjadi akibat proses glikasi yang merusak kolagen serta efek peradangan yang ditimbulkan oleh lonjakan gula darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak perempuan sudah berinvestasi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skincare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mahal dan perawatan wajah rutin, tetapi masih merasa frustasi karena kondisi kulit yang tak kunjung membaik. Padahal, salah satu kunci pentingnya ada pada apa yang dikonsumsi setiap hari. Menjaga asupan gula bukan berarti kamu harus berhenti makan manis sepenuhnya, tapi lebih kepada bijak memilih sumber manis alami, memahami kebutuhan tubuh, dan mengendalikan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> craving <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan cara yang lebih sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengetahui batas aman konsumsi gula harian dan menerapkan langkah-langkah sederhana seperti memperbanyak konsumsi buah, meningkatkan asupan protein dan serat, serta tidur yang cukup, kamu sudah selangkah lebih dekat menuju kulit yang sehat, glowing, dan awet muda dari dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, kulit yang cantik sejatinya mencerminkan gaya hidup dan pola makan yang seimbang. Perawatan dari luar memang penting, tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">true beauty starts from within<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014dan salah satunya dimulai dari keputusan untuk lebih sadar akan konsumsi gula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulailah hari ini. Lakukan perubahan kecil, konsisten dalam kebiasaan sehat, dan biarkan kulitmu bersinar sebagai bukti dari investasi terbaik kamu dengan mencintai diri sendiri dari dalam ke luar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ladies<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Sumber :<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alexander, H., et al. (2023). Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Hidrasi Kulit Pada Kelompok Usia Produktif. Doi: <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.33024\/mnj.v5i6.10036\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.33024\/mnj.v5i6.10036<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Healtheroes. (2023). Benarkah Gula Mampu Sebabkan Jerawat? <\/span><a href=\"https:\/\/healtheroes.id\/benarkah-gula-mampu-sebabkan-jerawat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/healtheroes.id\/benarkah-gula-mampu-sebabkan-jerawat\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Heart. (2024). Added Sugars. <\/span><a href=\"https:\/\/www.heart.org\/en\/healthy-living\/healthy-eating\/eat-smart\/sugar\/added-sugars\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.heart.org\/en\/healthy-living\/healthy-eating\/eat-smart\/sugar\/added-sugars<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Novia, T., et al. (2023). Korelasi Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Kadar Air Dan Sebum Kulit Di Rukun Warga (Rw) 008 Kelurahan Cipondoh. Doi: <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.33024\/mahesa.v3i11.11607\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.33024\/mahesa.v3i11.11607<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ranindita, M., Olivia, C. (2023). Pengaruh Asupan Gula Berlebih Terhadap Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara. ISSN : 2774-5848 (Online)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prodiadigital. (2025). Asupan Gula Harian Berapa Gram? Ini Rekomendasi Anjurannya <\/span><a href=\"https:\/\/prodiadigital.com\/id\/artikel\/seberapa-penting-asupan-gula-harian-bagi-tubuh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/prodiadigital.com\/id\/artikel\/seberapa-penting-asupan-gula-harian-bagi-tubuh<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wang, L., Jiang, Y., &amp; Zhao, C. (2024). The effects of advanced glycation end\u2010products on skin and potential anti\u2010glycation strategies. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Experimental Dermatology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 33. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/exd.15065\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.1111\/exd.15065<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ladies, pasti banyak diantara kamu yang rela mengeluarkan banyak biaya untuk skincare, perawatan wajah, hingga makeup demi kulit yang sehat dan glowing. Tapi, tahukah kamu bahwa faktor penting yang sering diabaikan justru ada di piring makanmu? Ya, asupan gula yang kamu konsumsi berlebihan bisa menjadi musuh diam-diam yang akan merusak kesehatan kulit kamu dari dalam. &#8230; <a title=\"Konsumsi Gula vs Kecantikan Kulit: Dampak Gula Berlebih\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/dampak-konsumsi-gula-dan-kecantikan-kulit\/\" aria-label=\"Read more about Konsumsi Gula vs Kecantikan Kulit: Dampak Gula Berlebih\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":9,"featured_media":6953,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[1349,1347,1346,1348,1345],"class_list":["post-6943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-everyday","tag-anjuran-konsumsi-gula-per-hari","tag-asupan-gula-saat-diet","tag-dampak-gula-berlebih","tag-hubungan-gula-dengan-kecantikan-kulit","tag-konsumsi-gula-harian"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-04-29 16:10:34","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6943"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6954,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6943\/revisions\/6954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}