{"id":6770,"date":"2025-05-07T08:00:18","date_gmt":"2025-05-07T01:00:18","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=6770"},"modified":"2025-05-07T17:14:42","modified_gmt":"2025-05-07T10:14:42","slug":"manfaat-susu-protein-untuk-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/","title":{"rendered":"Manfaat Susu Protein untuk Wanita: Bantu Diet dan Jaga Massa Otot"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ladies, susu protein memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama bagi wanita yang tengah menjalani diet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susu protein bisa menjadi kunci untuk menjaga berat badan ideal sekaligus membentuk otot bagi wanita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya itu, masih banyak manfaat susu protein bagi wanita yang lainnya. Simak manfaat lengkapnya di artikel ini<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_80 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-transparent ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<div class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/div>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Mengapa_Wanita_Perlu_Mengonsumsi_Susu_Protein\">Mengapa Wanita Perlu Mengonsumsi Susu Protein?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Berikut_Ini_Manfaat_Susu_Protein_untuk_Wanita\">Berikut Ini Manfaat Susu Protein untuk Wanita<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Mendukung_Kesehatan_Otot_dan_Jaringan\">Mendukung Kesehatan Otot dan Jaringan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Mendukung_Keseimbangan_Hormon\">Mendukung Keseimbangan Hormon<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Menjaga_Berat_Badan\">Menjaga Berat Badan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Penting_Selama_Kehamilan_dan_Menyusui\">Penting Selama Kehamilan dan Menyusui<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Mendukung_Sistem_Imun\">Mendukung Sistem Imun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Mencegah_Anemia\">Mencegah Anemia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Mendukung_Kesehatan_Tulang\">Mendukung Kesehatan Tulang<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Berapa_Jumlah_Kebutuhan_Protein_Harian_Wanita\">Berapa Jumlah Kebutuhan Protein Harian Wanita?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Tips_Memenuhi_Kebutuhan_Protein_Harian\">Tips Memenuhi Kebutuhan Protein Harian<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Makan_protein_terlebih_dahulu\">Makan protein terlebih dahulu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Masukan_makanan_tinggi_protein_di_setiap_waktu_makan\">Masukan makanan tinggi protein di setiap waktu makan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Perbanyak_camilan_berupa_protein\">Perbanyak camilan berupa protein<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Pertimbangkan_untuk_mengonsumsi_susu_protein\">Pertimbangkan untuk mengonsumsi susu protein<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/#Solusi_Praktis_untuk_Memenuhi_Kebutuhan_Protein_Harian\">Solusi Praktis untuk Memenuhi Kebutuhan Protein Harian<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Wanita_Perlu_Mengonsumsi_Susu_Protein\"><\/span><b>Mengapa Wanita Perlu Mengonsumsi Susu Protein?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita memiliki kebutuhan zat gizi yang unik dan bervariasi sepanjang rentang hidupnya, mulai dari awal masa dewasa, selama dan setelah kehamilan, hingga menopause dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Termasuk juga kebutuhan protein. Sayangnya, makronutrien yang satu ini terkadang diabaikan oleh wanita. Padahal protein memainkan banyak peranan penting bagi wanita selama rentang kehidupannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Protein sangat penting bagi wanita, karena memainkan peran vital dalam berbagai fungsi tubuh dan juga kesehatan secara keseluruhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Protein bukan hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga diperlukan untuk membentuk otot, tendon, rambut, kulit, dan kuku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asam amino esensial dalam protein juga mendukung fungsi hormon dan neurotransmiter. Protein terdiri dari 20 asam amino, sembilan di antaranya dianggap &#8220;esensial&#8221; dan hanya dapat ditemukan dalam makanan karena tubuh kita tidak dapat mensintesisnya. Susu protein, terutama yang dibuat dari susu sapi, umumnya memilki kandungan asam amino esensial yang diperlukan tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengonsumsi susu protein dapat membantu memenuhi kebutuhan asam amino yang diperlukan tubuh.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berikut_Ini_Manfaat_Susu_Protein_untuk_Wanita\"><\/span><b>Berikut Ini Manfaat Susu Protein untuk Wanita<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendukung_Kesehatan_Otot_dan_Jaringan\"><\/span><b>Mendukung Kesehatan Otot dan Jaringan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Protein yang terkandung dalam susu protein membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, kuku dan rambut. Ini penting bagi wanita dari segala usia, terutama bagi wanita yang aktif secara fisik atau sedang dalam proses pemulihan pasca cedera atau operasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendukung_Keseimbangan_Hormon\"><\/span><b>Mendukung Keseimbangan Hormon<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak hormon yang dibuat dari protein. Beberapa hormon wanita yang dibuat dari protein antara lain seperti FSH (follicle-stimulating hormone), LH (luteinizing hormone), dan GH (growth hormone). Hormon-hormon ini memainkan peran penting dalam siklus menstruasi, ovulasi, dan pertumbuhan. Selain itu, protein juga menjadi dasar bagi hormon estrogen dan progesteron yang penting untuk kesehatan reproduksi. Asupan protein yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan hormon yang mendukung siklus menstruasi, kesehatan reproduksi dan fungsi metabolisme.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjaga_Berat_Badan\"><\/span><b>Menjaga Berat Badan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Protein dapat memberi rasa kenyang lebih lama. Ini membantu wanita dalam mengelola berat badan dan mengurangi keinginan ngemil atau makan berlebihan, terutama selama fase-fase perubahan hormon seperti saat PMS atau menopause.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama menjalani diet, asupan protein yang cukup juga dapat membantu mempertahankan massa otot. Massa otot yang tinggi membuat metabolisme tubuh tetap tinggi, sehingga tubuh dapat membakar lebih banyak kalori. Hal ini dapat membantu dalam penurunan berat badan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penting_Selama_Kehamilan_dan_Menyusui\"><\/span><b>Penting Selama Kehamilan dan Menyusui<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita hamil dan menyusui membutuhkan lebih banyak protein untuk mendukung pertumbuhan janin dan produksi ASI. Protein merupakan komponen penting untuk pembentukan sel-sel tubuh, pengembangan jaringan, termasuk untuk pembentukan plasenta dan organ bayi yang sedang berkembang. Mengonsumsi susu protein membantu wanita hamil dan menyusui memenuhi kebutuhan protein hariannya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendukung_Sistem_Imun\"><\/span><b>Mendukung Sistem Imun<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antibodi dan beberapa komponen sistem imun dibentuk dari protein. Asupan protein dapat membantu fungsi daya tahan tubuh yang optimal, sehingga tubuh dapat melawan infeksi dan penyakit.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mencegah_Anemia\"><\/span><b>Mencegah Anemia<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anemia merupakan suatu kondisi ketika jumlah sel darah merah yang ada di dalam tubuh berada di bawah batas normal. <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/anemia-bisa-memengaruhi-berat-badan-mitos-atau-fakta\/\">Anemia<\/a> umumnya disebabkan karena kurangnya kadar hemoglobin (Hb), yakni protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh dan memberikan warna merah pada darah. Hemoglobin disusun dari komponen protein (globin) dan komponen non protein (heme), yakni zat besi. Asupan protein yang cukup dapat mencegahmu terkena anemia.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendukung_Kesehatan_Tulang\"><\/span><b>Mendukung Kesehatan Tulang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asupan protein yang cukup sangat penting untuk mendapatkan massa tulang yang optimal selama massa pertumbuhan dan juga untuk menjaga massa tulang dan mencegah osteoporosis seiring penuaan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berapa_Jumlah_Kebutuhan_Protein_Harian_Wanita\"><\/span><b>Berapa Jumlah Kebutuhan Protein Harian Wanita?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan protein setiap individu berbeda-beda, dapat tergantung pada jenis kelamin, usia, kondisi kesehatan, dan tingkat aktivitas fisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini jumlah kebutuhan protein menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan Protein Menurut Usia dan Jenis Kelamin<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\" rowspan=\"2\"><b>Usia<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><b>Jenis Kelamin<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Pria<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Wanita<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">0-5 bulan<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">9<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6-11 bulan<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">15<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1-3 tahun<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">20<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4-6 tahun<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">25<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">7-9 tahun<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" colspan=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">40<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">10-12 tahun<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">50<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">55<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">13-15 tahun<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">70<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">65<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">16-18 tahun<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">75<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">65<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">19-64 tahun<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">65<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">60<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">65-80 tahun ke atas<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">65<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">58<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hamil (tambahan)<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trimester 1<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">+1<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trimester 2<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">+10<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trimester 3<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">+30<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menyusui<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6 bulan pertama<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">+20<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6 bulan kedua<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">+15<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">*) Kebutuhan protein dalam gram<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita dewasa membutuhkan asupan protein sebanyak 60 g sehari atau sekitar 0,8 g protein per kg berat badan per hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jumlah ini bisa meningkat seiring dengan tingkat aktivitas fisik, kondisi kesehatan wanita, dan tujuan diet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi wanita hamil dan menyusui memerlukan lebih banyak asupan protein guna mendukung perkembangan janin di kandungan dan produksi ASI (air susu ibu).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu hamil memerlukan tambahan esktra protein, saat trimester pertama kebutuhannya meningkat 1 g, pada trimester kedua meningkat 10 g, dan pada trimester ketiga memerlukan tambahan 30 g protein. Ini berarti saat trimester ketiga, ibu hamil memerlukan total asupan protein sekitar 90 g sehari. Sementara, ibu menyusui memerlukan asupan protein sebanyak 75-80 g protein dalam sehari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tingkat aktivitas fisik juga memengaruhi kebutuhan protein harian. Bagi wanita yang aktif atau atlet membutuhkan asupan protein sekitar 1,2 \u2013 2 g protein per kg berat badan per hari. Misalnya, wanita dengan berat badan 60 kg yang aktif berolahraga rutin memerlukan protein sekitar 72-120 g per hari.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Memenuhi_Kebutuhan_Protein_Harian\"><\/span><b>Tips Memenuhi Kebutuhan Protein Harian<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengonsumsi makanan tinggi protein dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Protein bisa diperoleh dari sumber hewani dan nabati.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/protein-hewani-vs-protein-nabati-manakah-yang-lebih-baik\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Protein Hewani<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis protein ini berasal dari hewan dan dikenal sebagai \u201ccomplete protein\u201d karena mengandung semua jenis asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa makanan sumber protein hewani di antaranya seperti daging, ikan, telur, ayam, susu dan produk olahannya (termasuk yogurt, keju, protein whey dan kasein)<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Protein Nabati<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Protein nabati berasal dari tumbuhan. Meski kandungan asam aminonya tidak selengkap protein hewani, namun jenis protein ini memiliki kelebihan lain yang tidak dimiliki protein hewani, yakni kandungan serat yang bermanfaat bagi tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh protein nabati seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, quinoa, susu kedelai, edamame, dll.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan protein dalam makanan sumber protein dapat bervariasi. Berikut beberapa di antaranya.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Bahan Makanan<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah\u00a0<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan Protein<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dada ayam<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">100 g (1 potong)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">31 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Daging sapi (95% tanpa lemak)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">100 g (2 potong)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">21,41 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Edamame<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">100 g<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">8,47 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan kembung<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">100 g (1 ekor)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">21,3 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan tuna<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">100 g (1 potong)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">23,33 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Quinoa<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">100 g<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">13,1 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Susu kedelai<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">200 ml (1 gelas)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">9,28 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Susu murni<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">200 ml (1 gelas)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6,64 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Susu skim<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">200 ml (1 gelas)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">8 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tahu<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">80 g (1 potong besar)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6,37 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Telur<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">50 g (1 butir)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">6,29 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tempe\u00a0<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">50 g (2 potong sedang)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">9,27 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Greek yogurt plain<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">80 g (1 cup)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">4 g<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa tips untuk membantu kamu dalam memenuhi kebutuhan protein harian:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makan_protein_terlebih_dahulu\"><\/span><b>Makan protein terlebih dahulu<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat makan, sebaiknya konsumsi protein terlebih dahulu. Protein meningkatkan produksi peptide YY, hormone usus yang membuatmu merasa kenyang dan puas. Selain itu, juga membantu menurunkan kadar ghrelin (hormon lapar).\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masukan_makanan_tinggi_protein_di_setiap_waktu_makan\"><\/span><a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/penuhi-asupan-protein-bukan-cuma-kuantitas-perhatikan-pula-kualitasnya\/\"><b>Masukan makanan tinggi protein di setiap waktu makan<\/b><\/a><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar kebutuhan protein bisa terpenuhi kamu bisa memasukan protein ke dalam menu makan di setiap waktu makan, termasuk camilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, kamu bisa membaginya ke dalam 3-4 waktu makan dengan jumlah protein sekitar 0,3-0,5 g untuk memenuhi protein sekitar 1,2-2 g per kg berat badan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh: seorang wanita dengan berat badan 60 kg yang rutin berolahraga makan sebanyak 4x dalam sehari (termasuk camilan), maka begini distribusi asupan proteinnya dalam sehari:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Cara Membagi Asupan Protein Harian<\/strong><\/p>\n<table style=\"height: 149px;\" width=\"750\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu makan<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Distribusi protein<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber protein<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sarapan<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">0,3 g per kg bb (18 g)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">2 butir telur + 1 potong tahu<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makan Siang<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">0,5 g per kg bb (30 g)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 ekor ikan kembung + 2 potong tempe<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Camilan<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">0,3 g per kg bb (18 g)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 gelas susu kedelai dan 100 g edamame<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makan Malam<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">0,5 g per kg bb (30 g)<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">100 g dada ayan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Distribusi protein di setiap waktu makan dapat disesuaikan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbanyak_camilan_berupa_protein\"><\/span><b>Perbanyak camilan berupa protein<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih mengonsumsi camilan yang kurang bergizi, kamu bisa mengonsumsi camilan berupa protein. Ini bisa membantu kamu terhindar dari keinginan ngemil berlebih. Beberapa protein yang bisa kamu jadikan camilan seperti edamame, yogurt, telur rebus, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertimbangkan_untuk_mengonsumsi_susu_protein\"><\/span><b>Pertimbangkan untuk mengonsumsi susu protein<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Susu protein seperti meal replacement atau whey misalnya, mengandung protein yang cukup tinggi, berkisar antara 11-27 g protein per sajiannya. Kamu bisa mendapatkan protein yang cukup banyak dalam sekali minum.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Praktis_untuk_Memenuhi_Kebutuhan_Protein_Harian\"><\/span><b>Solusi Praktis untuk Memenuhi Kebutuhan Protein Harian<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, WRP Meal Replacement adalah pilihan praktis dengan kandungan protein yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan protein dalam satu sajian WRP Meal Replacement dapat membantu memenuhi 14 g atau sekitar 24% kebutuhan harian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya kaya protein, WRP Meal Replacement juga dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian lainnya, termasuk serat, kalsium, serta vitamin dan mineral lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilengkapi juga dengan omega-3 dan omega-6 yang mendukung fungsi otak dan membantu mengurangi kadar kolesterol jahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ganti sarapan dan makan malammu dengan WRP Meal Replacement. <\/span><a href=\"https:\/\/shopee.co.id\/WRP-Meal-Replacement-Strawberry-324g-Pengganti-Makan-i.61609382.1002120355?sp_atk=686b7fde-2f5a-4939-b499-fe4599d98d71&amp;xptdk=686b7fde-2f5a-4939-b499-fe4599d98d71\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapatkan produknya sekarang<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan raih promo spesialnya!<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6773 size-epic-1140x815\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-06-at-15.42.31_55043392-1140x815.jpg\" alt=\"Cari Tahu Manfaat Susu Protein Bagi Wanita, Bisa untuk Diet!\" width=\"1140\" height=\"815\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-06-at-15.42.31_55043392-1140x815.jpg 1140w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-06-at-15.42.31_55043392-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-06-at-15.42.31_55043392-120x86.jpg 120w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-06-at-15.42.31_55043392-350x250.jpg 350w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-06-at-15.42.31_55043392-750x536.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1140px) 100vw, 1140px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Firmansyah, H., Harahap, W.A., and Rosmiati, R. (2024). ASUPAN PROTEIN BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI SMAN 11 MEDAN. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">GEMA KESEHATAN<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, 16(1), pp.45\u201353. doi:\u00a0 <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.47539\/gk.v16i1.444\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/doi.org\/10.47539\/gk.v16i1.444<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">International Osteoporosis Foundation. (nd). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Protein and Other Nutrition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.osteoporosis.foundation\/health-professionals\/prevention\/nutrition\/protein-and-other-nutrients\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.osteoporosis.foundation\/health-professionals\/prevention\/nutrition\/protein-and-other-nutrients<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemenkes RI. (2019). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">NUTRISI DALAM DAUR KEHIDUPAN<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><a href=\"http:\/\/repo.polkesraya.ac.id\/1759\/1\/MODUL%201.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">http:\/\/repo.polkesraya.ac.id\/1759\/1\/MODUL%201.pdf<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lindsay, K. (2024). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Protein is essential for women\u2019s health<\/span><\/i> <a href=\"https:\/\/www.ucihealth.org\/blog\/2024\/05\/protein-and-womens-health\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.ucihealth.org\/blog\/2024\/05\/protein-and-womens-health<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spritzler, F. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">15 Easy Ways to Increase Your Protein Intake<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/14-ways-to-increase-protein-intake\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/14-ways-to-increase-protein-intake<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ladies, susu protein memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama bagi wanita yang tengah menjalani diet.\u00a0 Susu protein bisa menjadi kunci untuk menjaga berat badan ideal sekaligus membentuk otot bagi wanita. Bukan hanya itu, masih banyak manfaat susu protein bagi wanita yang lainnya. Simak manfaat lengkapnya di artikel ini Mengapa Wanita Perlu Mengonsumsi Susu Protein? Wanita memiliki &#8230; <a title=\"Manfaat Susu Protein untuk Wanita: Bantu Diet dan Jaga Massa Otot\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/manfaat-susu-protein-untuk-wanita\/\" aria-label=\"Read more about Manfaat Susu Protein untuk Wanita: Bantu Diet dan Jaga Massa Otot\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":6771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1305,45,1302,1033],"class_list":["post-6770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lose-weight","tag-manfaat-susu-protein","tag-susu-diet","tag-susu-protein","tag-susu-wrp"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-04-29 01:52:18","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6770"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6776,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6770\/revisions\/6776"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}