{"id":5808,"date":"2025-01-21T14:37:26","date_gmt":"2025-01-21T07:37:26","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=5808"},"modified":"2025-01-21T14:38:18","modified_gmt":"2025-01-21T07:38:18","slug":"viral-camilan-kekinian-cari-tahu-fakta-gizinya-yuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/viral-camilan-kekinian-cari-tahu-fakta-gizinya-yuk\/","title":{"rendered":"Viral! Camilan Kekinian: Snack Campur, Cari Tahu Fakta Gizinya Yuk!"},"content":{"rendered":"<p><em>Ladies<\/em>, sudah tahu belum seputar <em>snack<\/em> campur kekinian Bandung yang lagi viral? <\/p>\n\n\n\n<p>Baru-baru ini ada tren yang cukup populer di media sosial, dimana ada cara baru mengonsumsi <em>snack<\/em>, yaitu dengan mencampurkannya dengan berbagai macam <em>topping<\/em>, seperti sayuran, sosis, nugget, dan aneka saus.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, boleh nggak sih saat diet mengonsumsi camilan kemasan? Lalu, bagaimana sih kandungan gizi <em>snack<\/em> campur kekinian yang sedang viral saat ini?<\/p>\n\n\n\n<p>Dari pada <em>ladies<\/em> yang penasaran, yuk cari tahu informasinya berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tren Camilan Kekinian: Snack Campur yang Viral di TikTok<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Ladies<\/em>, belakangan ini di media sosial <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@mimamakan\/video\/7436628670195698999?q=snack%20viral&amp;t=1736990915809\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">TikTok<\/a>, \u201c<em>Snack<\/em> atau <em>Chips<\/em> Campur\u201d menjadi cukup viral. Katanya sih, <em>snack<\/em> ini berasal dari Bandung.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep dari <em>snack<\/em> campur viral ini, <em>ladies<\/em> dapat memilih <em>chips<\/em> kesukaan <em>ladies<\/em>, lalu ditambah dengan beraneka jenis <em>topping<\/em> yang <em>ladies<\/em> inginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pilihan <em>topping<\/em>nya pun beragam, mulai dari sayuran, seperti wortel, kol, selada, tomat, timun, bawang bombay, seledri, dan lain-lain. Lalu, ada juga sumber protein seperti sosis, ayam, daging asap, nugget, dan sebagainya. Terakhir, <em>snack<\/em> disiram dengan aneka saus, seperti saus barbeque, saus keju, saus tar tar, mayo, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kandungan Gizi Snack Campur<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kedengarannya, mencapur sayuran ke dalam <em>snack<\/em> kemasan membuatnya tampak menjadi camilan sehat dan cocok dikonsumsi sebagai camilan diet. Tapi, tunggu dulu <em>ladies<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p>Faktanya, <em>snack<\/em> campur ini bisa mengandung kalori, lemak dan natrium yang tinggi lho!<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini kandungan gizi dalam sebungkus <em>snack<\/em> campur.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kalori: 716,5 kkal<\/li>\n\n\n\n<li>Protein: 14,9 g<\/li>\n\n\n\n<li>Lemak: 21,8 g<\/li>\n\n\n\n<li>Karbo: 24,7 g<\/li>\n\n\n\n<li>Serat: 1,5 g<\/li>\n\n\n\n<li>Natrium: 756,8 g<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perlu diingat, menambahkan jenis makanan apa pun dapat menambah nilai kandungan kalori. Begitu pun ketika kamu menambahkan aneka <em>topping<\/em>, termasuk sayuran ke dalam <em>snack<\/em> campur.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis dan jumlah <em>topping<\/em> yang ditambahkan ke dalam <em>snack<\/em> campur juga turut menambah kandungan lemak dan natrium di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Mengonsumsi Snack Campur Berlebihan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Ladies<\/em>, tahukah kamu? <em>Chips<\/em> kemasan yang menjadi bahan dasar <em>snack<\/em> campur, baik itu keripik jagung atau keripik kentang yang dijual dalam kantong, termasuk ke dalam jenis makanan olahan tinggi proses atau dikenal juga sebagai UPF.<\/p>\n\n\n\n<p>UPF atau <em>Ultra Processed Food<\/em> adalah makanan yang telah melalui berbagai tahap pemrosesan, yang biasanya melibatkan penambahan bahan-bahan seperti gula, garam, dan lemak, serta zat additive seperti pengawet, penguat rasa, pewarna, dan perisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Disamping itu, saus dan nugget serta saus yang ditambahkan sebagai <em>topping<\/em> <em>snack<\/em> campur juga termasuk UPF.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsumsi UPF berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas. Hal ini karena, <em>snack<\/em> kemasan umumnya tinggi lemak jenuh, garam dan gula.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jadi, Apakah Boleh Mengonsumsi Camilan Kemasan Saat Diet?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengonsumsi camilan kemasan boleh-boleh saja, selama tidak berlebihan dan frekuensinya tidak terlalu sering.<\/p>\n\n\n\n<p>Pun, jika <em>ladies<\/em> ingin mengonsumsi <em>snack<\/em> campur, boleh saja. Namun, sebaiknya hanya mencicipi sedikit, untuk sekedar menghilangkan penasaran akan rasanya. <em>Ladies<\/em> bisa sharing dengan teman-teman <em>ladies<\/em> saat mengonsumsinya, dan tidak dikonsumsi sendirian.<\/p>\n\n\n\n<p>Bijaklah dalam memilih camilan yang dikonsumsi. Karena apa yang kita makan akan memengaruhi kesehatan kita di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Memilih Camilan Kemasan<\/strong><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"845\" height=\"563\" src=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2148562639-1-edited.jpg\" alt=\"camilan\" class=\"wp-image-5814\" style=\"width:506px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2148562639-1-edited.jpg 845w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2148562639-1-edited-300x200.jpg 300w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2148562639-1-edited-768x512.jpg 768w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2148562639-1-edited-18x12.jpg 18w, https:\/\/wrp.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/2148562639-1-edited-750x500.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 845px) 100vw, 845px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Jika <em>ladies<\/em> ingin mengonsumsi <em>snack<\/em> kemasan, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Perhatikan jumlah kalori dan jumlah sajian per kemasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Ladies<\/em>, seringkali orang salah menilai kalori dalam <em>snack<\/em> kemasan karena hanya melihat jumlah kalorinya saja, padahal jumlah kalori yang tertera adalah untuk satu kali penyajian. Padahal satu bungkus <em>snack<\/em> bisa saja untuk 2 hingga 10 kali penyajian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum <em>ladies<\/em> menghabiskan satu bungkus <em>snack<\/em>, cek dulu jumlah sajian per kemasannya. Untuk mengetahui kandungan kalori dalam sebungkus <em>snack<\/em>, <em>ladies<\/em> tinggal mengalikan jumlah kalori per sajian dengan jumlah sajian per kemasannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, satu bungkus <em>snack<\/em> (200 g) diperuntukkan untuk 5 kali penyajian, dimana satu sajian (40 g) kalorinya 100 kkal, berarti total kalori <em>snack<\/em> satu bungkus yaitu 500 kkal. Alih-alih langsung menghabiskannya dalam sekali ngemil, <em>ladies<\/em> perlu membaginya untuk 5 kali nyemil atau bisa dimakan bersama dengan 4 teman <em>ladies<\/em> lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Perhatikan kandungan zat gizi pada kemasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kandungan nilai gizi <em>snack<\/em> kemasan biasanya tertera pada bagian Informasi Nilai Gizi atau <em>Nutrition Facts<\/em>. Perhatikan setiap kandungan gizi yang tertera. Kandungan gizi yang tertera biasanya ditujukan untuk 1 sajian atau 1 porsi ngemil bukan untuk satu kemasan secara keseluruhan. Jika satu kemasan terdiri dari 4 sajian, berarti nilai kandungan gizinya perlu dikali empat untuk menghitung total kandungan gizi dalam satu kemasan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Pilih yang lebih rendah gula, garam, dan lemak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang dijelaskan sebelumnya, konsumsi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak dapat meningkatkan sejumlah risiko kesehatan, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Oleh karena itu, dalam memilih camilan sebaiknya pilih yang lebih rendah gula, garam dan lemak.<\/p>\n\n\n\n<p>Perhatikan keterangan informasi nilai gizi pada label kemasan <em>snack<\/em> sebelum membeli. Biasanya pada kemasan <em>snack<\/em> juga terdapat klaim yang memudahkan <em>ladies<\/em> dalam memilih camilan, seperti klaim rendah natrium, rendah lemak, dan rendah gula atau bebas gula.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Pilih yang kaya serat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Konsumsi camilan kaya serat dapat membantu memberi rasa kenyang lebih lama dan membantu mengontrol asupan makan, sehingga kamu tidak makan berlebihan atau pun mudah merasa lapar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Pilih yang minim zat <em>additive<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perhatikan keterangan komposisi atau daftar bahan pada kemasan. Semakin sedikit daftar bahan yang tertera, semakin sedikit pula zat <em>additive<\/em> yang ditambahkan ke dalam camilan.<\/p>\n\n\n\n<p>WRP memiliki produk camilan keripik yang dibuat dari campuran buah-buahan dan umbi-umbian, yakni Delichips Mix Fruit dan Delichips Mis Roots yang kaya serat. Selain itu, Deli<em>chips<\/em> Mix Fruit memiliki rasa manis alami dan tinggi vitamin A, B1, B2, C, dan D. Sementara WRP Delichips Mix Roots rendah natrium dan tidak menggunakan MSG. Keduanya bisa menjadi pilihan camilan kemasan yang bisa kamu konsumsi saat diet.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Ladies<\/em>, meskipun boleh-boleh saja mengonsumsi <em>snack<\/em> kemasan, namun perhatikan jumlah dan frekuensinya ya. Alangkah lebih baik jika <em>ladies<\/em> mengutamakan <em>snack<\/em> dari makanan utuh. Ada banyak <a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/10-pilihan-camilan-sehat-dan-enak-untuk-kamu-yang-sedang-diet\/\">camilan sehat<\/a> dan enak yang bisa kamu konsumsi saat diet, seperti buah-buahan, telur rebus, kacang almond, edamame, dsb.<\/p>\n\n\n\n<p>Bijak dalam memilih camilan ya <em>ladies<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>British Heart Foundation. (2024). Ultra-processed foods: how bad are they for your health?. <a href=\"https:\/\/www.bhf.org.uk\/informationsupport\/heart-matters-magazine\/news\/behind-the-headlines\/ultra-processed-foods\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.bhf.org.uk\/informationsupport\/heart-matters-magazine\/news\/behind-the-headlines\/ultra-processed-foods<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Halodoc. (2018). <em>Ini 5 Cara Sehat Makan Camilan dalam Kemasan. <\/em><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/ini-5-cara-sehat-makan-camilan-dalam-kemasan?srsltid=AfmBOoqiBJcWbRXIT-xkNLiEPV2E4tkheUVWr_jnSqAa0UZMX-crCqW4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/ini-5-cara-sehat-makan-camilan-dalam-kemasan?srsltid=AfmBOoqiBJcWbRXIT-xkNLiEPV2E4tkheUVWr_jnSqAa0UZMX-crCqW4<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Vitale, M., Costabile, G., Testa, R., D\u2019Abbronzo, G., Nettore, I.C., Macchia, P.E. and Giacco, R. (2023). Ultra-Processed Foods and Human Health: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Cohort Studies. <em>Advances in Nutrition<\/em>, [online] 15(1). doi: <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.advnut.2023.09.009\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.advnut.2023.09.009<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ladies, sudah tahu belum seputar camilan kekinian snack campur yang lagi viral? Bagaimana sih kandungan gizinya? Cari tahu yuk!<\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":5812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[1187,55,1206,517,1205,642,758,42,17,43],"class_list":["post-5808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-everyday","tag-camilan","tag-diet","tag-ngemil","tag-snack","tag-snack-campur","tag-snack-diet","tag-snack-sehat","tag-tips-diet","tag-wrp-diet","tag-wrp-everyday"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-04-11 06:16:37","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5808\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}