{"id":3826,"date":"2023-10-09T08:52:00","date_gmt":"2023-10-09T08:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=3826"},"modified":"2024-05-03T08:58:10","modified_gmt":"2024-05-03T08:58:10","slug":"buah-yang-dikonsumsi-dengan-balutan-cokelat-alias-es-kul-kul-amankah-untuk-dijadikan-camilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/buah-yang-dikonsumsi-dengan-balutan-cokelat-alias-es-kul-kul-amankah-untuk-dijadikan-camilan\/","title":{"rendered":"BUAH YANG DIKONSUMSI DENGAN BALUTAN COKELAT ALIAS ES KUL-KUL, AMANKAH UNTUK DIJADIKAN CAMILAN?"},"content":{"rendered":"<p>Akhir-akhir ini muncul lagi&nbsp;<em>trend&nbsp;<\/em>konsumsi buah-buahan dengan cara yang unik. Pernahkah&nbsp;<em>Girls&nbsp;<\/em>kamu melihat teman atau kerabat mengunggah foto buah yang dibalut cokelat lalu dibekukan? Nah hidangan tersebut kerap kali dijadikan camilan karena bahan dasarnya buah-buahan yang biasa dikenal dengan es kul-kul. Alih-alih membuat camilan berbahan dasar buah, tapi tetap amankah dari segi kalori dan kandungan gula untuk satu kali sajian? Yuk kita bahas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Amankah Konsumsi Buah dengan Balutan Cokelat?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Konsumsi buah dengan cokelat umumnya dianggap aman untuk sebagian besar orang jika dilakukan dengan bijak. Namun, ada beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Porsi dan\u00a0<\/strong><strong>f<\/strong><strong>rekuensi<\/strong>: Seperti halnya dengan semua camilan, penting untuk mengonsumsi buah yang dilapisi cokelat dengan porsi secukupnya (tidak berlebihan), apalagi dilapisi dengan cokelat tinggi gula. Terlalu banyak konsumsi cokelat yang tinggi gula dapat menyebabkan peningkatan asupan kalori dan gula.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jenis\u00a0<\/strong><strong>c<\/strong><strong>okelat<\/strong>: Jika tetap ingin mendapatkan manfaat dari cokelat dan kalorinya tetap terkontrol, disarankan untuk konsumsi cokelat dengan kandungan kakao sebesar 70-100%. Cokelat mengandung flavonoid, kandungan flavanol (golongan flavonoid) yang terdapat dalam cokelat bisa menghaluskan tekstur kulit, melindungi kulit dari sinar UV dan dapat meningkatkan sirkulasi darah pada kulit dan mempengaruhi kelembapan pada kulit.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kualitas buah<\/strong><strong>:<\/strong>\u00a0Pastikan buah yang dikonsumsi segar dan berkualitas baik. Konsumsi buah yang terlalu matang atau rusak dapat mengurangi kualitas dari zat gizi yang terdapat di dalam buah-buahan. Buah-buahan yang digunakan biasanya pisang,\u00a0<em>strawberry<\/em>, melon, anggur, apel dan pepaya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kandungan Gizi Dalam Satu Kali Sajian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Girls<\/em>, kandungan energi dan zat gizi dalam satu kali sajian buah potong yang dibalut dengan cokelat bisa dilihat pada tabel di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Bahan<\/td><td>Berat (gram)<\/td><td>Energi (kkal)<\/td><td>Protein (gram)<\/td><td>Lemak (gram)<\/td><td>Karbohidrat (gram)<\/td><\/tr><tr><td>Stroberi<\/td><td>50<\/td><td>16<\/td><td>0,35<\/td><td>0,15<\/td><td>4<\/td><\/tr><tr><td><em>Dark Chocolate<\/em><\/td><td>13<\/td><td>71<\/td><td>1<\/td><td>6<\/td><td>3,3<\/td><\/tr><tr><td>Kacang Almond<\/td><td>10<\/td><td>61<\/td><td>1,93<\/td><td>5,4<\/td><td>1,6<\/td><\/tr><tr><td colspan=\"2\">Total<\/td><td>148<\/td><td>3,28<\/td><td>11,55<\/td><td>8,9<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Perlu diingat bahwa kandungan energi dan zat gizi bisa berbeda karena bahan makanan yang digunakan. Kamu bisa menggunakan buah yang lain sesuai selera seperti pisang, melon, pepaya atau apel.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ada Tidak Sih Manfaat Konsumsi Buah dengan Balutan Cokelat?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika menggabungkan buah dengan cokelat yang memiliki kandungan cokelat sebesar 70-100% justru dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan loh&nbsp;<em>Girls<\/em>, karena:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Antioksidan dari\u00a0<\/strong><strong><em>d<\/em><\/strong><strong><em>ark\u00a0<\/em><\/strong><strong><em>c<\/em><\/strong><strong><em>hocolate<\/em><\/strong>: Cokelat mengandung antioksidan kuat yang disebut flavonoid. Antioksidan ini dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang berkontribusi pada penuaan dan penyakit degeneratif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Serat dari\u00a0<\/strong><strong>b<\/strong><strong>uah-buahan<\/strong>: Buah-buahan umumnya kaya akan serat, yang baik untuk pencernaan dan menjaga perasaan kenyang lebih lama. Kombinasi serat dari buah dan antioksidan dari cokelat dapat menjadi pilihan camilan yang lebih sehat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Resep Modifikasi yang Aman Dikonsumsi Saat Menjaga Berat Badan Ideal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Buat kamu yang ingin mencoba membuat silakan bisa ikuti resep di bawah ini ya&nbsp;<em>Girls<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bahan-bahan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>Buah pilihan kamu (pisang,&nbsp;<em>strawberry<\/em>, melon, anggur, apel dan pepaya)<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Dark Chcocolate\u00a0<\/em>yang dilelehkan (disarankan cokelat dengan kandungan kakao yang tinggi)<\/li>\n\n\n\n<li><em>Topping<\/em>\u00a0(opsional) seperti kacang tanah cincang, kelapa parut, kacang almond cincang, biji wijen, atau beri kering<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Cara Membuat<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Persiapkan&nbsp;<\/strong><strong>b<\/strong><strong>uah<\/strong><strong>:&nbsp;<\/strong>cuci dan keringkan buah-buahan yang sudah kamu pilih. Lalu potong menjadi beberapa potongan kecil sampai sedang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Lelehkan&nbsp;<\/strong><strong>c<\/strong><strong>okelat<\/strong><strong>:<\/strong>&nbsp;potong cokelat menjadi potongan kecil agar lebih mudah dilelehkan. Gunakan metode&nbsp;<em>double boiler<\/em>&nbsp;atau&nbsp;<em>microwave&nbsp;<\/em>untuk melelehkan cokelat. Jika menggunakan&nbsp;<em>microwave<\/em>, panaskan cokelat dalam interval pendek dan aduk di antara setiap interval untuk mencegah terlalu panas dan gosong.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Celupkan&nbsp;<\/strong><strong>c<\/strong><strong>uah ke dalam&nbsp;<\/strong><strong>c<\/strong><strong>okelat<\/strong><strong>:&nbsp;<\/strong>ambil satu potongan buah dan celupkan ke dalam cokelat yang telah dilelehkan. Gunakan sendok atau garpu untuk membantu melapisi buah dengan cokelat secara merata.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Tiriskan dan&nbsp;<\/strong><strong>d<\/strong><strong>inginkan<\/strong><strong>:<\/strong>&nbsp;letakkan buah yang telah dicelupkan ke dalam cokelat di atas kertas roti atau nampan berlapis plastik. Ini akan membantu mencegah cokelat menempel dan memudahkan proses pendinginan. Jika kamu ingin menambahkan&nbsp;<em>topping&nbsp;<\/em>seperti kacang almond cincang, taburkan&nbsp;<em>topping&nbsp;<\/em>tersebut di atas buah yang masih basah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Dinginkan di&nbsp;<\/strong><strong>lemari es:&nbsp;<\/strong>setelah kamu selesai mencelupkan semua buah dan menambahkan&nbsp;<em>topping&nbsp;<\/em>(jika ada), letakkan nampan atau kertas roti di lemari es atau di freezer. Biarkan buah dengan cokelat mengeras selama minimal 30-60 menit atau sampai cokelat benar-benar keras.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6. Sajikan dan&nbsp;<\/strong><strong>n<\/strong><strong>ikmati<\/strong><strong>:<\/strong>&nbsp;setelah cokelat mengeras, buah dengan balutan cokelat siap disajikan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Girls<\/em>, pada artikel ini menggarisbawahi pentingnya memilih porsi yang sesuai dan memperhatikan jenis cokelat. Sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, buah dengan balutan cokelat dapat menjadi pilihan camilan yang nikmat dan menggugah selera. Jadi&nbsp;<em>Girls<\/em>, apakah kamu berminat untuk mencobanya di rumah?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Katz, D. L., Doughty, K., &amp; Ali, A. (2011). Cocoa and chocolate in human health and disease. Antioxidants &amp; Redox Signaling, 15(10), 2779-2811.<\/p>\n\n\n\n<p>Kerimi A, Williamson G. The cardiovascular benefits of dark chocolate. Vascul Pharmacol. 2015 Aug;71:11-5. doi: 10.1016\/j.vph.2015.05.011. Epub 2015 May 27. PMID: 26026398.<\/p>\n\n\n\n<p>Latif R. Chocolate\/cocoa and human health: a review. Neth J Med. 2013 Mar;71(2):63-8. PMID: 23462053.<\/p>\n\n\n\n<p>Miller, K. B., Hurst, W. J., Payne, M. J., Stuart, D. A., &amp; Apgar, J. (2008). Impact of alkalization on the antioxidant and flavanol content of commercial cocoa powders. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 56(18), 8527-8533.<\/p>\n\n\n\n<p>Tan TYC, Lim XY, Yeo JHH, Lee SWH, Lai NM. The Health Effects of Chocolate and Cocoa: A Systematic Review. Nutrients. 2021 Aug 24;13(9):2909. doi: 10.3390\/nu13092909. PMID: 34578786; PMCID: PMC8470865.<\/p>\n\n\n\n<p>Tokede, O. A., Gaziano, J. M., &amp; Djouss\u00e9, L. (2011). Effects of cocoa products\/dark chocolate on serum lipids: A meta-analysis. European Journal of Clinical Nutrition, 65(8), 879-886.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir-akhir ini muncul lagi&nbsp;trend&nbsp;konsumsi buah-buahan dengan cara yang unik. Pernahkah&nbsp;Girls&nbsp;kamu melihat teman atau kerabat mengunggah foto buah yang dibalut cokelat lalu dibekukan? Nah hidangan tersebut kerap kali dijadikan camilan karena bahan dasarnya buah-buahan yang biasa dikenal dengan es kul-kul. Alih-alih membuat camilan berbahan dasar buah, tapi tetap amankah dari segi kalori dan kandungan gula untuk &#8230; <a title=\"BUAH YANG DIKONSUMSI DENGAN BALUTAN COKELAT ALIAS ES KUL-KUL, AMANKAH UNTUK DIJADIKAN CAMILAN?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/buah-yang-dikonsumsi-dengan-balutan-cokelat-alias-es-kul-kul-amankah-untuk-dijadikan-camilan\/\" aria-label=\"Read more about BUAH YANG DIKONSUMSI DENGAN BALUTAN COKELAT ALIAS ES KUL-KUL, AMANKAH UNTUK DIJADIKAN CAMILAN?\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":3827,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[589,516,447,559,558,444,46,517,17,43,16],"class_list":["post-3826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-everyday","tag-buah","tag-camilan-bergizi","tag-camilan-diet","tag-camilan-diet-sehat","tag-camilan-manis","tag-camilan-sehat","tag-cara-diet-tepat","tag-snack","tag-wrp-diet","tag-wrp-everyday","tag-wrp-indonesia"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-05-07 10:12:45","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}