{"id":3679,"date":"2022-12-12T06:32:00","date_gmt":"2022-12-12T06:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=3679"},"modified":"2024-05-03T06:34:09","modified_gmt":"2024-05-03T06:34:09","slug":"chia-seed-dan-biji-selasih-memangnya-berbeda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/chia-seed-dan-biji-selasih-memangnya-berbeda\/","title":{"rendered":"CHIA SEED DAN BIJI SELASIH, MEMANGNYA BERBEDA?"},"content":{"rendered":"<p>Sebelumnya kita sudah sama-sama tahu ya&nbsp;<em>Girls<\/em>&nbsp;seputar mitos dan fakta sampai manfaat dari&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/tips-cantik-WRP\/benarkah-konsumsi-chia-seed-bisa-menurunkan-berat-badan\/\">Chia Seed<\/a><\/em>, yang memang sebelumnya sudah pernah kita bahas. Tapi ternyata masih banyak yang mengira bahwa&nbsp;<em>Chia Seed<\/em>&nbsp;dan Biji Selasih itu sama. Mulai dari bentuk, ukuran sampai warnanya pun serupa ya&nbsp;<em>Girls<\/em>&nbsp;kalau dilihat dalam waktu yang singkat. Namun, kenyatannya bahwa&nbsp;<em>Chia Seed&nbsp;<\/em>itu tidak sama dengan Biji Selasih loh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa yang Membuatnya Berbeda?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, tentunya membuat timbul pertanyaan besar seperti \u2018bedanya di mana sih?\u2019. Baiklah&nbsp;<em>Girls<\/em>, kamu bisa simak tabel di bawah ini untuk tahu perbedaannya secara jelas, singkat dan padat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><em>Chia Seed<\/em><\/td><td>Biji Selasih<\/td><\/tr><tr><td>Berasal dari tanaman chia yang termasuk ke dalam keluarga tanaman mint.<\/td><td>Biji Selasih berasal dari tanaman kemangi, yang daunnya biasa dikonsumsi sebagai lalapan.<\/td><\/tr><tr><td>Awalnya tumbuh di daerah Meksiko dan Guatemala.<\/td><td>Awalnya tumbuh di India dan wilayah Mediterania.<\/td><\/tr><tr><td>Warnanya beragam yaitu putih, coklat, hingga hitam dan berbentuk oval.<\/td><td>Hanya memiliki warna coklat dan berbentuk bulat.<\/td><\/tr><tr><td><em>Chia Seed&nbsp;<\/em>membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembang saat direndam air.<\/td><td>Biji Selasih membutuhkan waktu lebih singkat untuk mengembang saat direndam air.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Jadi gimana nih&nbsp;<em>Girls<\/em>? Sekarang kamu udah tahu kan letak perbedaannya. Semoga kedepannya&nbsp; semakin bisa untuk identifikasi yang mana&nbsp;<em>Chia Seed&nbsp;<\/em>dan yang mana Biji Selasih.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jika&nbsp;<em>Chia Seed&nbsp;<\/em>dan Biji Selasih Dikonsumsi Bersamaan, Apakah Aman?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Karena kedua biji tersebut memiliki manfaatnya masing-masing dan tidak memiliki zat yang saling berlawanan, maka aman untuk dikonsumsi secara bersamaan karena justru bisa memaksimalkan manfaat dari masing-masing biji tersebut.&nbsp;<em>Girls&nbsp;<\/em>juga bisa loh menambahkan&nbsp;<em>Chia Seed<\/em>&nbsp;atau Biji Selasih pada makanan atau minuman kesukaan kamu. Salah satunya adalah kamu bisa menambahkannya pada&nbsp;<em>Yoghurt&nbsp;<\/em>karena&nbsp;<em>Chia Seed<\/em>&nbsp;atau Biji Selasih telah terbukti dapat meningkatkan total BAL (Bakteri Asam Laktat) pada&nbsp;<em>Yoghurt<\/em>&nbsp;yang baik untuk sistem pencernaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lalu, Bagaimana Kandungan Gizi&nbsp;<em>Chia Seed&nbsp;<\/em>dan Biji Selasih?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pasti&nbsp;<em>Girls&nbsp;<\/em>semakin ingin tau dan masih penasaran lebih detail terkait perbandingan antara&nbsp;<em>Chia Seed&nbsp;<\/em>atau Biji Selasih dari sisi kandungan nutrisinya ya.&nbsp;<em>Girls<\/em>&nbsp;tenang aja, karena akan dibahas juga pada tabel di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Kandungan Nutrisi per1 Sendok Teh (13 gram)<\/td><td><a href=\"https:\/\/fdc.nal.usda.gov\/fdc-app.html#\/food-details\/170554\/nutrients\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Chia Seed<\/a><\/td><td><a href=\"https:\/\/fdc.nal.usda.gov\/fdc-app.html#\/?query=basil%20seed\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Biji Selasih<\/a><\/td><\/tr><tr><td>Kalori<\/td><td>60 kkal<\/td><td>60 kkal<\/td><\/tr><tr><td>Protein<\/td><td>3 g<\/td><td>2 g<\/td><\/tr><tr><td>Karbohidrat<\/td><td>5 g<\/td><td>7 g<\/td><\/tr><tr><td>Lemak<\/td><td>3 g<\/td><td>2.5 g<\/td><\/tr><tr><td>Magnesium<\/td><td>8% AKG<\/td><td>10% AKG<\/td><\/tr><tr><td>Omega 3<\/td><td>2880 mg<\/td><td>1240 mg<\/td><\/tr><tr><td>Serat Pangan<\/td><td>5 g<\/td><td>7 g<\/td><\/tr><tr><td>Kalsium<\/td><td>8% AKG<\/td><td>15% AKG<\/td><\/tr><tr><td>Zat Besi<\/td><td>9% AKG<\/td><td>10% AKG<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Data kandungan gizi tersebut diperoleh dari&nbsp;<em>FoodData Central<\/em>, sesuai dengan tabel di atas maka bisa diambil kesimpulan bahwa selisih kandungan nutrisi Biji Selasih dengan&nbsp;<em>Chia Seed<\/em>&nbsp;cukup tinggi. Kandungan yang paling mencolok selisih angkanya yaitu pada kandungan serat, kalsium, zat besi, magnesium dan omega 3.<\/p>\n\n\n\n<p>C<em>hia Seed<\/em>&nbsp;kaya akan omega-3 dan lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, karena bisa bantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung. C<em>hia seed<\/em>&nbsp;mengandung sejumlah antioksidan seperti asam klorogenat,&nbsp;<em>quercetin<\/em>, dan&nbsp;<em>kaempferol&nbsp;<\/em>yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas dan mengurangi stress oksidatif. Tidak kalah bermanfaat, Biji Selasih juga kaya akan kalsium, zat besi dan magnesium sehingga salah satu manfaatnya dapat memberikan nutrisi untuk kepadatan tulang dan gigi. Antara&nbsp;<em>Chia Seed<\/em>&nbsp;dan Biji Selasih sama-sama baik dan akan lebih baik apabila disesuaikan kembali dengan kebutuhan kamu ya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p>Adawiyah, D. R., &amp; Purnomo, E. H. (2022). KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN GUM BIJI &nbsp; SELASIH DALAM INDUSTRI PANGAN.&nbsp;<em>Jurnal Dinamika Penelitian Industri<\/em>,&nbsp;<em>33<\/em>(1), 102-&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 111.<\/p>\n\n\n\n<p>Firdauzy, N. A., &amp; Gz, S. Apa Perbedaan Chia seed dengan Biji Selasih?.<\/p>\n\n\n\n<p>Patricia, K. Pengaruh Penambahan Hidrokoloid Chia Seed dan Selasih Terhadap Kualitas &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yoghurt.<\/p>\n\n\n\n<p>Safari, A., Kusnandara, F., &amp; Syamsir, E. (2016). Biji chia: Karakteristik gum dan potensi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; kesehatannya.&nbsp;<em>Jurnal Pangan<\/em>,&nbsp;<em>25<\/em>(2), 137-146.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelumnya kita sudah sama-sama tahu ya&nbsp;Girls&nbsp;seputar mitos dan fakta sampai manfaat dari&nbsp;Chia Seed, yang memang sebelumnya sudah pernah kita bahas. Tapi ternyata masih banyak yang mengira bahwa&nbsp;Chia Seed&nbsp;dan Biji Selasih itu sama. Mulai dari bentuk, ukuran sampai warnanya pun serupa ya&nbsp;Girls&nbsp;kalau dilihat dalam waktu yang singkat. Namun, kenyatannya bahwa&nbsp;Chia Seed&nbsp;itu tidak sama dengan Biji Selasih &#8230; <a title=\"CHIA SEED DAN BIJI SELASIH, MEMANGNYA BERBEDA?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/chia-seed-dan-biji-selasih-memangnya-berbeda\/\" aria-label=\"Read more about CHIA SEED DAN BIJI SELASIH, MEMANGNYA BERBEDA?\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":3680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[447,46,528,47,15,18,49,42,52,17,43,16],"class_list":["post-3679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-everyday","tag-camilan-diet","tag-cara-diet-tepat","tag-chia-seed","tag-diet-sehat","tag-diet-wrp","tag-kalori","tag-kulit-sehat","tag-tips-diet","tag-wrp-active","tag-wrp-diet","tag-wrp-everyday","tag-wrp-indonesia"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-06-18 20:04:13","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3679"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3679\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}