{"id":3539,"date":"2022-05-09T11:52:00","date_gmt":"2022-05-09T11:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=3539"},"modified":"2025-03-30T16:44:17","modified_gmt":"2025-03-30T09:44:17","slug":"mengenal-seitan-makanan-pengganti-daging-yang-tak-kalah-bergizi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/mengenal-seitan-makanan-pengganti-daging-yang-tak-kalah-bergizi\/","title":{"rendered":"MENGENAL SEITAN, MAKANAN PENGGANTI DAGING YANG TAK KALAH BERGIZI"},"content":{"rendered":"<p><em>Girls<\/em>, apakah kamu tahu makanan yang dikenal dengan nama \u2018<em>seitan\u2019<\/em>? Eits, bukan syaitan, tapi&nbsp;<em>seitan<\/em>.&nbsp;<em>Seitan<\/em>&nbsp;atau dibaca \u2018<em>say-tan<\/em>\u2019 merupakan makanan pengganti daging yang cukup populer, terutama di kalangan vegan. Tapi, apa sih sebenarnya&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;itu?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Asal Usul Seitan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Seitan<\/em>&nbsp;berasal dari Tiongkok kuno, hampir 1.500 tahun yang llau. Biksu Buddha di abad ke-6 menemukan daging gandum setelah merendam adonan gandum mereka dalam air, menghilangkan semua pati, meninggalkan gluten gandum berprotein tinggi. Beberapa cerita rakyat kuno menunjukkan bahwa biksu Buddha tersebut mendorong pengikutnya untuk mengadopsi pola makan tanpa daging, dengan menawarkan \u2018daging gandum\u2019 sebagai alternatifnya, dari pada membunuh dan memakan hewan.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;diduga berasal dari bahasa Jepang, dimana kata \u2018<em>sei<\/em>\u2019 yang berarti \u2018terbuat dari\u2019 dan kata \u2018<em>tan<\/em>\u2019 berasal dari karakter pertama dalam kata \u2018<em>tanpaku<\/em>\u2019 yang berarti \u2018protein\u2019. Istilah ini diciptakan pada awal tahun 1660-an oleh filsuf Jepang dan pendiri diet makrobiotik George Ohsawa membawanya ke Barat pada awal tahun 1660-an.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa yang Dimaksud Seitan?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Seitan<\/em>&nbsp;adalah pengganti daging yag seluruhnya terbuat dari gluten terhidrasi, protein utama yang ditemukan dalam gandum. Terkadang disebut juga gluten gandum, daging gandum, rptein gandum, atau hanya gluten.&nbsp;<em>Seitan<\/em>&nbsp;diproduksi dengan menguleni tepung terigu dengan air untuk mengembangkan untaian lengket protein gluten. Adonan tersebut kemudian dibilas untuk menghilangkan patinya. Sehingga yang tersisa adalah massa lengket protein gluten murni yang dapat dibumbui, dimasak, dan digunakan dalam hidangan vegan atau vegetarian sebagai pengganti daging.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kandungan Gizi Seitan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam \u00bd cangkir (129 g)&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;mengandung zat gizi seperti berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kalori: 162 kkal<\/li>\n\n\n\n<li>Lemak Total: 0.8 g<\/li>\n\n\n\n<li>Kolesterol: 0 mg<\/li>\n\n\n\n<li>Protein: 31.8 g<\/li>\n\n\n\n<li>Karbohidrat Total: 6.8 g<\/li>\n\n\n\n<li>Serat Pangan: 0.4 g<\/li>\n\n\n\n<li>Gula: 0 g<\/li>\n\n\n\n<li>Natrium (Garam): 16.7 mg<\/li>\n\n\n\n<li>Kalium: 56.1 mg<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Apa Saja Manfaat Seitan?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Sumber Protein<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Seitan<\/em>&nbsp;terbuat dari gluten, protein utama dalam gandum. Ini merupakan pilihan protein yang baik untuk vegetarian dan vegan. Jumlah protein dalam&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;bisa bervariasi, tergantung apakah ditambahkan protein lain seperti tepung kedelai atau kacang polong ke dalamnya. Namun, dalam 1 porsi&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;(85 g) mengandung protein antara 15 \u2013 21 g protein. Jumlah ini setara dengan protein yang terkandung dalam daging sapi atau ayam.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun tinggi protein,&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;tidak mengandung asam amino esensial lisin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sehingga kamu perlu memenuhi kebutuhan lisin dengan mengonsumsi makanan lain seperti kacang-kacangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Aman bagi Individu dengan Alergi Kedelai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Banyak pilihan pengganti daging yang populer, seperti tahu, tempe, dan pengganti daging lainnya yang terbuat dari kedelai. Akan tetapi, makanan tersebut tidak bisa dikonsumsi bagi orang yang mempunyai alergi kedelai. Sementara&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;terbuat dari gluten gandum, sehingga aman bagi orang yang memiliki alergi terhadap kedelai. Meskipun demikian, saat ini banyak produk&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;yang juga mengandung bahan lainnya termasuk tepung kedelai. Maka dari itu, bagi kamu yang memiliki alergi kedelai, penting untuk membaca daftar bahan pada label kemasan&nbsp;<em>seitan<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Cocok untuk Menu Diet<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Seitan<\/em>&nbsp;mengandung kalori yang relatif rendah dan tinggi protein, sehingga banyak yang menjadikannya pilihan menu diet. Protein dalam&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;bisa membuatmu merasa kenyang lebih lama, sehingga terhindar dari keinginan untuk makan berlebih.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Bisa Dijadikan Berbagai Olahan Makanan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Seitan<\/em>&nbsp;memiliki tekstur yang padat dan kenyal.&nbsp;<em>Seitan<\/em>&nbsp;polos dibuat dari gluten gandum dan air, sehingga memiliki rasa yang relatif hambar dan dapat menyerap rasa saus atau bumbu lainnya dengan sangat baik.&nbsp;<em>Seitan<\/em>&nbsp;bisa diolah menjadi berbagai macam olahan seperti dipanggang, dijadikan pengganti daging sapi giling atau steak, dijadikan barbeque, dijadikan sate, direbus, dll.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tidak Semua Orang Bisa Mengonsumsi&nbsp;<em>Seitan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa individu dengan kondisi kesehatan tertentu perlu menghindari konsumsi&nbsp;<em>seitan<\/em>, diantaranya seperti individu dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Alergi Gluten<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em>Seitan<\/em>&nbsp;terbuat dari gluten gandum, yang merupakan salah satu&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.wrp-diet.com\/everyday\/blog\/alergi-makanan-dan-intoleransi-makanan-bedanya-apa-sih.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">alergen<\/a>&nbsp;makanan. Sehingga individu yang memiliki alergi gandum perlu menghindari konsumsi&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;atau hidangan apapun yang mengandung&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;sebagai bahannya. Alergi makanan bisa berakibat fatal, dimana dalam kasus ekstrem, menelan atau bahkan menyentuh sejumlah kecil alergen dapat menyebabkan reaksi yang parah, mulai dari gatal-gatal, ruam kulit, mual dan muntah, hingga sulit bernapas dan hilang kesadaran.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Intoleransi Gluten<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa orang memiliki&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.wrp-diet.com\/everyday\/blog\/alergi-makanan-dan-intoleransi-makanan-bedanya-apa-sih.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">intoleransi<\/a>&nbsp;atau mempunyai kesulitan untuk mencerna gluten dengan baik. Ini bisa menyebabkan gejala yang hampir sama dengan alergi gluten, hanya saja tidak sampai mengancam nyawa, diantaranya seperti sakit perut, bloating, diare, gatal-gatal, dll. Berbeda dengan alergi, pada kasus intoleransi makanan jika jumlah yang dikonsumsi hanya sedikit, mungkin reaksi negatif tidak muncul. Namun, ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak, reaksi intoleransi makanan bisa terjadi.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penyakit Celiac<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penyakit celiac merupakan penyakit autoimun yang bersifat genetik, dimana penderitanya tidak bisa mengonsumsi gluten, karena akan membahayakan usus halusnya. Ketika individu dengan penyakit celiac mengonsumsi gluten, itu akan memicu respon imun untuk menyerang usus halus. Serangan ini bisa menyebabkan kerusakan pada vili, tonjolan kecil dan halus yang melapisi usus halus, yang berperan dalam penyerapan zat gizi. Ketika vili rusak, zat gizi tidak bisa diserap dengan baik ke dalam tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Individu dengan sindrom iritasi usus besar tidak perlu menghindari&nbsp;<em>seitan<\/em>, tetapi mereka perlu memerhatikan reaksi tubuh mereka setelah memakannya. Penelitian menunjukkan bahwa gluten dapat meningkatkan permeabilitas usus yang bisa menyebabkan \u2018usus bocor\u2019. Jika kamu mengalami gejala seperti kembung, perut bergas, atau gejala pencernaan lainnya setelah mengonsumsi&nbsp;<em>seitan<\/em>, mungkin kamu perlu menghindari konsumsinya selama 30 hari dan lihat apakah gejalanya membaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, perlu dicatat bahwa banyak produk&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;yang tinggi natrium. Bagi individu yang memiliki hipertensi dan perlu memantau asupan garam, maka penting untuk memperhatikan kandungan garam yang tertera pada label.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Girls<\/em>, itu dia fakta seputar&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;yang ternyata tak kalah bergizi dibanding sumber protein hewani.&nbsp;<em>Seitan<\/em>&nbsp;cocok dijadikan sebagai pengganti daging, terutama bagi mereka yang memiliki alergi terhadap kedelai. Namun, bagi mereka yang memiliki intoleransi, alergi atau penyakit celiac perlu menghindarinya. Selain itu, perlu dicatat bahwa&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;merupakan produk olahan yang mengandung natrium (garam) dalam jumlah yang cukup tinggi. Untuk itu, penting untuk memerhatikan informasi gizi dan daftar bahan yang digunakan dalam produk&nbsp;<em>seitan<\/em>&nbsp;sebelum membelinya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Anderson, J. (2020).&nbsp;<em>What Is Seitan (Vital Wheat Gluten)? Is It Healthy to Eat?<\/em>. [online] Tersedia di: &lt;<a href=\"https:\/\/www.verywellfit.com\/what-is-seitan-4684069\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.verywellfit.com\/what-is-seitan-4684069<\/a>&gt; [Diakses pada 17 November 2021].<\/p>\n\n\n\n<p>Celiac Disease Foundation. (Tanpa Tahun).&nbsp;<em>What is Celiac Disease?.<\/em>&nbsp;[online] Tersedia di: &lt;<a href=\"https:\/\/celiac.org\/about-celiac-disease\/what-is-celiac-disease\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/celiac.org\/about-celiac-disease\/what-is-celiac-disease\/<\/a>&gt; [Diakses pada 17 November 2021].<\/p>\n\n\n\n<p>Hopkins, E. (2020).&nbsp;<em>Seitan Secrets \u2013 an Ancient Food, Rich in History and Protein<\/em>. [online] Tersedia di: &lt;<a href=\"https:\/\/www.loveseitan.com\/2020\/06\/02\/seitan-secrets-an-ancient-food-rich-in-history-and-protein\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.loveseitan.com\/2020\/06\/02\/seitan-secrets-an-ancient-food-rich-in-history-and-protein\/<\/a>&gt;&nbsp;[Diakses pada 17 November 2021].<\/p>\n\n\n\n<p>Julson, E. (2018).&nbsp;<em>Is Seitan (Vital Wheat Gluten) Healthy?<\/em>. [online] Tersedia di: &lt;<a href=\"https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/seitan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/seitan<\/a>&gt; [Diakses pada 17 November 2021].<\/p>\n\n\n\n<p>Mu, Q., Kirby, J., Reilly, C. and Luo, X. (2017). Leaky Gut As a Danger Signal for Autoimmune Diseases.&nbsp;<em>Frontiers in Immunology<\/em>, 8. [online] Tersedia di: &lt;<a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5440529\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC5440529\/<\/a>&gt; [Diakses pada 17 November 2021]. Nutritionix.com. (Tanpa Tahun).&nbsp;<em>Nutrition Facts: Seitan<\/em>. [online] Tersedia di: &lt;<a href=\"https:\/\/www.nutritionix.com\/food\/seitan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.nutritionix.com\/food\/seitan<\/a>&gt; [Diakses pada 17 November 2021].<\/p>\n\n\n\n<p>Puji, A. (2021).&nbsp;<em>Mengenal Seitan, Makanan Pengganti Daging yang tak Kalah Bergizi dan Lezat<\/em>. [online] Tersedia di: &lt;<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/nutrisi\/fakta-gizi\/seitan-makanan-pengganti-daging\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/hellosehat.com\/nutrisi\/fakta-gizi\/seitan-makanan-pengganti-daging\/<\/a>&gt; [Diakses pada 17 November 2021].<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Girls, apakah kamu tahu makanan yang dikenal dengan nama \u2018seitan\u2019? Eits, bukan syaitan, tapi&nbsp;seitan.&nbsp;Seitan&nbsp;atau dibaca \u2018say-tan\u2019 merupakan makanan pengganti daging yang cukup populer, terutama di kalangan vegan. Tapi, apa sih sebenarnya&nbsp;seitan&nbsp;itu? Asal Usul Seitan Seitan&nbsp;berasal dari Tiongkok kuno, hampir 1.500 tahun yang llau. Biksu Buddha di abad ke-6 menemukan daging gandum setelah merendam adonan gandum &#8230; <a title=\"MENGENAL SEITAN, MAKANAN PENGGANTI DAGING YANG TAK KALAH BERGIZI\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/mengenal-seitan-makanan-pengganti-daging-yang-tak-kalah-bergizi\/\" aria-label=\"Read more about MENGENAL SEITAN, MAKANAN PENGGANTI DAGING YANG TAK KALAH BERGIZI\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":3540,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-3539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-everyday"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-05-11 13:42:52","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3539"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3539\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}