{"id":3117,"date":"2023-10-04T17:44:00","date_gmt":"2023-10-04T17:44:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=3117"},"modified":"2025-03-30T16:41:40","modified_gmt":"2025-03-30T09:41:40","slug":"upgrade-pancake-mu-menjadi-sarapan-yang-lebih-sehat-dengan-wrp-meal-replacement-yuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/upgrade-pancake-mu-menjadi-sarapan-yang-lebih-sehat-dengan-wrp-meal-replacement-yuk\/","title":{"rendered":"UPGRADE PANCAKE-MU MENJADI SARAPAN YANG LEBIH SEHAT DENGAN WRP MEAL REPLACEMENT YUK!"},"content":{"rendered":"<p><em>Ladies<\/em>, siapa yang nggak kenal&nbsp;<em>pancake<\/em>?&nbsp;<em>Pancake<\/em>&nbsp;atau panekuk biasa dijadikan sebagai menu sarapan oleh orang-orang di Eropa. Namun, tak hanya orang Eropa saja,&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;juga kerap dinikmati orang-orang dari mancanegara, termasuk juga Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Pancake<\/em>&nbsp;identik dengan tampilannya berupa lingkaran pipih bertumpuk. Sayangnya,&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;kurang dianjurkan dikonsumsi sebagai sarapan, karena cenderung tinggi karbohidrat dan gula. Hal ini disebabkan karena&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;dibuat dari tepung terigu dan biasanya diberi siraman sirup maple atau sirup gula.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, kamu bisa kok upgrade&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;kamu menjadi sarapan yang jauh lebih sehat, kaya serat dan protein. Caranya, dengan memodifikasi resepnya menggunakan WRP Meal Replacement. Penasaran bahan apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara membuatnya? Mudah kok, simak resepnya berikut ini ya&nbsp;<em>ladies<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Resep MR Banana Oat Pancake<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Porsi: 2 sajian<\/p>\n\n\n\n<p>Bahan-bahan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>1\u00a0<em>sachet<\/em>\u00a0<em>WRP Meal Replacement Chocolate<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>100 g (1 buah) pisang<\/li>\n\n\n\n<li>35 g (4 sdm)\u00a0<em>instant<\/em>\u00a0<em>oatmeal<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>1 butir telur<\/li>\n\n\n\n<li>50 ml air<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Cara Membuat:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Siapkan\u00a0<em>blender<\/em>, masukkan semua bahan ke dalamnya, kemudian haluskan bahan hingga tercampur merata. Tuang adonan ke dalam mangkuk.<\/li>\n\n\n\n<li>Panaskan wajan anti lengket, tuang 1 sendok sayur adonan\u00a0<em>pancake<\/em>\u00a0di atas wajan. Tunggu hingga muncul gelembung-gelembung kecil di permukaan\u00a0<em>pancake<\/em>. Kemudian balik\u00a0<em>pancake<\/em>. Masak hingga sisi satunya matang, kemudian angkat.<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan hal yang sama hingga adonan habis, kurang lebih 8 buah\u00a0<em>pancake<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Susun di atas piring saji.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Kandungan Gizi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain rasanya yang nikmat dan lezat,&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;ini juga kaya akan kandungan gizi lho&nbsp;<em>ladies<\/em>. Berdasarkan resep di atas, kalori dari&nbsp;<em>MR Banana Oat<\/em>&nbsp;<em>Pancake<\/em>&nbsp;secara keseluruhan sebesar 531 kkal, dengan 13 g lemak, 26 g protein, 81 g karbohidrat, 28 g serat, 28 g gula, dan 330 mg natrium. Nampaknya besar ya&nbsp;<em>ladies<\/em>? Eits tenang, resep di atas untuk 2 sajian ya&nbsp;<em>ladies<\/em>. Jadi, satu sajian alias 4 buah&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;mengandung kalori dan zat gizi setengah dari angka tersebut, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kalori: 266 kkal<\/li>\n\n\n\n<li>Lemak: 6 g<\/li>\n\n\n\n<li>Protein: 13 g<\/li>\n\n\n\n<li>Karbohidrat: 41 g<\/li>\n\n\n\n<li>Serat: 14 g<\/li>\n\n\n\n<li>Gula: 14 g<\/li>\n\n\n\n<li>Natrium: 165 mg<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kombinasi antara&nbsp;<em>WRP Meal Replacement<\/em>, oat dan buah pisang yang kaya akan serat, ditambah dengan protein dari telur dan&nbsp;<em>WRP Meal Replacement<\/em>, membuat&nbsp;<em>MR Banana Oat<\/em>&nbsp;<em>Pancake<\/em>&nbsp;ini menjadi hidangan yang kaya akan serat dan protein. Kandungan serat per sajian&nbsp;<em>MR Banana Oat<\/em>&nbsp;<em>Pancake<\/em>&nbsp;ini mampu memenuhi hampir 47% kebutuhan serat harianmu lho&nbsp;<em>ladies<\/em>, sementara proteinnya mampu memenuhi sekitar 23% kebutuhan protein harian.&nbsp; Konsumsi serat dan protein dapat membuatmu merasa lebih kenyang dan membuat rasa kenyang lebih lama, sehingga bisa mencegahmu dari keinginan makan berlebih.<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping itu, oat yang digunakan dalam bahan pembuatan&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;juga kaya akan beta glukan, jenis serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, terutama kolesterol LDL (jahat), sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu&nbsp;<em>ladies<\/em>,&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;ini juga bisa menjadi sumber kalium yang baik, karena dibuat dari buah pisang yang kaya akan kalium. Kalium merupakan mineral elektrolit yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Di samping itu, ada banyak manfaat lain dari kalium, termasuk membantu menjaga kadar gula darah, menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, hingga meningkatkan fungsi sistem saraf.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan dengan&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;pada umumnya,&nbsp;<em>MR Banana Oat<\/em>&nbsp;<em>Pancake<\/em>&nbsp;ini bisa dibilang pilihan yang lebih sehat. Sebab,&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;pada umumnya per satu buah berukuran sedang (diameter sekitar 12 cm) mengandung kalori sebesar 93 kkal. Bayangkan jika kamu makan 4 buah&nbsp;<em>pancake<\/em>, sudah mencapai 372 kkal. Lebih besar dibanding kalori&nbsp;<em>MR Banana Oat<\/em>&nbsp;<em>Pancake<\/em>&nbsp;bukan? Belum lagi&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;biasa juga tidak mengandung serat. Ini membuatmu mudah merasa lapar kembali ketika sarapan dengan mengonsumsi&nbsp;<em>pancake<\/em>&nbsp;biasa. Berbeda jika kamu sarapan dengan<em>&nbsp;MR Banana Oat<\/em>&nbsp;<em>Pancake<\/em>, kamu akan merasa lebih kenyang dan kenyangnya tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana&nbsp;<em>ladies<\/em>, tertarik mencoba resep menu sarapan yang satu ini?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dolson, L. (2021).&nbsp;<em>The Health Benefits of Pottasium.&nbsp;<\/em>[online] Tersedia di:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.verywellfit.com\/health-benefits-of-potassium-2242225\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.verywellfit.com\/health-benefits-of-potassium-2242225<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>European Food Safety Authority. (2006). Scientific Opinion on the substantiation of a health claim related to oat beta glucan and lowering blood cholesterol and reduced risk of (coronary) heart disease pursuant to Article 14 of Regulation (EC) No 1924\/2006. (2010).&nbsp;<em>EFSA Journal<\/em>,&nbsp;<em>8<\/em>(12). doi: 10.2903\/j.efsa.2010.1885&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.efsa.europa.eu\/en\/efsajournal\/pub\/1885\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.efsa.europa.eu\/en\/efsajournal\/pub\/1885<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Frey, M. (2020).&nbsp;<em>&nbsp;Pancake Nutrition Facts and Health Benefits<\/em>. [online] Tersedia di:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.verywellfit.com\/pancake-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4111295\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.verywellfit.com\/<em>pancake<\/em>-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4111295<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ladies, siapa yang nggak kenal&nbsp;pancake?&nbsp;Pancake&nbsp;atau panekuk biasa dijadikan sebagai menu sarapan oleh orang-orang di Eropa. Namun, tak hanya orang Eropa saja,&nbsp;pancake&nbsp;juga kerap dinikmati orang-orang dari mancanegara, termasuk juga Indonesia. Pancake&nbsp;identik dengan tampilannya berupa lingkaran pipih bertumpuk. Sayangnya,&nbsp;pancake&nbsp;kurang dianjurkan dikonsumsi sebagai sarapan, karena cenderung tinggi karbohidrat dan gula. Hal ini disebabkan karena&nbsp;pancake&nbsp;dibuat dari tepung terigu dan &#8230; <a title=\"UPGRADE PANCAKE-MU MENJADI SARAPAN YANG LEBIH SEHAT DENGAN WRP MEAL REPLACEMENT YUK!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/upgrade-pancake-mu-menjadi-sarapan-yang-lebih-sehat-dengan-wrp-meal-replacement-yuk\/\" aria-label=\"Read more about UPGRADE PANCAKE-MU MENJADI SARAPAN YANG LEBIH SEHAT DENGAN WRP MEAL REPLACEMENT YUK!\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":3118,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3117","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lose-weight"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-05-01 05:44:45","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3117","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3117"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3117\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}