{"id":3073,"date":"2023-06-21T17:23:00","date_gmt":"2023-06-21T17:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/wrp.co.id\/?p=3073"},"modified":"2025-03-30T16:42:14","modified_gmt":"2025-03-30T09:42:14","slug":"tetap-makan-banyak-ketika-diet-menurunkan-berat-badan-memang-bisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/tetap-makan-banyak-ketika-diet-menurunkan-berat-badan-memang-bisa\/","title":{"rendered":"TETAP MAKAN BANYAK KETIKA DIET MENURUNKAN BERAT BADAN, MEMANG BISA?"},"content":{"rendered":"<p><em>Ladies<\/em>&nbsp;kerap kali kalau sedang diet menurunkan berat badan membuat beberapa orang mengurangi porsi makannya sangat banyak. Jika saat ini kamu masih memiliki pemikiran seperti itu maka artikel ini cocok untukmu. Karena sebenarnya kamu masih bisa makan banyak ketika sedang diet menurunkan berat badan loh. Gimana caranya? Yuk simak artikel ini sampai akhir.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apakah sebenarnya defisit kalori sama dengan makan sedikit?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Diet menurunkan berat badan memiliki prinsip energi yang masuk kurang dari energi yang keluar. Prinsip tersebut biasanya dikenal sebagai defisit kalori, apakah kamu sering mendengar istilah tersebut? jika iya, maka prinsip tersebut memang benar ya&nbsp;<em>Ladies.<\/em>&nbsp;Namun yang sering membuat rancu adalah pada saat penerapannya. Kerap kali justru defisit kalori disamakan dengan prinsip makan sedikit. Namun nyatanya defisit kalori dan makan sedikit tidaklah sama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bagaimana caranya tetap bisa makan banyak ketika diet menurunkan berat badan?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana sih caranya tetap bisa makan banyak sampai kenyang ketika diet menurunkan berat badan? tenang&nbsp;<em>Ladies<\/em>, informasinya sudah kami rangkum secara padat, singkat dan jelas agar mudah dan cepat kamu pahami.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Terapkan pola diet gizi seimbang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat diet menurunkan berat badan justru kamu masih tetap boleh loh mengonsumsi makanan yang beragam. Kamu bisa melakukan penerapan pola diet gizi seimbang dengan prinsip isi piringku model T. Jadi dalam satu piring terdapat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u00bc piring sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, gandum dan lain-lain<\/li>\n\n\n\n<li>\u00bc piring lauk hewani atau nabati sumber lean protein seperti ikan, daging ayam tanpa kulit, tahu, tempe kacang-kacangan dan lain-lain.<\/li>\n\n\n\n<li>\u00bd piring sayur dan buah yang mana makanan tersebut adalah sumber serat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jadi, dalam satu piring asupan makananmu bergizi seimbang dan tetap dalam kategori makan yang banyak.&nbsp; Dengan menerapkan pola diet gizi seimbang, berat badanmu akan tetap turun tanpa menyiksa dengan mengurangi porsi makan dalam jumlah banyak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Batasi konsumsi makanan dengan densitas energi tinggi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tau gak sih&nbsp;<em>Ladies<\/em>, makanan dengan densitas energi tinggi ini membuat kita merasa \u2018tenang, baru makan sedikit kok\u2019. Tapi walaupun makan sedikit ternyata makanan tersebut mengandung kalori yang tinggi. Densitas energi adalah ukuran jumlah kalori per gram dari suatu sumber makanan. Apabila makanan berdensitas energi rendah artinya makanan tersebut mengandung kalori relatif rendah disamping berat, ukuran dan volumenya yang besar. Beberapa makanan dengan densitas energi tinggi adalah permen, sosis, bakso atau makanan tinggi proses lainnya. Sehingga kamu bisa pilih makanan dengan densitas energi yang rendah seperti sayur dan buah agar kamu bisa konsumsi dengan jumlah yang cukup banyak namun jumlah kalorinya tetap tidak terlalu besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Konsumsi makanan sumber serat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ladies<\/em>, rasanya tidak lengkap ya jika hanya makan banyak tapi untuk merasa kenyang malah sulit dan relatif sangat lama. Apabila rasa kenyang sulit dicapai maka bisa membuat kamu berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Ingat ya&nbsp;<em>Ladies<\/em>, bahwa makan banyak atau beragam tidaklah sama dengan makan berlebihan. Kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber serat, karena banyak penelitian yang membuktikan bahwa serat bisa bantu dalam penurunan berat badan. Kenapa ya? karena serat dapat meningkatkan rasa kenyang yang menyebabkan asupan kalori lebih terkontrol sehingga tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi&nbsp;<em>Ladies<\/em>, yuk sekarang mulai untuk menerapkan pola hidup sehat yang berkelanjutan. Karena kalau bukan dimulai sekarang, mau kapan lagi?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>[1]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u201c4 Reasons Why Some People Eat A Lot But Never Get Fat.\u201d https:\/\/www.cigna.com.hk\/en\/smarthealth\/eat\/4-reasons-why-some-people-eat-a-lot-but-never-get-fat (accessed Apr. 10, 2023).<\/p>\n\n\n\n<p>[2]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u201c9 Causes of Unintentional Weight Gain,\u201d&nbsp;<em>Healthline<\/em>, Oct. 07, 2019. https:\/\/www.healthline.com\/nutrition\/unintentional-weight-gain (accessed Apr. 10, 2023).<\/p>\n\n\n\n<p>[3]&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u201cBalanced Diet: What Is It and How to Achieve It,\u201d&nbsp;<em>Healthline<\/em>, Jun. 03, 2020. https:\/\/www.healthline.com\/health\/balanced-diet (accessed Apr. 10, 2023).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ladies&nbsp;kerap kali kalau sedang diet menurunkan berat badan membuat beberapa orang mengurangi porsi makannya sangat banyak. Jika saat ini kamu masih memiliki pemikiran seperti itu maka artikel ini cocok untukmu. Karena sebenarnya kamu masih bisa makan banyak ketika sedang diet menurunkan berat badan loh. Gimana caranya? Yuk simak artikel ini sampai akhir. Apakah sebenarnya defisit &#8230; <a title=\"TETAP MAKAN BANYAK KETIKA DIET MENURUNKAN BERAT BADAN, MEMANG BISA?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/wrp.co.id\/en\/tetap-makan-banyak-ketika-diet-menurunkan-berat-badan-memang-bisa\/\" aria-label=\"Read more about TETAP MAKAN BANYAK KETIKA DIET MENURUNKAN BERAT BADAN, MEMANG BISA?\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":6,"featured_media":3074,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3073","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lose-weight"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-05-07 19:27:33","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3073"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wrp.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}